Tiba di Perea PDF Print E-mail
Written by GI. Pieter Yoksan   
Tuesday, 20 April 2010 17:34

XI.e Tiba di Perea

156. Pengajaran tentang Perkawinan dan Perceraian

Matius 19:3-12, Markus 10:2-12 3Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?” 4Jawab Yesus: “Apa perintah Musa kepadamu?” Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia (Allah) yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan pada awal dunia?” 5Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 6Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” 7Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?” 8Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu, [dan] Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

10Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. 9Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah terhadap isterinya itu.” 12Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.” 10Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.” 11Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. 12Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

157. Yesus dan Anak-anak Markus 10:13-16, Matius 19:13-15, Lukas 18:15-17 13Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka (supaya Ia meletakkan tanganNya atas mereka dan mendoakan mereka); akan tetapi ketika murid-murid-Nya melihat hal itu, [mereka] memarahi orang-orang itu. 14Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah (Sorga). Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata. 15Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” 16Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

158. Orang Muda yang Kaya Matius 19:16-20:16, Markus 10:17-31, Lukas 18:18-30 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalananNya. 16Ada seorang pemimpin datang kepada Yesus [dengan] berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil berlutut, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” 17Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” 18Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah.” Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, 19hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” 20Kata orang muda itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku, apa lagi yang masih kurang?” 21Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya. 21Kata Yesus kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan. Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah (bagi-bagikanlah) itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa. 22Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan amat sedih, sebab banyak hartanya (sangat kaya). 23Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Allah). 24Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. 24Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” 25Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah (tercengang) mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” 26Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi

manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah, bagi Allah segala sesuatu mungkin.” Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah. 27Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” 28Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 29Dan setiap orang yang karena nama-Ku, Kerajaan Allah dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat (lipat ganda) pada masa sekarang (pada masa ini juga) rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan akan memperoleh hidup yang kekal pada zaman yang akan datang. 30Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu. 1Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. 2Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. 3Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. 4Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi. 5Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. 6Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? 7Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. 8Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. 9Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. 10Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga. 11Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, 12katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. 13Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah

kita telah sepakat sedinar sehari? 14Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. 15Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? 16Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”

  1. Pernyataan yang ke 4 Mengenai Kesengsaraan Yesus97,100,133,185 Markus 10:32-34, Matius 20:17-19, Lukas 18:31-34 32Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya, 33kata-Nya: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, 34dan Ia akan diolok-olokkan, dihina, diludahi, disesah dan dibunuh (disalib), dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.” 34Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan.
  2. Ambisi Yakobus dan Yohanes

Markus 10:35-45, Matius 20:20-28 35Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus dan ibu [mereka], mendekati Yesus lalu sujud dihadapanNya untuk meminta sesuatu kepadaNya dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!” 36Jawab-Nya kepada mereka: “Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?” 37Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.”

“Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” 38Tetapi kata Yesus menjawab kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?” 39Jawab mereka: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. 40Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa BapaKu itu telah disediakan.” 41Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada kedua saudara itu, Yakobus dan Yohanes. 42Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 43Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 44dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. 45Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

 
Share