PDF Print E-mail
Written by GI. Pieter Yoksan   
Tuesday, 20 April 2010 18:01

Jum’at Agung

198. Pergumulan di Getsemani

Lukas 22:39-46, Matius 26:30,36-46, Markus 14:26, 32-42, Yohanes 18:1 39Setelah Yesus mengatakan semuanya itu [dan] sesudah menyanyikan nyanyian pujian, lalu pergilah Yesus ke luar kota, ke seberang sungai Kidron dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. Di situ ada suatu taman yang bernama Getsemani dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 40Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Duduklah di sini, berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” 37Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus (Yakobus dan Yohanes) serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, 38lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” 41Kemudian Ia maju sedikit menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut lalu sujud merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya sekiranya mungkin saat itu berlalu daripadaNya, kata-Nya: 42"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” 43Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. 44Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. 45Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita. 46Kata-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan, Ia berkata kepada Simon Petrus: Simon sedang tidurkah engkau?” “Tidakkah kamu sanggup berjaga jaga satu jam dengan Aku? 41Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” 42Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa (dan mengucapkan doa yang itu juga), kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” 43Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepadaNya. 44Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. 45Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, cukuplah, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. 46Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”

199. Pengkhianatan dan Penangkapan Matius 26:47-56, Markus 14:43-52, Lukas 22:47-53, Yohanes 18:2-12 2Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. 47Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang (dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah) yang membawa pedang, lentera, suluh, senjata dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala, orang-orang Farisi dan tua-tua bangsa Yahudi. 4Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?” 5Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Kata-Nya kepada mereka: “Akulah Dia.” Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. 6Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah. 7Maka Ia bertanya pula: “Siapakah yang kamu cari?” Kata mereka: “Yesus dari Nazaret.” 8Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.” 9Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa.” 48Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat.” 49Dan segera ia maju mendapatkan Yesus (mendekati Yesus untuk menciumNya) dan berkata: “Salam Rabi,” lalu mencium Dia. 50Tetapi Yesus berkata kepadanya: “ Hai teman, untuk itukah engkau datang? Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. 49Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?” 51Tetapi Simon Petrus, seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. 52Maka kata Yesus kepadanya (Petrus): “Masukkan pedangmu itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. 53Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? 54Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian? Bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepadaKu?” 55Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak (imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua) yang datang untuk menangkap Dia: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. 56Akan tetapi inilah saat kamu dan inilah kuasa kegelapan itu, semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.” 12Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia dan dibawa dari tempat itu. Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. 51Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, 52tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang.

Yesus Diadili:

Pengadilan Orang Yahudi

200. Yesus Diadili oleh Hanas

Yohanes 18:12-14, 19-24 12Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia. 13Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar; 14dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: “Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa.” 19Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya. 20Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi sembunyi. 21Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.” 22Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?” 23Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” 24Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.


201. Yesus Diadili oleh Kayafas dan Penyangkalan Petrus Matius 26:57-58, 69-75, Markus 14:53-54, 66-72, Lukas 22:54-62, Yohanes 18:15-18, 25-27 57Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar, Ia digiring ke rumah Imam Besar. Di situ telah berkumpul iman kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. 58Dan Simon Petrus mengikuti Dia (Yesus) dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu. 15Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Besar dan ia masuk bersama sama dengan Yesus ke halaman istana Imam Besar, 16tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk. 18Sementara itu hamba-hamba dan penjaga penjaga Bait Allah telah memasang api arang ditengah-tengah halaman rumah itu dan orang duduk mengelilinginya sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang di situ dekat api. 69Sementara itu Petrus duduk di luar, di bawah, di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar penjaga pintu kepadanya, ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, dia mengamat-amatinya lalu katanya: “Bukankah engkau juga murid Orang itu? Jawab Petrus: Bukan. Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea (Nazaret) itu.” 70Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: “Bukan, aku tidak kenal Dia, aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.” 71Ketika ia pergi ke pintu gerbang, (dan berkokoklah ayam), seorang hamba lain melihat dia lagi dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini adalah salah seorang dari mereka. Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” Kata orang-orang di situ kepadanya: Bukankah engkau juga seorang muridNya?” 72Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: “Bukan, aku tidak kenal orang itu.” 73Tidak lama kemudian, kira-kira sejam kemudian, orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata dengan tegas: “Sungguh, pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu, apalagi engkau seorang Galilea.” Kata seorang hamba Imam Besar, seorang keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus: “Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?” 74Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan. Aku tidak kenal orang yang kamu sebut sebut itu .” Ketika itu juga sementara ia berkata-kata, dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk ke dua kalinya. Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. 75Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia (Petrus) pergi ke luar dan menangis tersedu-sedu dengan sedihnya.

202. Yesus Diadili oleh Mahkamah Agama Matius 26:59-68, Markus 14:55-65, Lukas 22:63-71 66Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama mereka. 59Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, 60tetapi mereka tidak memperolehnya. 56Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, 61yang mengatakan: “Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.

(Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia.) 59Dalam hal inipun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu dengan yang lain. 62Lalu Imam Besar itu berdiri di tengah-tengah sidang dan berkata kepada-Nya: “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” 63Tetapi Yesus tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya; 68dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab. Imam Besar itu bertanya kepadaNya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji? 64Jawab Yesus: “Akulah Dia, engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” 65Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Kita ini telah mendengarnya dari mulutNya sendiri. 66Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!” Dan orang-orang yang menahan Yesus, mengolok-olokkan Dia dan memukuli-Nya. 67Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain menutupi mukaNya [dan] memukul Dia , 68dan bertanya [dengan] berkata: “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” Dan banyak lagi hujat yang diucapkan mereka kepadaNya.


203. Yudas Iskariot Membunuh Diri

Matius 27:3-10, Kisah Para Rasul 1:18-20 3Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, 4dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” 5Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. 6Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.” 7Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. 19Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri “Hakal-Dama”, artinya Tanah Darah—. 20Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. 8Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. 9Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, 10dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.”

Yesus Diadili oleh Pemerintahan Roma

204. Yesus diadili oleh Pilatus Yohanes 18:28-38, Matius 27:1-2, 11-14, Markus 15:1-5, Lukas 23:1-5 1Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. 2Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. 28Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah. 29Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata: “Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?” 30Jawab mereka kepadanya: “Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!” 2Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: “Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja.” 31Kata Pilatus kepada mereka: “Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu.” Kata orang-orang Yahudi itu: “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.” 32Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. 33Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus 11dihadapkan kepada wali negeri dan bertanya kepada-Nya: “Engkau inikah raja orang Yahudi?” 34Jawab Yesus: “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?” 35Kata Pilatus: “Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?” 36Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” 37Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” 38Kata Pilatus kepada-Nya: “Apakah kebenaran itu?” (18-38b)Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. 12Tetapi atas banyaknya tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun. 13Maka Pilatus bertanya pula kepadaNya, kata Pilatus kepada-Nya: “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” 14Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat heran. 4Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.5Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: “Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini.”

205. Diadili oleh Herodes Antipas

Lukas 23:6-12 6Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea. 7Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem. 8Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. 9Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun. 10Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. 11Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. 12Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.

206. Yesus Diadili Lagi oleh Pilatus Matius 27:15-26, Markus 15:6-15, Lukas 23:13-25, Yohanes 18:39-40 13Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin pemimpin serta rakyat, 14dan berkata kepada mereka: “Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. 15Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati. 16Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.” 15Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. 16Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas. Barabas adalah seorang penyamun. 7Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan. 8Maka datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang kebiasaan itu diikuti juga.

17Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus raja orang Yahudi bagimu? 18Ia memang mengetahui, bahwa mereka (imam-imam kepala) telah menyerahkan Yesus karena dengki. 19Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.” 20Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. 18Tetapi mereka berteriak bersama sama: “Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!” 20Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. 21Wali negeri (Pilatus) menjawab dan berkata sekali lagi kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Jangan Dia, melainkan kata mereka: “Barabas.” 22Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan! (Salibkanlah Dia. Salibkanlah Dia.) 23Katanya untuk ketiga kalinya: “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?” Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati padaNya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskanNya. Namun mereka mendesak dan menuntut [dengan] makin keras berteriak : “Ia harus disalibkan!” Akhirnya mereka menang dengan teriak mereka. 24Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!” 25Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” 26Lalu ia, Pilatus, ingin memuaskan hati orang banyak itu, lalu memutuskan supaya tuntutan mereka dikabulkan: membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

207. Yesus Disiksa oleh Tentara Roma Matius 27:26-30, Markus 15:15-19, Yohanes 19:1-3 1Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.

26Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. 27Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke dalam istana yaitu gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. 28Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. 29Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya kemudian mereka mulai memberi hormat kepadaNya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!” 30Mereka menampar mukaNya, meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya dan berlutut menyembahNya.

208. Pilatus si Pengecut

Yohanes 19:4-16 4Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: “Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.” 5Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah manusia itu!” 6Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: “Salibkan Dia, salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.” 7Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.” 8Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia, 9lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan dan berkata kepada Yesus: “Dari manakah asal-Mu?” Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya. 10Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?” 11Yesus menjawab: “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya.” 12Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: “Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.” 13Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata. 14Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu!” 15Maka berteriaklah mereka: “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Haruskah aku menyalibkan rajamu?” Jawab imam imam kepala: “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!” 16Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. (19-16b) Mereka menerima Yesus.

209. Jalan Kesengsaraan Lukas 23:26-33, Matius 27:31-34, Markus 15:20-23, Yohanes 19:16-17 31Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. Sambil memikul salibNya Ia pergi ke luar.26Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, ayah Alexander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. 27Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. 28Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. 30Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! 31Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?” 32Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia. 33Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak [Calvary], dalam bahasa Ibrani: Golgota, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. 23Lalu mereka memberi anggur asam bercampur mur (empedu) kepada-Nya, tetapi setelah ia mengecapnya Ia menolaknya.

Yesus Disalib1

Last Updated on Tuesday, 20 April 2010 18:55
 
Share