ESENSI DOKTRIN ALLAH TRITUNGGAL PDF Print E-mail
Written by GI. Hari Sudjatmiko   
Monday, 21 December 2009 18:33

ESENSI DOKTRIN ALLAH TRITUNGGAL

Inti pengajaran dari Allah Tritunggal bisa kita rumuskan dalam beberapa prinsip, yaitu :

a. TUHAN itu Allah kita; TUHAN itu ESA (Ul. 6:4). Dalam keterangan di atas sudah cukup

jelas apa yang dimaksud dengan Allah yang ESA tersebut. Hanya perlu diingat, bahwa Allah Yang ESA tersebut menyatakan diriNya dalam Tritunggal. Untuk memahami maksud tersebut, perhatikan gambar di bawah ini :

Ancient Diagram of the Holy Trinity

Penjelasan : Baik pribadi Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus adalah setara dalam ke-Allah-annya, tapi bukan tiga Allah, masing-masing adalah pribadi yang berbeda (perhatikan kata 'is not') namun tetap satu Allah yang ESA.

b. Sekalipun hakekatnya satu Allah yang ESA, kita mengenal dalam tiga pribadi: Allah

Bapa, Allah Anak (Yesus Kristus) dan Allah Roh Kudus. Masing-masing pribadi itu setara dalam keilahianNya. Hal ini harus terus menjadi kesadaran kita setiap berbicara tentang Allah yang ESA.

c. Antara KEESAAN dan KETIGAAN Allah tidaklah saling berkontradiksi. Kalau

memperhatikan gambar di atas sebenarnya sudah nyata apa yang dimaksudkan dengan keesaan Allah Tritunggal, yaitu masing-masing pribadi adalah Allah yang setara dalam kualitas keilahianNya. Namun tetap saja kita mengenal Allah yang ESA itu dalam tiga pribadi yang berbeda. Beberapa kali orang berusaha membuat analogi Allah Tritunggal, tapi tiap analogi mempunyai kelemahan. Beberapa analogi tersebut:

  • Ilustrasi Air, es dan uap yang merupakan tiga wujud yang berbeda, tapi mempunyai rumusan kimia yang sama: H2O. Analogi ini lemah, karena air bisa menjadi es, es bisa menjadi uap, dsb. Sedang Allah Bapa tetap Allah Bapa dan tidak pernah mewujud diri menjadi Allah Anak atau Allah Roh Kudus.
  • Ilustrasi bentuk, bau dan warna bunga yang merupakan elemen DASAR DARI NATUR BUNGA. Bentuk bunga adalah bunga, bau bunga adalah bunga dan warna bunga adalah bunga. Hanya analogi ini salah, karena bulat bukan bunga, wangi bukan bunga, kuning bukan bunga. Sekalipun menunjukkan keesaan natur bunga namun tidak bisa diterapkan secara tepat.
  • perumpamaan sinar, panas dan energi dari matahari pun dicoba untuk menganalogikan Tritunggal. Matahari yang satu memiliki tiga unsur: sinar matahari, panas matahari dan energi matahari. Tapi tetap dari satu matahari. Ini lemah karena tetap saja sinar matahari bukan matahari, panas matahari bukan matahari, dan energi matahari bukan matahari.
  • Analogi lain yaitu: tubuh, jiwa dan roh manusia. Masing-masing adalah unsur yang menyusun manusia, tetapi toh tetap lemah karena bagaimana kita bisa memisahkan apa yang dimaksud tubuh, jiwa dan roh. Ketika kita bicara "aku" siapakah yang dimaksud?
  • Analogi sopir, bapa dan direktur, maksudnya satu orang yang sama, kalau di mobil dia menjadi sopir, kalau di rumah dipanggil anaknya bapa, dan kalau di kantor dipanggil direktur. Analogi ini lemah karena baik sopir, bapa dan direktur adalah satu orang, berarti tidak mampu memberi ciri pada ketigaan-nya.

Jadi, dari beberapa analogi yang coba manusia usahakan untuk merasionalkan ajaran Allah Tritunggal justru jatuh pada kesalahan yang tidak bisa mewakili kebenaran yang Alkitab sendiri ajarkan. Untuk itu Allah Tritunggal lebih baik tidak kita batasi dengan analogi manusia.

d. Setiap pribadi Allah Tritunggal (Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus) adalah

sama kekalnya. Sifat kekal hanya dimiliki oleh Allah. Kekal yang berarti tanpa awal dan tanpa akhir adalah sifat khas Allah (Bdk. penjelasan mengenai atribut-atribut Allah serta data-data Alkitab untuk masing-masing pribadi di bawah ini).

e. Masing-masing pribadi dari Allah Tritunggal sama dalam esensi-Nya dan tidak ada

yang lebih tinggi/rendah satu dengan lainnya. Sebenarnya point ini penegasan ulang dari prinsip-prinsip di atas bahwa masing-masing pribadi adalah setara, satu kualitas sebagai Allah yang satu, ESA, namun tetap bisa dilihat kekhasan masing-masing.

f. Namun semua penjelasan kita di atas tetap harus kita terima dalam satu sikap yang sadar,

bahwa sejelas-jelasnya kita mencoba mengerti tentang Allah Tritunggal tetap saja terbatas dan memiliki misteri yang kita sendiri tidak akan pernah dapat mengerti sepenuhnya. Perlu kita ingat bahwa kita sedang mempelajari tentang Allah yang tidak terbatas, sedang kita manusia adalah makhluk yang terbatas karena kita adalah ciptaan dan telah jatuh dalam dosa. Maka sepatutnya kita berdoa, Tuhan kiranya memberikan iman supaya hanya dengan mata rohani kita memandang Dia yang disembah selama-lamanya.

DATA-DATA ALKITAB

Bagian ini sebenarnya hanya pengulangan kembali penjelasan yang sudah diutarakan di atas. Hanya perlu kita sadari bahwa Alkitab yang adalah Firman Allah yang tertulis memberikan banyak informasi tentang siapakah Allah yang kita sembah tersebut.

a. Atribut Allah

ATRIBUT
-Kekekalan
-Kekuatan
-Mahatahu
-Mahahadir
-Kesucian
-Kebenaran
-dsb.

ALLAH BAPA
Mzm. 90:2
1 Pet. 1:5
Yer 17:10
Yer 23:24
Why 15:4
Yoh 7:28

ALLAH ANAK
Yoh 1:2; Why 1:8,17
2 Kor 12:9
Why 2:23
Mat 18:20
Kis 3:7
Why 5:25

ALLAH ROH KUDUS
Ibr 9:14
Rm 15:19
1 Kor 2:11
Mzm 139:7
Kis 1:8
1 Yoh 5:6

b. Aktivitas Allah

-Menciptakan dunia
-Menciptakan manusia
-Peristiwa Baptisan Kristus
-Peristiwa Kematian Kristus

Mzm. 102:25
Kej.2:7
Mat 3:17
Ibr 9:14

Kol 1:16
Kol 1:16
Mat 3:16
Ibr 9:14

Kej 1:2; Ay 26:13
Ay 33:4
Mat 3:16
Ibr 9:14

N.B.: Data-data Alkitab di atas bisa dilengkapi dengan lebih banyak ayat lain!

PENUTUP

Dari data-data Alkitab di atas semakin jelas bagi kita bahwa pengajaran Allah Tritunggal memang bersumber kepada Alkitab sendiri. Kita hanya tahu bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang kita kenal dalam tiga pribadi yang esa dari Alkitab saja.

Untuk itu, sekalipun penjelasan doktrin Allah Tritunggal belum mampu memuaskan rasio kita, ada begitu banyak ketidakmengertian yang mengganjal dalam otak kita, tetap kita harus sadar banwa kemampuan kita memahami sangat terbatas, informasi yang kita terima dari Alkitab pun tidak secara lengkap bicara tentang pribadi Allah. Oleh karena itu diperlukan iman untuk mengerti sekalipun rasio terbatas.*** (GI. Hari Sudjatmiko) sumber:http://www.gky.or.id/buletin21/hari.htm

 
Share