Eulogia Untuk Almarhum Bapak Chai Liong Sen PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Monday, 26 November 2012 08:26

 

Eulogia untuk almarhum bapak Chai Liong Sen


Mertua saya Bapak Chai Liong Sen dipanggil Bapa kerumahNya pada usia 83 tahun (23/11). Puji TUHAN bahwa beliau sudah menerima TUHAN Yesus sebagai juru selamat di akhir tahun 2005. Setelah 5th Bible Presbyterian Borneo Missions Conference di bulan Desember 2005 (yang ke lima di pulau Borneo dan yang pertama di Kalimantan Barat). Pdt Peter Wong dan Diaken Asun (dari Brunei) yang mengikuti konferensi misi ini mengunjungi Jakarta dan bermalam di rumah Sdr Yedidia Theofilus (Sutan). Proses dua utusan Injil ini berjumpa dengan bapak Chai Liong Sen dapat dilbaca di paragraf selanjutnya tentang bagaimana TUHAN membuka jalan sehingga almarhum bapak Chai Liong Sen dapat percaya kepada TuHAN YESUS.

 

 

Bagaimana bapak mertua dapat sampai di tinggal dengan keluarga Sdr Sutan?


Pada akhir tahun 2001  saya dan isteri mengambil keputusan untuk study Alkitab di Far Eastern Bible College (www.febc.edu.sg). Dari Kuching ayah dan ibu saya (Pdt Elyakin Phang Khin Sui sekarang berusia 82 tetapi tiap bulan TUHAN masih memberi kekuatan untuk dapat khotbah satu kali dalam bahasa Hakka: http://terangdunia.net/ringkasan-khotbah/644-gereja-yang-memiliki-kekuatan) pindah kembali ke Pontianak dan karena tidak mempunyai rumah tinggal maka menumpanglah mereka di rumah bapak mertua di Duta Kalbar Jeruju Pontianak selama satu setengah tahun. (Mereka memang mempunyai sebuah rumah di Hanura Permai tetapi telah lebih dahulu dijadikan tempat kebaktian). Tidak lama kemudian bapak mertua saya dan ibu mertua (ibu Then Fun Lan) akhirnya pindah ke Jakarta dan tinggal di rumah sdr Sutan.

 

Sewaktu di Pontianak bapak mertua tidak berminat ke gereja dan puji TUHAN setelah beliau di Jakarta tiap minggu diajak ke gereja oleh keluarga Sdr Sutan dan akhirnya setelah mengikuti kelas katekisasi beliau dibaptis. Pada tahun 2005, sewaktu Pdt Wong dan Diaken Asun dari Brunei menginjili dia akhirnya ia berlutut bersama mereka menerima Yesus sebagai TUHAN dan juru selamatnya.

 

Keluarga isteri saya hanya tinggal satu abang sulung dan suami dari sdri Esther Chiu Sian yang belum percaya. Mereka semua bertujuh saudara, enam sudah percaya Yesus dan satu sudah almarhum.

 

Dari cerita yang saya dengar dari isteri saya bahwa bapak Chai Liong Sen adalah figur ayah yang sangat mengasihi anak-anaknya dan sewaktu masih kecil beliau akan mengantar anak-anaknya dengan bersepeda ke SD Kristen Immanuel di Jalan Sisingamangaraja. Ini saya buktikan bahwa beliau begitu sayang kepada cucu beliau Elhesed putra bungsu sdr Sutan dengan Chai Fi Sian.

 

Kuasa TUHAN menuntun keluarga isteri saya dapat percaya Yesus melalui pelayanan sekolah Kristen Immanuel dan GKKB.

 

 

Pertemuan terakhir dengan beliau 23 Oktober 2012.


Pada tanggal 21 Oktober 2012 Pdt Lee Kim Shong (www.calvaryjaya.org) mengundang saya berkhotbah di kebaktian bahasa Inggris dan bahasa Mandarin di Kuala Lumpur dan sewaktu hendak pulang  ke Pontianak 23/10 saya tidak dapat naik pesawat ke Kuching sehingga saya reroute perjalanan ke Jakarta dan bermalam 2 malam di rumah Sdr Sutan (satu bulan kemudian 23/10-23/11 beliau berpulang ke rumah Bapa Sorgawi dan berjumpa muka dengan muka dengan TUHAN YESUS). Di sanalah saya bertemu dengannya terakhir kali. Setiap saya mau pulang ke Pontianak dari Rumah Sdr Sutan beliau selalu mengajak saya untuk berdoa sebelum berangkat ke airport. Ini menandakan bahwa beliau mempunyai iman kepada TUHAN Yesus. Dan saya bersyukur sebab sdr Sutan juga berbeban dalam penginjilan dan adik lelaki ke empat dari bapak mertua saya juga sebelum meninggal sudah terlebih dahulu percaya Yesus. Pernah satu hari sdr Sutan mengajak saya menginjilinya di Daan Mogot Jakarta dan ia bersedia menerima Yesus.

 

Semoga kita menggunakan kesempatan tersisa untuk berdoa dan menginjili keluarga kita yang belum percaya Yesus supaya jangan ada yang binasa.

Sampai berjumpa di Rumah Bapa Sorgawi untuk Bapak Chai Liong Sen!

 

Soli Deo Gloria

Eulogia ini ditulis ketika sedang menyelenggarakan ujian Sistematika Teologia IV (Eschatology) di Sekolah Tinggi Alkitab Ruang Atas (STARA/URBC Upper Room Bible College)

 

Ditulis oleh menantu almarhum bapak Chai Liong Sen: Peter Yoksan suami dari putri sulung alm yaitu Pipit Margareta Jong (Chai Pit Sian).

 

 

Last Updated on Tuesday, 27 November 2012 03:48
 
Share