TIDAK TERBATAS, KEKAL DAN TIDAK BERUBAH DI DALAM KEADILAN-NYA Print
Written by Terang Alkitab   
Sunday, 20 December 2009 16:17

MENGENAL ALLAH DAN FIRMANNYA (24/90)
Pedoman Saaat Teduh ( Hari Ke-24 dari 90 Hari)

TIDAK TERBATAS, KEKAL DAN TIDAK BERUBAH DI DALAM KEADILAN-NYA

MAZMUR 89:14
Roma 6:23

"Upah dosa ialah maut."



Allah  adalah adil merupakan kebenaran yang secara analitis didapatkan dari definisi tentang kekudusan-Nya. Kata Ibrani tsaddiq berarti "lurus," dan kata Yunani dikaios berarti "tegak." Kedua kata ini merujuk kepada keadilan seorang Allah yang kudus. Keadilan merupakan ungkapan kekudusan Allah yang mengacu kepada orang-orang percaya dan tidak percaya. Jika seorang manusia berjalan lurus dan selaras dengan kekudusan Allah, maka berdasarkan keadilan Allah, orang tersebut berada di dalam persekutuan yang sempurna dengan Allah; tetapi jika orang tersebut, seperti yang kita ketahui, sangat berdosa, maka akibatnya adalah bahwa Allah pasti bersikap keras terhadap dosanya. Karena dunia ini tidak kudus dan tidak adil, maka akibatnya adalah bahwa Allah di dalam kekudusan-Nya pasti bersikap memusuhi segala hal yang ada di dunia yang melanggar kekudusan-Nya. Jika terdapat perbedaan antara yang benar dan yang salah, maka Allah di dalam kebenaran pastilah memusuhi yang salah. "Upah dosa ialah maut" (Rm. 6:23).

Akan tetapi harus diperhatikan bahwa Allah sama sekali bukanlah pencipta kejahatan. Kejahatan muncul di dalam dunia atas ijin Allah tetapi bukan ciptaan Allah.

Charles Hodge berkata, "Pengenalan akan Allah adalah hidup yang kekal. Ini adalah demi kebaikan tertinggi bagi ciptaan. Dan penyebaran pengetahuan itu, manifestasi dari kesempurnaan yang berlipat-lipat dari Allah yang tidak terbatas, merupakan tujuan tertinggi dari segenap karya-Nya. Ini dinyatakan oleh rasul Paulus sebagai tujuan yang digenapkan di dalam hukuman bagi orang berdosa dan di dalam keselamatan bagi orang percaya. Ini adalah tujuan yang terhadapnya, kata Paulus, tidak ada manusia yang bisa secara rasional mengajukan keberatan. 'Jadi kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan'. Rm. 9:22-23). Maka, menurut Alkitab, dosa diijinkan agar keadilan Allah bisa dikenal di dalam hukuman terhadapnya, dan anugerah-Nya di dalam pengampunan baginya. Dan alam semesta, tanpa pengetahuan tentang atribut-atribut ini, akan seperti bumi tanpa terang matahari."

RENUNGKAN
Lepaskanlah diri dari dosa dengan berlari kepada Sang Juruselamat.

DOAKAN
Tuhan Yesus, selamatkanlah aku dari Dosa dan Setan.

Last Updated on Sunday, 20 December 2009 16:27