PESAN KEPADA JEMAAT SARDIS DAN KEPADA KITA PDF Print E-mail
Written by DR. Timothy Tow   
Wednesday, 28 March 2012 16:12

Perbuatan, bukan perkataan, merupakan bukti kasih.

 

WAHYU 3:1-8

YAKOBUS 1:22-25

 

PESAN KEPADA JEMAAT SARDIS DAN KEPADA KITA

 

Nama Sardis berarti hidup. tetapi kenyataannya menunjukkan hal yang sebaliknya. Walaupun tidak ada praktek kafir yang disebutkan terhadapnya, sehingga ajaran mereka bisa dikatakan ortodoks, tetapi terhadap suatu ungkapan "ortodoksi yang mati" dan Sardis merupakan salah satu darinya.

 

Sardis adalah seperti pelita yang redup karena kehabisan minyak, sehingga dia disuruh menguatkan apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab "tidak satupun pekerjaanmu Aku dapati sempurna." Jemaat ini bukan saja meninggalkan kasihnya mula-mula, Dirinya sendiri bahkan sudah diambang kepunahan.

 

Tetapi masih ada orang-orang yang tersisa, karena anugerah Allah, di sardis. yang tidak menajiskan pakaian mereka, yaitu yang tidak kembali kedalam dosa. Mereka akan diterima sebagai sahabat Allah di dalam perbuatan yang kudus, karena "mereka layak." Betapa baiknya mempertahankan integritasmu dan dihormati karenanya, Iman harus dibuktikan di dalam perbuatan-perbuatan baik. Kita diselamatkan oleh anugerah, tetapi kita harus berjalan di dalam iman, percaya dan taat. Maka kita akan pasti  memperoleh keselamatan kita. Kita tidak diselamatkan oleh iman yang sekedar memuaskan diri sendiri, tetapi oleh iman yang bernyala-nyala. "Iman tanpa perbuatan adalah mati."

 

Pentingnya perbuatan baik ini ditekankan enam kali di dalam tiga pasal yang singkat di dalam surat Titus oleh rasul Paulus. Kepada Titus dia berkata, "[dalam segala hal]...jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik..." (Titus2:7). Kepada orang-orang Kristen, "Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik" (Titus3:1). Jika gereja Katolik Roma terlalu menekankan perbuatan baik, kita orang protestan, sebaliknya, telah begitu mengabaikannya.

 

RENUNGKAN:

Selamatkan saya dari ortodoksi yang mati.

 

DOAKAN:

Bangkitkan kembali perbuatan-Mu, ya Tuhan.

Last Updated on Wednesday, 28 March 2012 16:51
 
Share