SANGKAKALA PERTANDA PEPERANGAN PDF Print E-mail
Written by DR.Timothy Tow   
Sunday, 01 September 2013 14:38

Hiduplah setiap hari untuk Tuhan.

 

WAHYU 8:1-6

YOEL 2:1, 3, 9, 10

 

SANGKAKALA PERTANDA PEPERANGAN

 

Pada pembukaan materai yang ketujuh yang membawah kita pada pertengahan dari Minggu tujuh tahun sebelum kedatangan Kristus, ada masa yang sunyi senyap di sorga selama kira-kira setengah jam lamanya. Suatu ketenangan sebelum badai (I Tesalonika 5:3). Sebagaimana Minggu Daniel dibagi dalam tiga setengah tahun damai dan tiga setengah tahunperang, tiupan sangkakala pertama harus terjadi pada permulaan dari setengah Minggu keduanya.

 

Peniuo sangkakala merupakan tanda perang (Yoel2:1; 3:9, 10). Perlu dicatat bahwa sebelum peniupan sangkakala datanglah seorang Malaikat dan berdiri dekat mezba dengan sebuah pendupaan dari emas. Jelas sekali Malaikat ini adalah malaikat imam besar, sehingga dapat disimpulkan bahwa Dia adalah Yesus Kristus, Imam Besar. Melalui Yesus Kristus, Imam Besar kita, doa-doa seluruh gereja diterima, bukan melalui  Maria atau para Rasul, martil ataupun orang kudus.

 

Ketika doa semua orang kudus dipersembahkan dengan kemenyan di atas mezbah emas yang berada dihadapan tahta maka timbullah asap yang naik ke atas di hadapan Allah  dari Tangan Malaikat itu, yang juga menandakan penerimaan yang kekal. Sekarang, jika kita kembali pada Wahyu 6:9-11, kita akan melihat penglihatan dari jiwa-jiwa mereka yang dibunuh karena Firman Allah. Jawaban kepada jiwa-jiwa mereka adalah, "Beristirahatlah sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka."

 

Jadi, sekarang kita melihat sangkakala, maka kita melihat malaikat imamat yang membawa doa seluruh orang kudus (yang menderita bagi Kristus di dunia) adalah jawaban bagi tangisan martil yang disebutkan pada paragraph di atas. Dan apakah jawabannya? Malaikat mengambil dupa, diisi dengan api di atas mezbah. Saya merasa bahwa setengah jam senyap di sorga adalah kekhidmatan, ketika seluruh sorga menahan napas memperhatikan Tuhan kita melakukan tugasNya sebagai Imam Besar mempersembahkan doa bagi seluruh orang kudus di bumi kepada Bapa-Nya. Dengan persetujuan  dan perintah Bapa-Nya, Dia melemparkan isi dupa berapi itu ke bumi. Ini memicu hukuman Allah pada bumi ini.

 

RENUNGKAN: Ketenangan sebelum badai.

 

DOAKAN: O Tuhan, berapa lama lagi?

Last Updated on Sunday, 01 September 2013 14:40
 
Share