FOKUS PADA IRAK PDF Print E-mail
Written by Dr. Timothy Tow   
Monday, 05 December 2016 12:26

 

Ajarkan saya berdoa, Tuhan, ajarkan saya berdoa.


Wahyu 9:13-21

YEREMIA 51:1-10


FOKUS PADA IRAK


Arena peperangan para tentara itu adalah lrak, daerah Efrat, Timur Tengah, sehingga Perang Teluk yang pecah pada Agustus 1990 hanyalah permulaan dari sesuatu yang lebih buruk yang akan terjadi. Orang-orang Yang tinggal di daerah Australia ataupun Amerika Selatan tidak akan luput, seperti mereka terluput selama Perang Dunia ke-2, karena dunia telah menciut di bawah hekuasaan |CBM ( peluru kendali antar kontinental). Jika pada akhir Perang Dunia kedua hanya ada dua bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki, pada awal dari Perang Dunia ketiga nanti kekuatan untuk menghancurkan itu akan berlipat- lipat ganda jutaan kali. (Kita telah diingatkan oleh banyak artikel surat kabar tentang bencana yang mengintai ini). Tapi apakah orang-orang sekarang ini sadar akan hukuman Allah yang akan terjadi? Jawabannya adalah, TIDAK! Allah menggunakan Babilonia sebagai kekuatan yang menghancurkan untuk menjajah bangsa-bangsa pada masa nabi Yeremia (Yeremia 51 :10) dan Dia akan menggunakan bangsa-bangsa yang sedang berperang pada saat sekarang ini untuk menghancurkan satu sama lain.


Sehingga tidaklah mengherankan ketika Yohanes menyimpulkan pasal ini dengan perkataan sebagai berikut: “Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, dan mereka tidak bertobat daripada pembunuhan, sihir, percabulan  dan pencurian” (Wahyu 9:20, 21).


Kenyataannya adalah, sebagaimana kita telah melihat pada Perang Dunia ke-2, yang berbalik kepada Tuhan sangatlah sedikit. Orang-orang yang masih hidup dengan sangat bersukacita memakai uang dari hasil perang ini dan menjadi sangat kaya. Penyembah-penyembah berhala bertambah meningkat. Moral bertambah yburuk, dengan tingkat pembunuhan, ilmu gaib, kejahatan seksualitas, dan pencurian satu terhadap yang lain ( misalnya seseorang yang mendapat keuntungan besar pada masa perang) dipraktekkan, dan terus dipraktekkan. Untuk mengerti apa perang itu sebenarnya, kalian yang tidak mengalami Perang Dunia ke-2, disarankan untuk membaca Ratapan, dan Yeremia,  jika engkau bersedia.


RENUNGKAN: Saddam Hussein, pada usia keenampuluhnya, masih mampu untuk melancarkan perang.“


DOAKAN: Tuhan, Engkaulah Hakim dari segala bangsa.

Last Updated on Monday, 05 December 2016 17:19
 
Share