MENGAPA MUJIZAT-MUJIZAT? PDF Print E-mail
Written by Buswell, T Tow & J Khoo   
Wednesday, 17 August 2011 20:08

 

MENGAPA MUJIZAT-MUJIZAT?


A Systematic Theology

In the

Reformed and Premillennial Tradition

of J Oliver Buswell

By

Timothy Tow and Jeffrey Khoo

 

http://febc.edu.sg/assets/pdfs/febc_press/Theology_for_Every_Christian.pdf

diterjemahkan oleh Peter Yoksan 

 

Pelayanan para rasul dimulai setelah kenaikan Kristus ke sorga. Pada hari Pentakosta, para rasul dipenuhi oleh Roh Kudus dengan cara yang sangat berkuasa sehingga mereka secara ajaib dimampukan untuk berbicara dalam berbagai bahasa dan dialek yang mereka sebelumnya tidak ketahui (KPR 2:1-11). Mujizat berbicara dalam berbagai bahasa ini diberikan kepada gereja sampai gereja terorganisasi dengan baik di seluruh kekaisaran Roma dengan jemaat orang Yahudi dan jemaat orang bukan Yahudi. Masih terdapat banyak mujizat yang telah didemonstrasikan. Seperti penulis surat Ibrani menjelaskan seperti berikut ini, “keselamatan besar ini ... pada mulanya mulai diucapkan oleh TUHAN, dan dikonfirmasikan kepada kita melalui mereka yang mendengarkan Dia; Allah juga memberikan mereka kesaksian, baik dengan tanda-tanda maupun dengan mujizat-mujizat, dan dengan pelbagai mujizat-mujizat, dan hadiah-hadiah dari Roh Kudus, sesuai dengan kehendakNya Sendiri” (Ibrani 2:3-4).


 

Tujuan mujizat-mujizat adalah pemberian wahyu dan pembangunan rohani (edifikasi: membangun iman seseorang sampai mencapai kapasitas penuh). Tidak semua mujizat Kristus tercatat dalam Kitab Suci, tetapi semua yang telah tercatat adalah untuk kita supaya kita mengetahui siapakah Juruselamat itu sesungguhnya: “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Putra Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya” (Yohanes 20:31). Kristus, beberapa kali, dinyatakan dalam kehendakNya dalam pekerjaan mujizat-mujizat dan Dia menolak kehendak mereka yang hanya ingin melihat hal spektakular.


 

“Generasi jahat dan pezinah mencari sebuah tanda” (Matius 12:39; bandingkan Lukas 23:8). Akan tetapi, mujizat-mujizat adalah kesaksian kuat tentang siapakah Allah, Putra Allah itu Sendiri, yang kata-kataNya adalah hidup dan benar. “Pekerjaan-pekerjaan yang telah Bapa berikan kepadaKu untuk diselesaikan, pekerjaan-pekerjaan yang sama Aku selalu lakukan, memberikan kesaksian tentang Aku, itulah tujuannya Bapa telah mengutus Aku” (Yohanes 5:36). Yesus menegur (orang Yahudi) adalah lebih baik melihat mujizat dengan mata-iman daripada semata-mata untuk mencari makanan gratis (Yohanes 6:26). Yesus tidak ragu lebih menyukai mereka yang menerima khotbahNya karena nilai yang terkandung di dalamnya, walaupun menjadi percaya karena mujizatNya bukanlah suatu yang salah. “Jika Aku tidak mengerjakan pekerjaan BapaKu, janganlah percaya kepadaKu. Tetapi jika itu yang Aku lakukan, walaupun engkau-semua tidak percaya kepadaKu, percayalah kepada pekerjaan-pekerjaan: sehingga kamu-semua dapat tahu, dan percaya, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Dia” (Yohanes 10:37-38).

 

Last Updated on Thursday, 18 August 2011 17:24
 
Share