PROVIDENSI KHUSUS DAN ANUGERAH UMUM PDF Print E-mail
Written by Buswell, T Tow & J Khoo   
Wednesday, 17 August 2011 20:13

 

PROVIDENSI KHUSUS DAN ANUGERAH UMUM


A Systematic Theology

In the

Reformed and Premillennial Tradition

of J Oliver Buswell

By

Timothy Tow and Jeffrey Khoo

 

http://febc.edu.sg/assets/pdfs/febc_press/Theology_for_Every_Christian.pdf

diterjemahkan oleh Peter Yoksan 


Providensi umum Allah dalam menopang proses alam dan dalam pemeliharaan ciptaan-ciptaanNya yang bukan manusia digunakan sebagai suatu argumentasi iman dalam providensi khusus Allah terhadap anak-anakNya. “Perhatikanlah burung-burung, karena mereka tidak menabur dan menuai; di mana mereka tidak memiliki gudang dan lumbung; dan Allah selalu memberi mereka makan: lebih lagi kamu-semua yang lebih berharga daripada burung-burung?” (Lukas 12:24). “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?... Jadi jika secara demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang beriman kecil?” (Matius 6:26,30).


 

Providensi umum Allah diindikasikan dalam anugerah umumNya dan secara tidak-pilih-bulu (dalam bahasa asli: tidak memandang muka atau impartial) tersedia untuk seluruh manusia, “karena Ia membuat mata-hariNya terbit atas orang jahat dan atas orang baik, dan Ia mengirimkan hujan untuk orang adil dan untuk orang tidak-adil” (Matius 5:45). “namun Ia bukan tidak menyatakan diriNya dengan berbagai saksi, dalam hal itu Ia melakukan yang baik, dan telah menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim buah untuk kita. Ia memuaskan jantung-kita dengan makanan dan kegembiraan” (KPR 14:17 ). “Dialah yang memberikan kepada semua hidup dan nafas dan segala sesuatu. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim sebelum itu terjadi dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari TUHAN karena itu supaya (mereka manusia) menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada” (KPR 17:25-28).




 

Last Updated on Thursday, 18 August 2011 17:11
 
Share