KEHENDAK ALLAH BERSIFAT DEKRITIF PDF Print E-mail
Written by Buswell, T Tow & J Khoo   
Wednesday, 17 August 2011 20:23

 

KEHENDAK ALLAH BERSIFAT DEKRITIF


A Systematic Theology

In the

Reformed and Premillennial Tradition

of J Oliver Buswell

By

Timothy Tow and Jeffrey Khoo

 

http://febc.edu.sg/assets/pdfs/febc_press/Theology_for_Every_Christian.pdf

 diterjemahkan oleh Peter Yoksan

 

 

Yang ke tujuh dan aspek yang terakhir dari kehendak Allah adalah yang paling dalam dan yang paling ajaib, seperti mekanisme dari mesin-jam. Kehendak ini bersifat Predeterminated (telah ditentukan sebelumnya) atau Decretive (telah ditetapkan sebelumnya).


 

Kehendak dekritif Allah dengan nyata diajarkan dalam Kitab Roma dan Efesus. Katekisasi Singkat Westminster berkata, “Kehendak Allah adalah keinginanNya yang kekal, sesuai dengan hikmat dari kehendakNya Sendiri, dengan tujuan untuk kemuliaanNya Sendiri, Dia telah menentukan sebelumnya bahwa segala sesuatu sebagaimana harus terjadi.”


 

Pengkhotbah 3 menyatakan pada kita bahwa kelahiran kita, kematian dan perkawinan dan hidup membujang adalah suatu ketentuan dari Allah. Demikian juga dengan keselamatan kita. Dengan membaca Kitab Roma dan Kitab Efesus kita menemukan bahwa keselamatan kita sepenuhnya berasal dari Allah, karena selain Ia telah memilih kita sebelum fondasi dunia, kita tidak menjadi diri kita seperti kita saat ini ada. Jika Allah tidak memilih kita untuk diselamatkan sebelum fondasi dunia, kita tidak dapat selamat. Sekarang, ketika Ia berkehendak untuk menyelamatkan kita, semuanya itu sepenuhnya berdasarkan, “Sesuai dengan keinginan-baikNya” (Efesus 1:5). Bukan karena Ia telah melihat bahwa kita lebih baik daripada orang lain maka Ia memilih kita. Hal ini terbukti dengan pernyataan Paulus tentang Esau dan Yakub (Roma 9:11-13): “(Karena anak-anak itu sebelum mereka dilahirkan, sebelum mereka melakukan yang baik atau yang jahat, sehingga kehendak Allah sejalan dengan pemilihanlah yang terlaksana, bukan berdasarkan perbuatan-perbuatan, tetapi karena Ia yang memanggil [kita];) Telah dikatakan kepada dia [perempuan], yang lebih tua akan melayani yang lebih muda. Seperti telah sempurna ditulis [gegraptai = perfect pasif indikatif orang ke 3 tunggal dari kata dasar grafo], Aku telah mengasihi Yakub tetapi Esau telah kubenci.”


 

Karena itu tidak ada satu orangpun yang dapat percaya kepada Kristus jika ia tidak lebih dahulu ditentukan (predestined), sebelumnya, dipilih-sebelumnya (pre-chosen) oleh Allah Bapa. Moto Calvin adalah, “Keselamatan adalah berasal dari TUHAN” (Yunus 2:9). Dengan demikian kita diselamatkan oleh anugerah, melalui iman, bukan karena perbuatan-perbuatan supaya jangan ada satu-orangpun yang berbangga (Efesus 2:8-9). Sekali selamat selamanya selamat. Tetapi kamu haruslah yakin bahwa kamu sudah sungguh-sungguh selamat.

 

Last Updated on Thursday, 18 August 2011 17:04
 
Share