KEHENDAK ALLAH BERSIFAT KOOPERATIF PDF Print E-mail
Written by Buswell, T Tow & J Khoo   
Wednesday, 17 August 2011 21:51

KEHENDAK ALLAH BERSIFAT KOOPERATIF


A Systematic Theology

In the

Reformed and Premillennial Tradition

of J Oliver Buswell

By

Timothy Tow and Jeffrey Khoo

 

http://febc.edu.sg/assets/pdfs/febc_press/Theology_for_Every_Christian.pdf

diterjemahkan oleh Peter Yoksan

Setelah kita yakin akan arahan TUHAN untuk hidup kita, dan kita berusaha untuk melakukan kehendakNya dengan sebaik mungkin dan dengan sepenuh kemampuan kita, Dia pasti memberkati kita dan menuntun kita sampai pada kesuksesan yang baik. Pertolongan ilahi seperti ini dapat kita namakan sebagai kehendak Allah yang bersifat kooperatif.


 

Kesaksian klasik dari kehendak Allah yang bersifat kooperatif yang akan membawa sukses kepada kita-semua yang berusaha untuk melaksanakan kehendakNya dapat diambil dari Kitab Kejadian 24. Di sini, kita melihat Abraham sedang memerintahkan budaknya yang paling tua untuk pergi ke negeri-asalnya untuk menemukan seorang isteri untuk putranya, Ishak. Ketika sang budak sampai ke tempat keluarga Abraham, sebagai seorang asing di tanah asing, dia berdoa untuk dua hal supaya terjadi sebagai konfirmasi dari TUHAN: “Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong turunkan buyungmu itu, aku mohon padamu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum dialah kiranya orang yang sama merupakan yang Kautentukan untuk hambaMu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih-setiaMu (hesed) kepada tuanku itu” (ayat 14). Sungguh demikianlah terjadi, Ribkah, putri dari saudara Abraham, datang ke tempat itu dan melakukan persis seperti yang telah didoakan oleh budak Abraham. Karena kejadian itu sang budak sujud dan menyembah TUHAN, “Dan dia berkata, Terpujilah TUHAN Allah tuanku Abraham, yang tidak menarik kembali rahmatNya (hesed) dan kebenaranNya (emeth) dari tuanku itu; dan ketika aku sedang dalam perjalanan [untuk bekerja sama dengan kehendak TUHAN] , TUHAN telah menuntun aku ke rumah saudara-saudara tuanku ini!” (ayat 27). “Pertolongan dari diri sendiri ditambah dengan pertolongan dari TUHAN adalah pertolongan yang terbaik (Self help with God’s help is the best help” Timothy Tow).


 

Kerap kali dalam pelayanan kita kepada Allah, bukankah kita telah bertemu dengan peristiwa sedemikian singkat namun membawa keberhasilan? Dalam mencari pasangan-hidup kita pasti memerlukan pertolongan Allah. Bagaimana? Ketika kita lebih dulu mencari Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semua hal ini akan ditambahkan kepada kita (Matius 6:33).

Last Updated on Thursday, 18 August 2011 17:01
 
Share