KEHENDAK ALLAH BERSIFAT DIREKTIF PDF Print E-mail
Written by Buswell, T Tow & J Khoo   
Wednesday, 17 August 2011 21:52

 

KEHENDAK ALLAH BERSIFAT DIREKTIF


A Systematic Theology

In the

Reformed and Premillennial Tradition

of J Oliver Buswell

By

Timothy Tow and Jeffrey Khoo

 

http://febc.edu.sg/assets/pdfs/febc_press/Theology_for_Every_Christian.pdf

diterjemahkan oleh Peter Yoksan 

 

Wahyu mengenai kehendak Allah bersifat progresif [tahap demi tahap]. Sebelum Alkitab ditulis, Allah telah datang mengunjungi manusia dalam bentuk theophanies (artinya, Allah menampakkan Diri sebagai Manusia kepada manusia). Sejarah tentang kedatangan tiga tamu sorgawi mengunjungi Abraham, mereka makan makanan lezat yang dihidangkan di hadapan mereka seperti apa yang TUHAN ungkapkan kepada Abraham tentang apa yang hendak Ia lakukan terhadap Sodom, sejarah ini sangat dikenal oleh para pelajar Perjanjian Lama (Kejadian 18). Allah menampakkan Diri kepada Abraham, apakah itu dengan visi/penglihatan atau theophany, untuk mengarahkan dia mengenali tujuan yang harus ia tempuh, adalah merupakan satu dari banyak penampakan yang telah Dia lakukan kepada para Patriach [nenek moyang]. Ketika para kaum-kudus zaman purba menerima pengarahan Allah, tanpa ragu-ragu terhadap kehendakNya, mereka telah taat, ya, bahkan Abraham, yang telah meninggalkan kampung-halamannya walaupun ia tidak mengetahui kemana ia harus pergi (Ibrani 11:8). Karena, ia berjalan dengan iman, dan bukan dengan pandangan-mata. Karena ketaatannya yang bersifat segera kepada kehendak Allah yang mengarahkannya, Abraham menerima kehormatan dengan panggilan sebagai “Sahabat Allah” (2 Tawarikh 20:7; Yesaya 41:8; Yakobus 2:23).


 

Apakah Allah mengunjungi kita pada zaman ini dengan theophany dan melalui visi/penglihatan? Apakah Allah mengarahkan kita pada hari ini dengan cara berbicara kepada telinga-telinga kita seperti yang Dia telah lakukan kepada Samuel (1 Samuel 9:15)? Jelas, sekarang kita telah memiliki Wahyu Final dalam FirmanNya Yang Telah Tertulis - dalam Kitab Suci, kita harus menolak pengakuan kaum Kharismatik yang pada hari ini masih mengaku bahwa mereka telah mendengarkan suara-suara dari TUHAN dan telah melihat visi-visi berulang-ulang kali.


 

Ada seorang gembala sidang muda yang mengatakan kepada seorang gadis muda yang adalah anggota jemaatnya, “Demikianlah Firman TUHAN, aku akan menikahi kamu.” Ia sedang melakukan pemaksaan dengan klaim “berdasarkan kekuasaan-dari-atas” kepada gadis muda ini untuk menikah dengan dirinya si gembala sidang. Tetapi mereka bercerai beberapa minggu kemudian. Para gadis-muda di gereja-gereja Kharismatik perhatikanlah nasihat ini: Jika seorang pria-muda mengusulkan kepadamu bahwa ia mengaku telah menerima arahan dari Allah, maka kamu harus menjawab dengan tegas kepadanya: “Tetapi untukku, aku tidak mendengar Allah mengatakan kepadaku untuk menikah denganmu tadi malam maupun pada pagi hari ini.”

 

Last Updated on Thursday, 18 August 2011 16:59
 
Share