KEHENDAK KEKAL DARI ALLAH PDF Print E-mail
Written by Buswell, T Tow & J Khoo   
Wednesday, 17 August 2011 21:56

 

KEHENDAK KEKAL DARI ALLAH


A Systematic Theology

In the

Reformed and Premillennial Tradition

of J Oliver Buswell

By

Timothy Tow and Jeffrey Khoo

 

http://febc.edu.sg/assets/pdfs/febc_press/Theology_for_Every_Christian.pdf

diterjemahkan oleh Peter Yoksan 


“Apa itu kehendak-kehendak (dekrit) Allah? Kehendak Allah adalah tujuan kekalNya sesuai dengan hikmat dari keinginanNya, diperuntukkan kemuliaanNya Sendiri, yang telah Dia tentukan sebelumnya apasaja yang harus terjadi” (Katekisasi Singkat Westminster, Pertanyaan ke 7).

 


“Apa yang dimaksud dengan pekerjaan providensi Allah? Pekerjaan providensi Allah adalah, dengan kemahakudusanNya, hikmat dan kuasaNya menjaga dan memerintah seluruh ciptaanNya termasuk menjaga dan memerintah seluruh aksi dari ciptaanNya” (Katekisasi Singkat Westminster, Pertanyaan ke 11).


 

Dekrit/kehendak Allah adalah keputusan-keputusan mahakuasa Allah yang dibuatNya mendahului waktu sebelum segala sesuatu akan terjadi di dunia yang telah Dia ciptakan dan dijagaiNya pada saat ini. Kehendak kekal Allah tercantum dalam kutipan di atas dari Katekisasi Singkat Westminster didukung oleh banyak bukti dalam Kitab Suci. “Sesuai dengan hal ini Dia telah memilih kita sebelum fondasi dunia, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya dalam kasih: Dengan menentukan (predestinasikan) kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk diadopsi menjadi anak-anakNya untuk DiriNya Sendiri, sesuai dengan keinginan baik dalam kehendakNya” (Efesus 1:4-5). “Juga di dalam Dia kita telah memperoleh suatu warisan, setelah ditentukan (dipredestinasikan) sesuai dengan tujuanNya yang bekerja dalam segala sesuatu sesuai dengan hikmat dari kehendakNya” (Efesus 1:11). Ayat-ayat ini dengan jelas mengajarkan bukan hanya tentang doktrin pemilihan yang dengannya umat Allah terselamatkan secara kekal, tetapi juga doktrin menyeluruh yang bersifat universal tentang dekrit-dekrit Allah yang bersifat mencakup segala sesuatu (all-inclusive). Dia adalah Pribadi “yang bekerja dalam segala sesuatu sesuai dengan hikmat dari kehendakNya Sendiri.”



 

Dengan kuasa tak-terhingga dan hikmat tak-terhingga, Allah telah dari kekekalan lampau, telah memutuskan dan memilih dan telah menentukan jalan dari segala peristiwa tanpa ada pengecualian untuk masa kekal mendatang. Allah selalu memegang kendali. Tidak ada satupun peristiwa yang terjadi secara kebetulan.

 

Last Updated on Thursday, 18 August 2011 16:54
 
Share