SATU ALLAH DALAM TIGA PRIBADI PDF Print E-mail
Written by Buswell, T Tow & J Khoo   
Wednesday, 17 August 2011 22:14

 

SATU ALLAH DALAM TIGA PRIBADI


A Systematic Theology

In the

Reformed and Premillennial Tradition

of J Oliver Buswell

By

Timothy Tow and Jeffrey Khoo

 

diterjemahkan oleh Peter Yoksan

Pertanyaan ke 5 dalam Katekisasi Singkat Westminster: “Apakah ada lebih dari satu Allah? Jawaban: Hanya ada satu Allah, yang hidup dan yang benar.” Pertanyaan ke 6: “Ada berapakah Pribadi dalam ke-Allah-an (Godhead)? Jawaban: “Ada tiga Pribadi dalam ke-Allah-an; Bapa, Putra dan Roh Kudus; dan ketiga Pribadi ini adalah Allah yang Esa, sama dalam substansi dan setara dalam kekuasaan dan kemuliaan.” Keesaan Allah adalah tenet esensial dalam iman Kekristenan. Tetapi keesaan Allah, terkandung di dalamnya ketigaan (threeness). Alkitab mengajarkan bahwa Allah yang Esa dan yang hidup dan yang benar bereksistensi melalui tiga Pribadi, masing-masing Pribadi adalah Allah. Sifat Ketritunggalan Allah ini adalah sebuah misteri, tetapi orang tidak percaya mengejek hal ini sebagai sebuah kontradiksi. Contohnya, kaum modernis yang berbahaya, Harry Emerson Fosdick, ucapannya dikutip sebagai-berikut, “Doktrin Tritunggal adalah sebuah pertentangan dalam ilmu aritmatika.” Tentu saja pernyataan ini bukanlah pernyataan yang benar, karena dalam Tritunggal bukan diajarkan bahwa satu tambah satu tambah satu sama dengan satu (1+1+1=1). Akan tetapi, Alkitab mengajarkan bahwa ada satu Allah, bukan tiga, dan bahwa Allah itu tiga Pribadi, masing-masing Pribadi adalah Allah. Satu dikali satu dikali satu sama dengan satu (1x1x1=1) adalah benar.


 

Jati-Diri Allah adalah komplek. Sebagai manusia yang terbatas, kita tidak akan pernah dapat secara menyeluruh mengerti tentang Allah. Spurgeon berkata benar, “Seperti seekor lalat mencoba meminum seluruh samudera, demikianlah seorang ciptaan yang terbatas mencoba memahami Allah Yang Kekal” (Ulangan 29:29, Mazmur 145:3, Yesaya 55:8-9, Roma 11:33).

 

 

Ini adalah sejarah pewahyuan yang mengajarkan doktrin Tritunggal, bukanlah filsafat spekulatif. Doktrin Alkitabiah tentang Tritunggal dapat dengan baik dibuat garis-besarnya dengan empat proposisi: (1) Allah itu esa. (2) Yesus adalah Allah. (3) Roh Kudus adalah Allah. (4) Ketiga Pribadi ini saling berhubungan sebagai subyek dan obyek, masing-masing kepada Pribadi yang lain di dalam ke-Allah-an.

 

 

Ayat bukti yang paling jelas tentang doktrin Tritunggal tercantum dalam 1 Yohanes 5:7: “Karena ada tiga yang bersaksi di sorga, Bapa, Firman dan Roh Kudus: dan ketiga-Pribadi ini adalah satu” (Textus Receptus dan Alkitab King James).

 

 

Kita melihat secara jelas tiga Pribadi yang unik dalam Tritunggal yang beraksi saat pembaptisan Yesus: (1) Allah Putra sedang berada di muka bumi, Ia sedang menjalani pembaptisan air, (2) Allah Bapa di sorga, memuji PutraNya yang Ia kasihi, dan (3) Allah Roh Kudus turun dari sorga ke bumi dalam bentuk burung merpati (Matius 3:16-17).

 

 

Pengajaran Alkitabiah ini jelas. Hanya ada satu Allah. Dalam keesaanNya, terdapat ketigaan. Ada tiga Pribadi dalam ke-Allah-an: Bapa, Putra dan Roh Kudus. Ke tiga Pribadi ini tidak dapat dipisahkan tetapi dapat dikenali; Bapa bukan Putra, Putra bukan Roh Kudus, Roh Kudus bukan Bapa; tetapi Bapa adalah Allah, Putra adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah (Allah yang hidup dan yang benar adalah Allah yang esa). Satu Allah dalam Tiga Pribadi adalah Allah, bukan manusia, bukan aritmatika.

 

http://febc.edu.sg/assets/pdfs/febc_press/Theology_for_Every_Christian.pdf

Last Updated on Thursday, 18 August 2011 16:31
 
Share