ALLAH ADALAH ROH PDF Print E-mail
Written by Buswell, T Tow & J Khoo   
Wednesday, 17 August 2011 22:22

 

ALLAH ADALAH ROH


A Systematic Theology

In the

Reformed and Premillennial Tradition

of J Oliver Buswell

By

Timothy Tow and Jeffrey Khoo

 


diterjemahkan oleh Peter Yoksan

Pernyataan, “Allah adalah Roh,” datang dari TUHAN kita sendiri. Ini, Dia katakan dalam jawaban kepada perempuan Samaria bahwa Allah adalah Roh, penyembah-penyembah sejati, “harus menyembah Bapa dalam roh dan dalam kebenaran: karena Bapa mencari orang demikian untuk menyembahNya” (Yohanes 4:23). Kata-kata yang Yesus katakan bahwa Allah bukanlah Jati-Diri berfisik, seperti manusia, seperti imajinasi kaum Mormon.


 

Dalam lima buku pertama Alkitab, natur bukan-badaniah dari Allah adalah dasar dari Perintah Kedua yang melarang penyembahan “segala sesuatu yang menyerupai apapun” dari suatu natur berbadan (Keluaran 20:4). Sebelum Musa mengutip kembali Sepuluh Perintah di Ulangan 5, dia tanpa lelah menekankan perintah yang melarang penyembahan suatu mahluk berbadan atau benda materi. “Kamu-semua telah mendengar suara dari kata-kata, tetapi tidak melihat suatu rupa; kamu-sekalian cuma mendengarkan suatu suara” (Ulangan 4:12). Karena itu kamu-semua harus berhati-hati sekali sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat untukmu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan; yang berbentuk binatang yang di bumi, atau berbentuk burung bersayap yang terbang di udara, atau berbentuk binatang yang merayap di muka bumi, atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi; dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang-bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka,” (ayat 14-19). “Kamu-semua berhati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian TUHAN, Allahmu, yang telah diikatNya dengan kamu dan membuat untukmu patung yang menyerupai apapun yang oleh TUHAN, Allahmu, dilarang kauperbuat” (ayat 23; juga lihatlah ayat 25, 28, dll.) Begitu banyak teguran tentang penyembahan berhala di seluruh Perjanjian Lama adalah berdasarkan kebenaran bahwa Allah adalah Roh, bukan Jati Diri yang mempunyai tubuh. Calvin berkata dengan tepat, “Pada waktu apa-saja saat patung dibuat sebagai perwakilan Allah, kemuliaan Ilahi dirusak melalui kesalahan tak-saleh.”

 

http://febc.edu.sg/assets/pdfs/febc_press/Theology_for_Every_Christian.pdf

Last Updated on Thursday, 18 August 2011 16:18
 
Share