APAKAH ALLAH ITU? PDF Print E-mail
Written by Buswell, T Tow & J Khoo   
Wednesday, 17 August 2011 22:23

 

APAKAH ALLAH ITU?


A Systematic Theology

in the

Reformed and Premillennial Tradition

of J Oliver Buswell

by

Timothy Tow and Jeffrey Khoo

 

http://febc.edu.sg/assets/pdfs/febc_press/Theology_for_Every_Christian.pdf


diterjemahkan oleh Peter Yoksan

Uraian terbaik mengenai Allah ditemukan dalam Katekisasi Singkat Westminster, Pertanyaan nomor 4: “Apakah Allah itu? Jawabannya: Allah adalah Roh, tidak-terhingga, kekal dan tidak berubah, dalam Jati Diri, hikmat, kuasa, kekudusan, keadilan, kebaikan dan kebenaranNya.”


 

Suatu kisah yang memberikan inspirasi di balik jawaban atas pertanyaan ini diceritakan oleh William M Hetherington: “Ada suatu anekdot yang berhubungan dengan pembentukan Katekisasi Singkat, bukan hanya penuh daya tarik tetapi juga sekaligus begitu indah sehingga tidak boleh diabaikan. Dalam rapat permulaan dari komisi ini, judul yang perlu dibahas adalah untuk merangkai suatu jawaban atas pertanyaan, ‘Apakah Allah itu?’ Masing-masing mereka merasa kata-kata dalam pertanyaan itu mengandung gagasan ilahi agung yang tak-terlukiskan dengan kata-kata; Tetapi siapakah yang dapat berusaha memberi jawaban dengan ungkapan dalam bahasa manusia! Seluruh mereka merasa tidak layak untuk tugas yang terlalu kudus dan penuh-hormat dan rasa takut-sujud ini. Pada akhirnya hal ini terselesaikan, sebagai suatu ekspresi kerendahan-jantung yang amat dalam dari komisi, sehingga anggota yang berusia paling muda haruslah yang mencoba untuk menjawab. Dia dengan sopan menolak, kemudian dengan berat-hati setuju; tetapi memohon amat-sangat supaya para saudara harus terlebih dahulu bersatu dalam doa dengannya supaya mendapatkan penerangan ilahi. Kemudian dengan logat lambat dan berhikmat ia mulai berdoa: “Ya Allah, Engkau adalah Roh, tidak-terhingga, kekal dan tidak berubah, dalam Jati DiriMu, hikmat, kuasa, kekudusan, keadilan, kebaikan, dan kebenaranMu.’ Ketika ia berhenti, kalimat pertama dalam doanya segera dicatat oleh salah satu dari seorang saudara, dibaca dan diadopsi, sebagai jawaban paling sempurna yang begitu meyakinkan – yaitu, kenyataannya, dalam suatu cita-rasa yang sangat sakral, jawaban doa dari Allah Sendiri, diberikan kepada yang berdoa dalam doanya, uraian tentang DiriNya Sendiri. Pertanyaannya, siapakah yang paling muda di dalam komisi tersebut? Ketika kita membandingkan tanggal-tanggal lahir dari anggota-anggota komisi satu-persatu, kita menemukan bahwa George Gillespie adalah yang termuda, ia lebih muda dua belas tahun dari yang lain. Karena itu, kita dapat, dengan aman mengatakan bahwa George Gillespielah orang yang dituntun secara rohani untuk membingkai hampir tanpa disadarinya jawaban ajaib ini.

 

Last Updated on Thursday, 18 August 2011 16:17
 
Share