TUHAN Memberkati dan Menjaga Kamu Semua PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 15 January 2011 10:21

Ringkasan Khotbah 09 Januari 2011


Tuhan Memberkati dan Menjaga Kamu Semua

Bilangan 6:22-27


Oleh : GI Peter Yoksan


Setiap akhir ibadah kita selalu menyanyikan lagu No. 424 yang ditulis oleh Peter C. Lutkin berdasarkan Bilangan 6:22-27. Di dalam bahasa aslinya, kata-kata di ayat 24-26 “Tuhan memberkati dan menjaga engkau semua dst” hanya terdiri dari 15 kata dan itu hanya boleh diucapkan imam yaitu Harun dan keempat putranya.  Jadi hanya 5 orang saja yang boleh mengucapkan kata-kata itu untuk memberkati orang yang datang beribadah di tenda pertemuaan. Jadi tidak sembarang orang boleh menyatakannya. Akan tetapi, sekarang semua orang percaya boleh  mengucapkan kata-kata itu karena setiap orang percaya adalah imam (I Petrus 2: 9).


 

Ayat 22, “Tuhan berfirman kepada Musa.” Di dalam Kitab Bilangan kebanyakan Tuhan berfirman dahulu kepada Musa baru kemudian disampaikan kepada Harun dan putra-putranya. Ayat 23,”Berbicaralah kepada Harun dan putra-putranya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel.” Kata “kamu” dalam ayat ini berarti imam.


 

Poin 1: Ayat 24, ”Tuhan akan selalu memberkati engkau semua dan melindungi engkau semua”. Tuhan hendak selalu memberkati kita. Untuk menerima berkat Tuhan kita harus tunduk kepada Firman Tuhan. Seringkali dengan cereboh kita mengetik SMS dengan tulisan GBU (God Bless You = Allah memberkati engkau) tetapi tidak pernah mendoakan orang yang kita kirimi SMS. Sebelum memberkati orang kita terlebih dahulu harus berdoa untuk orang tersebut. Sebelum memberkati orang Israel Musa berdoa dulu kepada Tuhan.  Tuhan juga melindungi kita dan akan selalu melindungi kita. Ia menjaga Firman-Nya dengan sempurna, demikian juga Ia akan menjaga kita (Mazmur 12:7). Bahasa Ibrani berkat adalah berlutut secara intesif. AT Towzer berlutut bukan hanya untuk berdoa tetapi juga untuk membaca Alkitab dan belajar teologia.


 

Poin2: Ayat 25, “Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia”. Maksud di sini adalah Tuhan bersedia mendengarkan doa kita dan  memberikan kasih (keselamatan melalui Injil) secara cuma-cuma melalui kematian Yesus Kristus sehingga kita punya kesempatan untuk masuk surga. Di dalam berdoa, kita harus memperhatikan bahwa doa kita harus mengandung 5 S yaitu: 1) Sapa. Kita harus memulai doa dengan menyapa Tuhan sebagai “Bapa Sorgawi”; 2) Sesal. Artinya kita harus menyesali dosa-dosa kita dengan mengaku dosa di dalam doa; 3) Syukur. Jangan lupa bersyukur kepada Tuhan untuk anugerah, kemurahan dan berkat Tuhan; 4) Sahabat/Sendiri. Setelah bersyukur baru kita berdoa untuk orang lain yaitu teman (sahabat) dan terakhir untuk diri sendiri; 5) Sah. Maksud di sini adalah bahwa doa kita harus disahkan yaitu ditutup di dalam nama Yesus supaya doa dan permohonan kita bisa sampai kepada Bapa.


 

Poin 3: Ayat 26, ”Tuhan menghadapkan wajah-Nnya kepadamu dan memberi engkau damai-sejahtera.” Di PB hanya III Yohanes 1:15 yang salam “shalom” nya disampaikan tanpa didahului anugerah/kasih-karunia dan rahmat. Selain itu seluruh salam selalu didahului anugerah baru damai/shalom. Tanpa menerima anugerah/percaya Injil Yesus maka tidak ada shalom. Tuhan ingin menghadapkan wajah-Nya kepada kita, artinya Tuhan berkenan kepada kita karena kita telah menerima kasih karunia-Nya dan melakukan pekerjaan-Nya. Pada saat Yesus dibaptis, dari langit terdengar suara Bapa “Inilah Putra-Ku yang Kukasihi. Kepada-Nya lah aku berkenan.” Ketika Stefanus hampir mati ia melihat Yesus berdiri dan menjemputnya karena Yesus berkernan kepada Stefanus yang telah menyelesaikan pekerjaan Yesus di bumi.


Diringkas oleh Elisabet Cong, diedit oleh Pipit M Jong

 

 

Last Updated on Saturday, 06 August 2011 17:52
 
Share