SANDAR SELALU KEPADA TUHAN SUPAYA SETIA SAMPAI MATI PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 06 August 2011 16:21

Ringkasan Khotbah 22 Februari 2009

 

SANDAR SELALU KEPADA TUHAN SUPAYA SETIA SAMPAI MATI

  I Korintus 3:18-4:5

Pengkhotbah: GI Peter Yoksan

 

Gereja bukan hanya gedung tetapi adalah kumpulan anak-anak Tuhan yang sudah ditebus oleh darah Kristus dan yang dipanggil untuk menjadi saksi-Nya. Ada 5 landasan gereja, yaitu:         1) tempat dimana Allah selalu dimuliakan (Roma 11:36); 2) Alkitab sebagai dasar gereja ( Efesus 2:20); 3 .ajaran-ajaran Tuhan supaya ditaati;   4)  Tuhan memberikan pertumbuhan kualitas dan kuantitas kepada gereja (Yoh. 3:5); dan 5) anugerah kepemimpinan rohani. (Efesus 4:11).

 

Sifat dasar orang Kristen/organ dalam gereja ada 15 point yaitu: 1) taat (I Sam.15:22);  2) murah dan rendah hati (Fil. 2:8);  3) kasih agape (Yoh. 3:16);  4) bersatu di dalam kebenaran (Ef. 4; I Kor. 13:6);  5) suka-cita senatiasa (Luk. 10:20); 6) syukur dalam segala hal (I Tes. 5:18); 7) damai (Gal. 5:22-23); 8) disiplin ibadah (II Tim. 2); 9) saling memaafkan (Mat 5:23); 10) sandar selalu pada Allah (Amsal 3:5); 11) setia (Gal. 5:22-230; 12) lemah lembut (Mat. 5:5); 13) bertumbuh (I Tim. 4:15); 14) berharap (I Petrus 1:3);dan 15) tanggung jawab (Mat. 25:21). Yang menjadi pokok bahasan adalah point ke 10 yaitu sandar selalu kepada Tuhan. Ciri khas orang percaya adalah selalu bersandar kepada Tuhan seperti ayat hafalan minggu kemarin yaitu Amsal 3:5-6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”. Kata “sandar dan setia” dapat disingkat menjadi  “sunset” untuk mudah mengingatnya. Gereja kita ada ibadah “sunset” yaitu ibadah jam 6 sore ketika matahari terbenam. Ketika mendengar kata “sunset” maka kita ingat cirri khas kita sebagai orang percaya yang adalah sandar kepada Tuhan dan setia sampai mati.

 

Pokok pembelajaran ialah bagaimana kita bersandar kepada Tuhan yaitu percaya kepada Tuhan. Kata percaya dalam bhasa Ibrani adalah “batak”. Ilustrasi untuk kata “sandar” adalah keitka kita datang ke gereja kita duduk dan bersandar di kursi gereja karena karena kita percaya bahwa kursi gereja itu dapat menopang tubuh kita. Kata bersandar terdapat 170 kali di dalam Perjanjian Lama, 50 kali di Kitab Mazmur dan 15 kali di Kitab Amsal.

 

Ada lima hal mengapa kita bersandar kepada Tuhan yaitu  1) Tuhan adalah satu-satunya sumber dari segala kebaikan (Mazmur 34:9);   2) Manusia dirancang sedemikan rupa sehingga manusia selalu bergantung kepada Tuhan; 3) Selalu sadar untuk senatiasa sandar kepada Tuhan, seperti Raja Hizkia  yang bersandar kepada Tuhan saat bahaya mengancam. Raja Daud yang selalu bersandar kepada Tuhan di dalam hidupnya, Dan contoh yang paling sempurna adalah Tuhan Yesus (Yoh. 14:10); 4) Tuhan sudah berjanji bahwa apa yang kita pinta sesuai dengan kehendak Tuhan akan dipenuhi; 5) Bersandar kepadanya dengan menyeluruh, tanpa ragu, tanpa takut dan jangan tidak percaya.  (Markus 12:30-31).

 

 Diringkas oleh Hendriana , diedit oleh PMJ

 
Share