Bagaimana Menjadi Saksi Kebangkitan Yesus PDF Print E-mail
Written by Pdt Elyakin Phang   
Saturday, 06 August 2011 18:06

Ringkasan Khotbah 02 Mei 2010


Bagaimana Menjadi Saksi Tentang Kebaktian Yesus

Kisah Para Rasul 4:33

Oleh: Pdt. Elyakin Phang


Pengajaran tentang kebangkitan Yesus adalah pengajaran yang sangat penting. Ia terkandung di dalam Pengakuan Iman Rasuli. Rasul Paulus juga mengatakan bahwa jika Yesus tidak bangkit maka sia-sialah kepercayaan kita. Tokoh-tokoh agama yang lain seperti Sidarta Gautama, Pendiri Agama Tau dsb setelah mati tidak bangkit lagi. Tetapi Yesus yang kita percayai adalah Allah yang hidup, kubur-Nya kosong karena Ia telah bangkit. Yesus bukan pemimpin agama tetapi Ia adalah “Juruselamat” yang telah menanggung dosa manusia di kayu salib.


Untuk menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus maka kita harus:

1. Menjadi kesaksian di dalam perbuatan. Setiap manusia yang normal baik yang percaya maupun yang tidak percaya masing-masing punya paca indera yang sama. Perbedaannya teletak pada kesaksian/perbuatan. Yakobus 2 mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Iman dan perbuatan adalah bagaikan kembar. Iman tidak dapat dilihat orang tetapi perbuatan dapat. Perbuatan kita sehari-hari adalah kesaksian kita. Mata orang dunia sangat jeli. Kalau kelakuan kita tidak lebih baik dari mereka maka mereka tidak akan percaya Yesus. Perbuatan yang baik dari orang percaya adalah lebih baik dari khotbah di mimbar karena khotbah di mimbar hanya bersifat teoritis. (Lihat Matius 5).


2. Menjadi kesaksian di dalam perkataan.
Paulus mengatakan hendaklah kata-kata kita itu memberi rasa seperti garam. Di dalam berkata-kata kita harus berhati-hati. Saring dan pikirkan terlebih dahulu apakah kata-kata kita itu akan berpengaruh terhadap orang lain. Kata-kata kita adalah suara dari hati kita. Dari kata-kata kita orang lain dapat menilai pribadi kita. Kata-kata orang percaya dapat mempengaruhi satu jiwa untuk selamat atau tidak. Hari ini banyak orang percaya yang tidak dapat mengontrol kata-katanya sehingga mereka tidak dapat menjadi saksi kebangkitan Yesus sebaliknya menjadi batu yang masih menutupi kubur Yesus. Orang Kristen paling tidak harus bertobat di dalam 4 hal yaitu: 1) bertobat dengan lidahnya; 2) bertobat dengan otaknya; 3) bertobat dengan pikirannya; 4) bertobat dengan dompetnya. Orang yang sudah percaya adalah ciptaan baru (II Kor. 5:17).


3. Menggunakan keluarga sebagai tempat bersaksi.
Setiap keluarga orang percaya hendaknya mengadakan Kebaktian Rumah Tangga secara berkala misalnya setiap minggu atau sebulan sekali sehingga orang lain dapat melihat bahwa mereka adalah keluarga yang percaya Tuhan. Keluarga adalah sangat penting. Markus 5 mengajarkan bahwa Yesus mau pertama-tama menyelamatkan orang di keluarga kita. Gereja mula-mula adalah gereja rumah, dari situlah Injil diberitakan. Ketika itu Paulus dan Barnabas juga tinggal di rumah-rumah jemaat sehingga menjadi pos-pos penginjilan. Keluarga-keluarga itu meneruskan pemberitaan Injil setelah Paulus pergi. Paulus ke Eropah ke rumah Lidia yang kemudian dijadikan gereja Filipi. Keluarga Lidia menjadi keluarga yang memuliakan Tuhan.


4. Menggunakan tempat kerja/profesi sebagai tempat bersaksi.
Janganlah kita hanya berani berdoa dan memuji Tuhan di gereja tetapi di tempat kerja kita takut dan malu. Menjadi orang percaya harus berani menanggung resiko bahwa setiap kali kita membuka mulut memberitakan Tuhan mungkin kita akan dicemoohkan. Paulus menghadapi dan tantangan yang berat di dalam memberitakan Injil tetapi dia sama sekali tidak mundur (II Kor. 11:24-33). Kita tidak perlu seperti berkhotbah di mimbar di tempat kerja kita tetapi yang paling penting kita beritakan tentang kebaikan dan kelakuan Yesus sehingga orang dapat melihat kebangkitan Yesus di dalam diri kita.


Semoga kita dapat taat kepada Tuhan dengan menjadi saksi kebangkitan Yesus. Amin.

(Diringkas oleh Pipit MJ)

Last Updated on Thursday, 25 August 2011 05:26
 
Share