Tujuh (7) Aspek Kehendak Allah (Aspek IV: Desiratif) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 14 January 2012 17:46

 

Ringkasan Khotbah 01 Januari 2012


Kehendak Desiratif Allah (Aspek ke 4 Kehendak Allah)

Yoh 3:1-21

Oleh: GI Peter Yoksan


Tujuh aspek kehendak Allah dapat diringkas menjadi 2 kalimat yaitu: 1) Te-rse-rah TUHAN. Te: Tetap (Ketetapan/dekritif TUHAN dalam peciptaan & pemilihan);  Rse: Resep/Preseptif Allah supaya melalui Sepuluh Hukum (Kel 20) dan dengan perintahNya manusia diArahkan/Direktif TUHAN  seperti arahan kepada Abraham (Kej 18). TUHAN ingin (desiratif) manusia bekerja-sama (kooperatif) dengan kehendakNya tetapi jika manusia membandel maka Ia mengizinkan (permisif) dengan resiko mendapatkan rotan (chestatif) supaya manusia bertobat tetapi jika tetap tidak mau bertobat maka TUHAN akan menghukum kekal manusia (punitive).


Yohanes 3 adalah mengenai Nikodemus, seorang guru dan pemimpin agama Yahudi. Ia datang kepada Yesus di malam hari. Pada saat itu Yesus sedang dimusuhi orang Yahudi dan Nikodemus tidak ingin terlihat oleh mereka. Nikodemus tahu bahwa Yesus diutus dari Allah. Yesus tahu bahwa Nikodemus belum menerima keselamatan/belum lahir baru. Artinya, ia belum bisa masuk kerajaan sorga. Yesus seorang yang terus terang. Ia tidak bertele-tele kepada Nikodemus. Ia memberitahu Nikodemus bahwa ia belum lahir kembali, namun oleh perkataan ini Nikodemus tidak mengerti. Kemudian Yesus menjelaskan kepadanya bahwa dilahirkan kembali berarti hidup baru yaitu bertobat dan menerima Tuhan Yesus.


Di Alkitab terdapat 5 ayat yang menyatakan keinginan Allah supaya jangan ada orang berdosa yang binasa. Yang paling terkenal adalah Yoh 3:16, Yehezkiel 33:11 yang dikutip di 2 Petrus 3:9 serta Yeh 18:23 dan yang paling gampang diingat alamatnya adalah dengan mnemonic 1234 yaitu 1 Tim 2:3-4. “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,  yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.”


Tuhan tidak ingin manusia binasa. Ia menawarkan Injil kepada semua manusia dalam Yoh 3:16 (bukan kepada kelompok pilihan saja seperti kata para Hyper Calvinist yang salah percaya bahwa hanya pembeli saja yang dapat masuk toko yang sedang mengadakan obral besar musim Natal). Semua orang dapat masuk ke toko yang sedang obral besar tetapi hanya pembeli saja yang dapat menikmati diskon. Agustinus berkata bahwa keselamatan Allah cukup untuk seluruh manusia tetapi efektif hanya untuk orang pilihan saja.


Jika manusia binasa maka yang bertanggung-jawab atau yang dapat disalahkan adalah manusia itu sendiri, bukan Allah Yang Berdaulat seperti ilustrasi kulit pisang yang diceritakan oleh Pdt Timothy Tow. Orang yang terkilir kakinya karena terpeleset kuling pisang saat diundang makan malam oleh Gembala Sidang tidak dapat memperkarakan penyebab jarak jauh tetapi yang mungkin dapat disalahkan adalah kulit pisang  tetapi yang paling bersalah adalah diri orang itu yang tidak berwaspada sehingga terpeleset.


Diringkas oleh Eunice Elson,, diedit oleh Pipit MJ

 

Last Updated on Saturday, 14 January 2012 17:49
 
Share