Tujuh (7) Aspek Kehendak Allah (Aspek V: Kooperatif) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 14 January 2012 17:50

 

Ringkasan Khotbah 08 Januari 2012


Kehendak Koperatif dari Allah (Aspek ke-5 Kehendak Allah)

Kejadian 24:34-67

Oleh: GI Peter Yoksan


Banyak orang tidak tahu kehendak Allah. Ada orang yang berpikir bahwa mencari kehendak Allah adalah dengan cara membuka Alkitab secara random  lalu membacanya, maka itulah kehendak Allah. Misalnya jika ada seseorang yang sedang menghadapi masalah lalu ia dengan sembarangan membuka Alkitab dan kemudian membaca kata-kata, “Yudas menggantung diri,” lalu apakah menggantung diri merupakan kehendak Allah bagi orang itu. Tentu saja bukan. Mencari kehendak Allah tidak dapat dilakukan dengan cara seperti itu.


Pdt. Dr Timothy Tow menggambar jam 7 aspek kehendak Allah berdasarkan tulisan  Yohanes Calvin dan pengkhotbah merangkum menjadi 2 kelompok besar, yaitu yang vertikal: 1) dekritif (ketetapan Allah); 2) preseptif (Sepuluh Hukum); 3) direktif (pengarahan); 4) desiratif (keinginan Allah). Dan yang horizontal: 5) koperatif (kerja sama dengan Allah); 6) permisif (Allah mengizinkan manusia melakukan kehendaknya sendiri); 7) punitif (Allah akan menghukum mereka yang tidak mau taat). Kita sudah mempelajari 4 aspek yang vertikal.


Aspek ke 5 yaitu aspek koperatif dimana Allah ingin kita bekerja sama dengan Dia adalah supaya kita dapat hidup bahagia (Kej 24:48). Kejadian 24 merupakan suatu pasal Alkitab yang panjang yang terdiri dari 67 ayat yang mengulas tentang organisasi/lembaga yang pertama dibentuk oleh Allah di dunia yaitu keluarga, bukan DPR, negara atau organisasi/lembaga lain. Keluarga begitu penting di mata Allah.  Setelah Adam dan Hawa, tercipta, Allah membentuk mereka menjadi keluarga.  Jika keluarga ingin menjadi keluarga yang diberkati maka suami harus dekat. Kunci supaya suami istri bisa semakin dekat adalah masing-masing suami maupun istri semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Seperti segi tiga sama kaki, Tuhan di puncak, suami di kanan dan istri di kiri, suami istri harus sama-sama mendekatkan diri dengan Tuhan maka jarak antara suami istri akan menjadi semakin dekat.


Dalam Kejadian 24, Abaraham sudah tua dan putranya Ishak sudah berumur 40 tahun namun belum berkeluarga. Abraham melibatkan Tuhan di dalam jodoh putranya karena ia ingin putranya mendapatkan gadis yang seiman dengan mereka. Meskipun keluarga merupakan lembaga yang terkecil, namun ia adalah yang terpenting. Oleh sebab itu kita harus melibatkan Tuhan di dalam jodoh kita. Sebagai orang percaya, janganlah kita takut menjadi bujang/perawan tua. Jodoh kita sudah diatur Tuhan, namum kita harus mencari pasangan seiman dengan kita.


Lima dari sepuluh sikap baik  Eliezer (budak yang disuruh Abraham untuk mencarikan isteri bagi Ishak) yang patut kita teladani sebagai orang Kristen adalah sbb:


1. Eliezer dapat dipercaya dengan tugas yang penting (Kej 24:2-9). Ia bersedia disumpah. Sumpah kepada Allah adalah sumpah yang tertinggi. Sebagai hamba Tuhan kita harus bersedia bersumpah untuk melayani Dia selamanya (sumpah kekal).


2. Eliezer taat dan rajin (Kej 24:10-11). Ia berjalan dari Mesopotamia selama satu bulan.


3. Eliezer dekat dengan Allah (Kej 24:12-14). Bukan hanya Abraham yang dekat dengan Allah namun budaknya Eliezer juga dekat dengan Allah.


4. Eliezer tahu bagaimana berdoa (Kej 24:15-16). Ia tahu bagaimana berdoa yang benar dengan menyapa Allah, mengaku dosa, bersyukur dan kemudia baru memohon kepada Allah.


5. Eliezer bijak dan berani (Kej 24: 17-25). Ia memilihkan wanita yang tepat, cantik dan kuat untuk Ishak. Ribka bukan hanya memberi Eliezer minum namun juga ke-10 untanya yang kuat minum (10 unta kira-kira 10 drum air). Dan itu memenuhi tanda yang Eliazer pintakan pada Allah bahwa si wanita kuat itulah, yaitu Ribka, yang Allah sediakan untuk Ishak.


Diringkas oleh Rudy Rus, diedit oleh Pipit MJ

 

Last Updated on Saturday, 14 January 2012 17:52
 
Share