Manusia Ciptaan Baru PDF Print E-mail
Written by Pdt Elyakin Phang   
Tuesday, 07 February 2012 08:54

Ringkasan Khotbah 22 Januari 2012

Manusia Ciptaan Baru

II Korintus 5:17

Oleh: Pdt. Elyakin Phang

Besok tanggal 23 Januari 2012 adalah hari yang bertepatan dengan hari perayaan Tahun Baru Imlek 2563.  Meskipun tahun baru tetapi bumi tetap lama dan semakin tua, dosa bukannya semakin berkurang tetapi sebaliknya semakin bertambah. Di hari Imlek orang berharap keadaan akan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Pada hari raya Imlek, biasanya orang mengganti yang lama  dengan yang baru, membersihkan rumah, mengecat rumah agar tampil lebih menarik, memakai pakaian baru, kaum wanita pergi ke salon mengganti model rambut baru  dan merias wajah mereka dan sebagainya. Semua orang ingin tampil baru. Tahun memang berganti baru, namun apakah setelah 10 tahun, 20 tahun atau 50 tahun berlalu semua barang yang kita ganti akan tetap baru? Semua yang manusia sebut baru akan termakan waktu dan tentu akan disebut sebagai yang tua/lama (Pengkhotbah 1:10). Manusia ingin selalu yang baru, hidup dengan bermoral, melakukan perbuatan baik, bergaya hidup baru dan berinovasi, akan tetapi semua itu tidak akan dapat menghapus dosa-dosa masa lalu.

“Dosa asal” manusia akan selalu menjadi momok yang menakutkan jikalau ia tidak percaya kepada Yesus. “Dosa asal” manusia terjadi di taman Eden ketika nenek moyang manusia Adam dan Hawa  memakan buah yang dilarang oleh Tuhan. Karena Adam sudah berdosa maka kita semua keturunan Adam juga berdosa. Akibat/upah dosa adalah kematian (Roma 3:23.6:23, Kejadian 3:29).

II Korintus 5:17, mengatakan kalau kita di dalam Kristus maka kita adalah ciptaan baru, yang lama telah berlalu, sesungguhnya yang baru telah datang. Dahulu kala di Daratan Cina ada seorang pekerja tambang yang bekerja pada suatu proyek pertambangan. Suatu ketika ada seorang ahli pidato yang sangat terkenal datang berpidato di daerah itu. Ahli pidato itu adalah seorang yang tidak percaya Tuhan. Pekerja tambang itu ikut hadir mendengarkan pidato dari si ahli pidato itu. Di dalam pidatonya si ahli pidato menghimbau supaya para pendengarnya jangan percaya adanya Tuhan dan agama apapun karena itu akan membatasi mereka. Ia mengatakan bahwa Tuhan atau agama itu seperti obat bius yang akan membius mereka untuk melakukan ini dan itu sehingga mereka tidak dapat berkembang. Ia meminta para pendengarnya jangan percaya kepada Yesus karena menurut dia Yesus hanyalah seorang manusia biasa. Pekerja tambang yang sejak awal mendengarkan itu lalu berdiri dan mengangkat pembicaraan dengan memberikan kesaksian bahwa ia tidak setuju  dengan apa yang dikatakan oleh si ahli pidato itu. Ia mengatakan bahwa 3 tahun yang lalu dirinya adalah seorang pemabok dan penjudi yang sangat tidak berguna bagi keluarganya. Ia sering menelantarkan istri dan anak-anaknya bahkan sering memukul istrinya. Akan tetapi setelah ia percaya Yesus ia telah berubah menjadi seorang kepala keluarga yang baik dan bertanggung jawab. Ia yakin, dengan kemampuannya sendiri ia tidak mungkin akan berubah, kecuali Yesus yang telah merubah dia. Setelah mendengar kesaksian si pekerja tambang itu akhirnya si ahli piedato itu tidak dapat berkata apa-apa lagi lalu pergi dengan malu.

Saudara-saudara yang terkasih, Zakheus si kepala pemungut cukai yang sangat dibenci oleh orang, yang selalu memeras pajak orang juga berubah menjadi baik ketika ia bertemu Yesus. Manusia lama akan menjadi manusia baru ketika seserorang betul-betul percaya Yesus. Marilah kita mengoreksi diri, apakah kita telah menjadi manusia baru sejak kita percaya Tuha hingga saat ini. Sudah berapa lamakah kita percaya Tuhan? Semoga Tuhan menolong kita semua. Amin.

Diringkas oleh Hendriana, diedit oleh Pipit MJ

 
Share