Kehendak Permisif dari Allah - Bagian II (Aspek ke 6 Kehendak Allah ) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Tuesday, 21 February 2012 10:01

 

Ringkasan Khotbah 12 Februari 2012


Kehendak Permisif dari Allah - Bagian II (Aspek ke 6 Kehendak Allah )

Yunus 1-4

Oleh:  Gembala Sidang Peter Yoksan


Yunus diberi perintah yang jelas oleh Tuhan untuk pergi ke utara yaitu ke Kota Niniwe dan mengumumkan kabar yang jelas. Akan tetapi Yunus bukannya pergi ke utara, ia malah pergi ke selatan. Orang seperti Yunus ini adalah orang yang melawan perintah Allah. Ia pasti akan jatuh dan terus jatuh. Hal itu bisa kita lihat dari keadaan Yunus yang terus turun/jatuh, seperti: 1) Ia tidak mau pergi ke Kota Niniwe (daerah Galelia/bagian utara) tetapi malah pergi ke Yope yaitu ke  selatan yang adalah arah menurun dari daerah Galelia (Yunus 1:1-17); 2) ia pergi mengunakan kapal dan di dalam kapal Yunus berada di tempat paling dasar/bawah kapal; 3) lalu ia dibuang ke laut dan berada di tempat paling bawah yaitu di dasar laut, ditelan ikan besar sehingga berada di dasar perut ikan (Yunus 2). Akan tetapi setelah itu Yunus sadar, ia berdoa kepada Tuhan, bertobat dan Tuhan menolong dia sehingga ia pun selamat. Kemudian Yunus mengucap syukur kepada Tuhan atas pertolongan Tuhan kepadanya (Yunus 3). Sebagai orang percaya kita juga harus bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan Tuhan kepada kita setiap hari. Kita sepatutnya datang ke gereja pada hari Minggu, beribadah kepada Tuhan (Mazmur 100).


Setelah ditolong Tuhan, kemudian Yunus taat kepada Tuhan, namun ia taat karena terpaksa. Seorang hamba Tuhan yang taat dan melayani dengan terpaksa dapat dilihat dari khotbahnya. Dengan ketaatan yang terpaksa, Yunus kemudian menyampaikan khotbah yang sangat pendek (terpendek) dan tidak lengkap. Kata-katanya kurang dari 10 kata. Khotbahnya hanya menampilkan sisi negatif/ancaman saja dari Injil yaitu hanya menegur dosa dan memberitakan waktu celaka serta kematian. Khotbahnya keras, bersifat mengecam dan ketus. Khotbah yang lengkap dari seorang hamba Tuhan yang sungguh-sungguh seharusnya selain keras menegur juga harus bersifat membangun sehingga jemaat yang mendengarnya bisa bertobat. Khotbah yang lengkap itu harus seimbang yaitu menyampaikan sisi positif dan juga negatif dari berita Injil. Sisi positif itu misalnya bahwa Tuhan itu panjang sabar, Tuhan Yesus adalah satu-satunya Juru Selamat yang mengampuni dosa, tetapi jika tidak bertobat neraka kekal hukumannya.


Niniwe bukanlah seperti kota Istrael yang banyak penginjilnya. Di situ tidak ada  penginjilnya. Namun walaupun dengan khotbah yang super pendek/singkat dari Yunus yang satu-satunya penginjil yang  berkhotbah ke sana, orang Niniwe yang berjumlah kurang lebih 120.000 anak batita itu menjadi percaya dan bertobat (Yunus 3:5).


Dari Kitab Yunus kita belajar bahwa Allah itu maha kuasa karena Ia berkuasa atas: 1) manusia 600  ribu jiwa yang betobat; 2) laut; 3) ikan besar; 4) tumbuh-tumbuhan yaitu pohon jarak; 5) matahari; 6) ulat; 7) tahu hati Yunus sehingga Tuhan menghibur ia dengan pohon jarak


Tuhan ingin Yunus tahu bahwa Tuhan tidak hanya mengasihi orang Israel saja tetapi Ia mengasihi seluruh manusia yang ada di muka bumi. Tuhan tidak mau kita menjadi sombong.  Satu  ulat saja dikrim kepada Yunus sudah membuat Yunus merasa mau mati. Ini membuktikan bahwa manusia hidup nya gampang sekali pecah.Tapi Tuhan tidak ingin hidup kita pecah, Ia hanya ingin mengingatkan kita.


Diringkas oleh Ereen, diedit oleh Pipit MJ


Life is not easy so try to do one good thing for the LORD a day!

Hidup itu tidak mudah karena itu usahakanlah supaya dapat melakukan satu hal baik untuk TUHAN setiap hari!

 

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 10:04
 
Share