Ketika Saya Berbeban Berat PDF Print E-mail
Written by Ajin Thu   
Saturday, 25 February 2012 07:42

Ringkasan Khotbah 19 Februari Tahun TUHAN 2012

Ketika Saya Berbeban Berat

Mazmur 104

Oleh:  GI Ajin Thu

Semua orang akan mengalami beban berat. Apakah masalah ekonomi, politik, atau hal-hal yang lain? Ini semua membuat orang menderita. Sering kali kita mendengar bahwa pendeta mengatakan bahwa masalah-masalah kita lebih banyak daripada rambut di kepala kita. Minggu ini kita akan mempelajari dari pemazmur cara-cara menghadapi masalah ini.

Mazmur 102 adalah doa permohonan pribadi yang sakit keras (sekarat), tetapi ia memberikan nasehat dan contoh yang benar. Kadang-kadang kita menderita karena kebodohan kita sendiri, atau mungkin karena Tuhan sedang menguji kita. Semua orang pernah mengalami masalah tapi apakah kita menyelesaikan seperti pemazmur? Ayat 2 dan 3 ia berseru kepada Tuhan. Pemazmur memohon agar Ia mengabulkan doanya dan segera menjawab. Ia berseru meminta pertolongan kepada Tuhan dengan alasan terdapat di dalam ayat 4-11 yaitu kesepian, ketidak mampuan tidur, sakit, pertentangan, perpecahan, kesedihan, dan lain-lain. Penderitaan alaminya di lukiskan semua dengan doa. Semangat untuk hidup rasanya sudah tidak ada lagi. Ia dikucilkan bahkan terus menerus di permainkan oleh musuhnya. Ia seperti burung hantu (binatang najis) di Padang Gurun. Pemazmur sedang mengajarkan kita dengan membandingi hidup manusia yang setiap hari seperti disiksa. Pemazmur sangat menderita dan menjadi anak yang hina. Mungkin kita tidak mengalami apa yang sedang dialami oleh pemazmur tetapi kita juga tidak boleh menganggap enteng.  Jika kita tiba-tiba mengalami hal seperti ini, maka kita harus memohon kepada Tuhan seperti pemazmur. Kita harus yakin Tuhan akan mendengarkan doa dan membantu kita. ‘Ketuklah maka akan dibukakan’ Jika sudah dibukakan jalan, jangan lupa berterima kasih. Kita juga bisa melihat orang-orang di sekitar kita yang sedang mengalami masalah. Kita juga harus mendoakan mereka dan menjadi orang yang tidak egois.

Ayat 12, setelah berseru, kita harus percaya dan yakin bahwa Tuhan pasti akan mendengarkan doa kita. Pemazmur dengan keyakinan dan iman yang kokoh percaya bahwa Tuhan akan menjawab doanya. Pemazmur percaya kepada Tuhan karena banyak hal-hal yang Tuhan telah lakukan untuknya, sebab itu ia mempercayai Tuhan. Apakah kita juga mempercayai Tuhan seperti pemazmur? Adakah kita mempunyai keyakinan kepada Tuhan ketika kita mempunyai beban berat? Pemazmur adalah orang kecil tetapi Allah tidak memandang orang kecil maupun besar, miskin maupun kaya. Ia pasti akan membantu kita dan membukakan jalan untuk kita. Ini bukan masalah, masalah yang ditanyakan adalah ‘Apakah kita percaya bahwa Tuhan akan membukakan jalan untuk kita?’ Kita semua diberikan kesempatan dan kebebasan. Tuhan tidak memaksa kita untuk mengakui Dia. Pemazmur mengakui bahwa Allah tidak pernah berubah, Ia kekal. Pemazmur menyebut sifat-sifat Allah, kita juga harus mengetahui sifat-sifatNya juga.

Kelemahan manusia sudah ditunjukkan di ayat 1-12. Ayat 13-23 menunjukkan kita tentang kehebatan Allah. Ayat 24 menunjukkan kepada kita bahwa Allah tidak pernah berubah. Manusia bisa dan boleh berubah, Allah tidak demikian. Pemazmur sangat mengerti bahwa Allah tidak akan melupakan hamba-hambanya (ayat 28-29). Bukti ini adalah Allah tetap menjaga Pemazmur ini. Pemazmur banyak menghadapi rintangan hidup tetapi tidak bisa di bandingkan tentang kekuatan Allah. Ia memohon kepada Tuhan agar ia tidak mati muda. Umur manusia tidak bisa dibandingkan dengan kekalan Allah. Mungkin kita bertanya, ‘Berapa lama lagi saya akan hidup?’ Hanya Tuhan yang tau tetapi banyak manusia menyelesaikan dengan caranya sendiri dengan cara yang bodoh seperti buduh diri dan lain-lain. Ini bukan cara yang baik. Kita terus berharap kepada Tuhan, terus yakin. Karena setelah kita meninggalkan dunia ini, kita masih ada kehidupan di Firdaus, asal kita percaya Yesus. Ketika kita memiliki kehidupan berat kita harus berseru kepada Tuhan dengan penuh keyakinan maka kita pasti akan memperoleh sukacita, jaminan seperti apa yang telah diungkapkan oleh Pemazmur. Ketika kita berbeban berat, janganlah kita mencari orang lain.

Diringkas oleh Elizabeth Elson, diedit oleh PY

 
Share