Kehendak TUHAN bersifat Punitif/Menghukum Yang Tidak Mau Bertobat! (Aspek Ke VII Kehendak Alllah) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 10 March 2012 07:44

 

Ringkasan Khotbah 4 Maret  Tahun TUHAN 2012


Kehendak TUHAN bersifat Punitif/Menghukum Yang Tidak Mau Bertobat!

Bilangan 22:1-41
Oleh:GI Peter Yoksan



Nama Bileam selalu disebut-sebut di dalam Alkitab (Bilangan, Ulangan, Yosua, Nehemiah, Mikha, 2 Petrus, Yudas, Wahyu) dan ia adalah seorang nabi cinta uang dan prinsip hidupnya adalah ada uang ada  nubuat.  Kita hidup bukan demi uang melainkan firmanNya, jangan seperti Bileam yang  menomor-satukan uang. Ayat 9 Allah bertanya kepada Biliem siapakah orang-orang yang bersama dengannya? Allah tahu siapa orang itu tetapi Dia ingin ia menjawab dengan jujur dan  Bileam menjawab Balak ben Zipor raja Moab keturunan Lot keponakan Abraham. Moab berarti siapakah bapakku (Lot mempunyai putra dari anak perempuannya). Raja Moab mengutus orang kepadaku untuk mengutuk bangsa Israel, karena raja Balak tahu Bileam seorang nabi dan apa yang dia katakan bisa terjadi maka dari itu raja mengutus orang-orangnya menjemput Bileam. Tetapi Allah berfirman kepada Bileam janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka dan janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah Aku  diberkati. Tetapi Bileam tidak mendengar perkataan Allah karena dia orang yang bandel. Allah memperingati Bileam tetapi dia tidak mendengar perkataan Allah. Bileam orang munafik tangan kiri berkata tidak tetapi tangan kanan mau dia juga berkata kepada pemuku-pemuka  Balak untuk pulanglah ke negerimu, sebab Allah tidak mengizinkannya pergi. Bileam tidak mengatakan dua larangan Allah, jika kita hanya memberitakan setengah fakta maka itu sama dengan bohong.


Lalu pulanglah pejabat-pejabat Moab itu dan setelah mereka sampai kepada Balak, mereka berkata “Bileam menolak datang bersama kami.” Balakpun mengirim pejabat lebih terkemuka dan dengan bekal uang lebih banyak.  Mereka berkata kepada Bileam: ”beginilah kata Balak bin Zipor janganlah biarkan dirimu terhalang-halang untuk datang kepadaku, sebab aku akan memberi upahmu sangat banyak, apapun yang kau minta dariku, akan kukabulkan. Mereka bermalam di rumahnya dan menunggu TUHAN berfirman Bileam. Bileam kembali menemui Allah untuk bertanya lagi apakah Allah berubah pikiran tetapi Allah tidak bisa berubah selamanya, Ia tidak seperti pikiran manusia yang selalu berubah-ubah. Allah berkata kepadanya “jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah (artinya pergi dan matilah) bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kau katakan. Tiga cara Allah menegur, mempermalukan & dan akhirnya Allah menghukum mati Bileam:



1.Keledai Dungu Berbicara Kepada Bileam
Keledai itu tiba-tiba berbicara kepada Bileam,  “kenapa ia tiba-tiba memukul dan bukankah aku keledai yang kamu tunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu? Jawabnya: “Tidak.”  Keledai menyelamatkan nyawa Bileam dari Malaikat TUHAN (preinkarnasi TUHAN Yesus). Dan Kemuidan Bileam berlutut dan sujud kepada Yesus.


2.Tiga Kali Allah Mempermalukan Bileam di depan Balak

Biliem berkeinginan mengutuk bangsa Israel yang TUHAN telah berkati (karena ia mau uang) tetapi malah ia memberkati mereka. Bileam heran dengan semua itu kemudian dia pindah ketimpat lain dan mencoba mengutuk bangsa itu tetapi lagi-lagi malah berkat yang keluar dari mulutnya. Ini terjadi tiga kali.


3. Akhirnya Bileam Mati Oleh Pedang (Bilangan 31:8)

Bileam orang yang tidak tau malu Tuhan melarang dia tetapi dia tidak mau mendengar perkataan TUHAN dia tidak bisa mengutuk bangsa itu kemudian dia berkata pada Balak untuk mengirim wanita cantik tak bersusila supaya pria Israel jatuh dalam dosa/melakukan perjinahan, menyembah berhala dan TUHAN akan murka pada bangsa itu. Bileam berkawan dengan Barak yaitu orang yang tidak tahu berterima-kasih karena TUHAN telah membinasakan musuhnya yaitu raksasa Og (Bil 21).  Bileam tetap tidak bertobat sehingga akhirnya ia mati oleh pedang (Bil 31:8). Orang percaya tidak dapat dikutuk tetapi digoda supaya berdosa.


Diringkas oleh Gloria Sindora,  diedit oleh PY

 

Last Updated on Saturday, 10 March 2012 07:46
 
Share