Penuhilah Kota dengan Orang Kudus PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 07 April 2012 19:10

 

Ringkasan Khotbah 01 April 2012


Penuhilah Kota dengan Orang Kudus

Nehemiah 8:1-8

Oleh: GI Peter Yoksan


Pada saat Nehemiah kota Yerusalem adalah kota yang berpenduduk sedikit. Di Nehemiah 7:5, Tuhan memberikan kepada Nehemiah sebuah rencana yaitu membangun Tembok Yerusalem. Secara fisik, Tembok Yerusalem dibangun oleh Nehemiah, namum Tembok Yerusalem secara rohani dibangun oleh Ezra. Pada zaman Nehemiah, Kota Yerusalem menjadi kosong karena orang Israel menyembah kepada berhala dan Tuhan mengizinkan Raja Nebukadnezar menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah sehingga orang Israel dibuang selama 70 tahun di Babelonia.

Nehemiah mengumpulkan kembali orang-orang pembuangan berdasarkan kepala keluarga, kota-kota, kelompok imam, kelompok penyanyi, kelompok penjaga pintu dan budak-budak di Bait Allah. Pada waktu para buangan itu pulang, jumlah mereka 50.000 orang. Mereka pulang dengan berjalan kaki selama 3 bulan. Setelah mereka sampai di Yerusalem, Nehemiah 8 mengatakan bahwa ada pada saat itu sedang ada Perayaan Pondok Daun. Di dalam Ulangan 16:16 menyebutkan 3 macam perayaan 3P yaitu Paskah, Pentakosta dan Pondok Daun. Perayaan Pondok Daun adalah perayaan dimana orang Israel akan tinggal di tenda-tenda supaya mereka tidak sombong.

Pada saat tembok dan pintu gerbang Yerusalem sudah dibangun, penduduk Yerusalem masih sedikit. Untuk menyelesaikan masalah itu, Nehemiah menerapkan metode 5K, yaitu: 1) Komunikasi; 2) Konfirmasi; 3) Konferensi; 4) Komitmen; 5) Kooperasi.

Nehemiah 8:1-8, pembacaan kata-kata Allah yang adalah kunci keberhasilan orang Israel. Nehemiah 8:9-18, orang Israel diajar untuk taat kepada Allah sebagai tujuan hidup mereka. Di dalam hidup kita hari ini kita banyak sekali menghadapi masalah. Kita memerlukan buku panduan supaya kita mampu mengatasi masalah yang kita hadapi. Buku panduan kita adalah Firman Tuhan. Pada saat mengadakan perayaan itu, orang Israel berkumpul dan Kitab Perjanjian Lama dibacakan oleh Nabi Ezra dan mereka mendengarkan selama 3 jam. Ezra membacakan Kitab Taurat itu dari mimbar. Zaman sekarang banyak gereja yang membuat panggung, bukan mimbar. Itu tidak sesuai Alkitab. Mimbar adalah kudus karena di situlah Firman Tuhan diberitakan. Panggung adalah tempat untuk manusia memamerkan diri. Setelah Kitab Suci dibacakan, orang Israel menangis lalu Nehemiah dan Ezra menegur mereka sebab hari itu adalah perayaan suka-cita dan mereka dipimpin untuk ibadah.

Oleh sebab itu, sebagaimana kota harus memiliki penduduk maka gereja harus memiliki orang. Bagaimana caranya supaya gereja bisa berisi? Ajaklah keluarga, sanak famili dan teman untuk percaya Tuhan Yesus. Hal yang kedua, setelah gereja diisi, Firman Tuhan harus diberitakan. Zaman sekarang Alkitab bukan lagi barang langka. Ia mudah sekali ditemukan/dibeli di mana-mana sehingga kita bisa dengan mudah dapat membacanya. Semoga kita menajdi orang yang setia dan rajin mengisi gereja dengan membawa orang-orang baru dan membaca Firman Tuhan sebagai panduan hidup kita. Amin.

Diringkas oleh Hendriana, diedit oleh Pipit MJ

 

Last Updated on Saturday, 07 April 2012 19:11
 
Share