JAWABAN UNTUK DOA YANG BERIMAN PDF Print E-mail
Written by Ev Pipit M Jong, SE MRE   
Saturday, 07 April 2012 19:16

 

Kebaktian RT cum PW 27 Februari 2009

JAWABAN UNTUK DOA YANG BERIMAN

II Raja-Raja 20:1-11

trong>

Introduksi

Kisah pararel dapat dibaca di II Tawarikh 32:24-26 & Yesata 38:1-22. Kejadian yang menimpa Hizkia ini terjadi setelah Hizkia menjadi sombong di mata Tuhan karena meremehkan kebaikan Allah kepadanya dan kepada Yehuda.

Setelah menunjukkan penghujatan Sanherib (Raja Asyur) yang dihancurkan di tengah-tengah masa depan yang menghadapi kehidupan, di sini ditunjukkan kepada kita doa Hizkia yang disampaikan di tengah-tengah masa depan yang menghadapi kematian.

I. Hizkia Sakit (ay. 1a)

· Pada hari-hari itu adalah tahun yang sama dimana Raja Asyur mengepung Yerusalem.

· Ada yang berpikir bahwa itu adalah waktu ketika tentara Asyur sedang mengepung kota itu atau menyiapkan pengepungan itu.

· Yang lain berpikir bahwa itu terjadi segera sesudah kekalahan Sanherib. Hizkia, di tengah kemenangannya, diserang penyakit.

· Hizkia sakit karena tulah. Ini kita baca bahwa bisul atau tulah barah (ay. 7).

· Tulah yang sama yang telah membunuh orang Asyur kini dicobakan kepadanya. Hizkia.

II. Peringatan Untuk Hizkia (ay. 1b)

Peringatan disampaikan oleh Nabi Yesaya bahwa:

· Penyakit Hizkia akan membawa kematian dan jika dia tidak disembuhkan oleh suatu kemurahan mujizat, pastilah akan fatal. (Engkau akan mati dan tidak akan hidup lagi).

· Oleh sebab itu dengan sangat cepat, dia harus bersiap untuk mati. (Sampaikan pesan).

· Bersiap artinya:

(a) Siapkan hati untuk diperbaharui dengan pertobatan dan iman dan pemberhentian kepada Allah dengan perpisahan yang penuh suka cita kepada dunia ini dan selamat datang kepada yang lain.

(b) Siapkan rumahmu, harta dan warisan, letakkan semua urusanmu pada kondisi yang terbaik mungkin karena penghabisan dari semua itu akan segera datang kepadamu.

III. Doa Hizkia (ay. 2-3)

  • Hizkia berdoa kepada TUHAN.
  • Hizkia berdoa dengan iman sehingga membawa damai.
  • Hizkia telah mengerti dan menerima hukuman mati di dalam dirinya sendiri dan jika itu dapat ditunda maka itu hanyalah dengan doa.
  • Jika hukuman itu adalah tidak dapat ditunda, maka doa adalah persiapan yang terbaik untuk kematian karena dengan doa kita akan dijemput dengan kekuatan dan anugerah dari Allah untuk memungkinkan kita menyelesaikan semua dengan baik.
  • Perhatikanlah:

  1. Kondisi Doa Hizkia (ay. 2)

(1) Dia memalingkan mukanya ke dinding.

· Ini kemungkinan dilakukan karena pribadi.

· Sebagai pernyataan untuk berbicara kepada Allah.

(2) Hizkia Menangis Dengan Sangat

· Kemungkinan karena dia tidak bersedia untuk mati sebagai sifat dasar manusia.

· Tetapi, isi doa Hizkia memberikan tafsiran ratapannya. Kemungkinan karena dia menyayangkan jika dia harus mati maka segala apa yang telah dia bangun di tengah-tengah keberhasialannya sebagai raja akan musnah oleh kejahatan rakyatnya.

  1. Isi Doa Hizkia (ay. 3)

· Artinya biarkan aku hidup supaya aku tetap melanjutkan hidup di hadapanMu dengan setia, tulus dan melakukan apa yang baik di mata Tuhan.

· Hizkia tidak berdoa supaya Tuhan menyelamatkan dia atau jadilah kehendak Tuhan .

IV. Jawaban Doa Hizkia (ay. 5-6)

  • Melalui Nabi Yesaya yang masih di pelatran tengah diutus kembali ke Hizkia untuk memberitahukan bahwa dia akan segera pulih.
  • Atas doanya Allah melakukan untuknya apa yang sebenarnya tidak dapat Hizkia lakukan.
  • Allah memanggil Hizkia “raja umat-Ku” (the captain of my people) untuk menunjukkan bahwa Allah menyembuhkan dia demi umat-Nya.
  • Allah memanggil diriN-ya sendiri “Allah Daud” untuk menunjukkan bahwa dia menyembuhkan Hizkia atas dasar perjanjian-Nya dengan Daud.

Di dalam jawaban doa untuk Hizkia, Allah:

  1. Menghormati doa Hizkia
  2. Memberikan melebihi apa yang Hizkia doakan. Hizkia memohon agar Allah mengingat kebaikannya tetapi Allah memberikan janji untuk:

(i) Menyembuhkan dia

(ii) Menyembuhkan sampai dia bisa pergi ke rumah Tuhan pada hari ke tiga.

(iii) Menambahkan umur 15 tahun kepadanya.

(iv) Melepaskan Yerusalem dari Raja Asyur. Inilah titik berat keinginan hati Hizkia untuk kesembuhannya. Oleh sebab itu janji ini diulang.

V. Cara Pengobatan Untuk Hizkia (ay.7)

· Nabi Yesaya adalah tabibnya.

· Dia memerintahkan pengobatan dari luar, yaitu dengan sesuatu yang murah dan umum

· Tugas kita ketika adalah melakukan pengobatan yang pantas dan tepat untuk kesembuhan kita. Jika tidak itu berarti kita tidak percaya Allah dan mencobai Dia.

· Pengobatan sederhana dan umum jangan diabaikan karena banyak pengobatan yang demikian yang telah Allah jadikan berguna untuk manusia.

VI. Tanda Kesembuhan (ay. 9-11).

Tanda itu diberikan untuk menguatkan iman Hizkia.

    • Hizkia meminta tanda bukan untuk mengganggu kuasa dan janji Allah tetapi karena dia mengharapkan hal-hal yang dijanjikan itu menjadi hal-hal yang besar dan layak untuk ditegaskan/dikonfirmasikan.
    • Hizkia meminta tanda bukan supaya dia bisa naik kembali ke tahta atau gerbang penghakiman tetapi supaya dia bisa naik ke rumah Tuhan pada hari ketiga. Keinginannya adalah untuk memuliakan Allah.
    • Jadi, hidup adalah bukan untuk tujuan lain selain melayani Allah.
    • Hizkia diminta memilih apakah bayang-bayang matahari akan maju atau mundur.
    • Seandainya tingkat tapak itu adalah setiap setengah jam dan seandainya saat itu adalah tengah hari ketika proporsal ini dibuat, maka pertaanyaannya adalah “Apakah matahari kembali ke tempatnya pada jam 7 pagi atau mundur kembali ke tempatnya pada jam 5 sore?”
    • Dengan rendah hati Hizkia meminta supaya matahari dapat mundur 10 tapak karena untuk maju 10 tapak adalah hal yang alamiah. Tetapi untuk mundur adalah kelihatan lebih aneh dan itu lebih signifikan dengan kembalinya Hizkia ke masa muda (Ayub 33:25) dan perpanjangan hidupnya.
    • Hal itu terjadi sesuai dengan doa Hizkia. (ay. 11)
    • Allah membuat matahari mundur 10 tapak yang kelihatan oleh Hizkia dari bayang-bayang matahari yang mundur melalui penunjuk matahari yang dibuat Ahaz.
    • Kemungkinan Hizkia menyaksikannya lewat jendela istananya.
    • Hal yang sama juga terjadi pada penunjuk-penunjuk lain bahkan yang di Babilonia (II Taw. 32:31). Tetapi tetap merupakan kejadian lokal.
    • Tidak ada pemberitahuan jelas apakah gerakan mundur itu secara perlahan-lahan sehingga membuat jam hari itu bertambah panjang 10 jam ataukah gerakan mundur itu secara tiba-tiba dan setelah itu secara perlahan kembali ke tempatnya semula sehingga tidak membuat adanya perubahan pada keseluruhan sistem tata surya. (Menurut Bishop Patrik).

Penutup

Doa Hizkia adalah beriman terletak pada titik berat doanya yang tidak memohon untuk kesembuhan demi dirinya tetapi demi kepentingan bangsanya yaitu supaya dia bisa melanjutkan untuk hidup tulus hati dan setia di hadapan Tuhan. Tuhan bukan hanya menjawab doanya tetapi menjawab melebihi apa yang dia minta. Hizkia juga tahu bahwa perpanjangan umur yang Tuhan berikan kepadanya bukan untuk tujuan lain selain untuk memuliakan Tuhan. Demikianlah orang percaya hendaklah belajar untuk berdoa dengan iman yang sepertia Hizkia miliki. Hendaklah kita berdoa untuk hal-hal yang rohani dan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Pontianak, 26 Februari 2009

PMJ

 

Last Updated on Saturday, 07 April 2012 19:18
 
Share