Berjaga-jagalah & Berdoa I (Bahaya Selalu Mengancam) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 07 July 2012 21:51

 

Ringkasan Khotbah 01 Juli 2012



Bahaya Yang Sedang Mengancam
Matius 26:1-5
Oleh: GI Peter Yoksan


Injil Matius 26 adalah pasal yang begitu panjang di dalam Alkitab.  Oleh Pdt Quek Suan Yew, pasal ini dikhotbahkan dengan thema utama “Berjaga-jagalah  dan Berdoalah.” (Tema ini merupakan berkat rohani yang penghkotbah peroleh ketika mengikuti camp keluarga dari  Gereja BP Calvary Pandan di Kuantan pada tanggal 11-16 Juni 2012). Dengan 8 sub tema dan yang pertama adalah “Bahaya Sedang Mengancam.”  Matius 26:41, Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Ini merupakan dua perintah Yesus kepada para murid dan kepada kita semua. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar dari sub temanya “Bahaya Yang Sedang Mengancam.” Kita sedang berada di medan perang rohani. Pada saat kita percaya Yesus, kita adalah musuh utama iblis. Iblis tidak mau kita berdoa, datang beribadah, membaca Alkitab dan mendengarkan Firman Tuhan serta melayani Tuhan. Memang kita hidup di abad XXI ini tidak pernah merasakan suasana perang. Tetapi mereka yang sudah berusia di atas 80 tahun yang mengalami masa penjajahan Jepang, pasti memiliki ingatan tentang perang. Orang yang hidup di zaman peperangan itu hidup hari lepas hari. Orang Kristen selalu hidup di dalam medan peperangan rohani. Dari Injil Matius pasal 26:1-5 kita akan belajar 3 point yang disingkat dengan abjad ABC, yaitu:


1.
Allah Maha Kuasa yang selalu memegang kendali (ayat 1-2)
Yesus sudah mengajar para murid selama 3,5 tahun. Sekolah Alkitabnya Yesus tidak punya nama seperti juga sekolah Alkitab gereja kita pada saat awalnya juga belum punya nama. Tempat belajar para murid Yesus adalah di tanah Perjanjian yaitu di  pinggir Laut Galilea, di jalan-jalan dan di ruang atas yang dipinjam (Matius 26). Apa yang diajarkan Yesus tentang hal yang akan terjadi maka hal itu pasti terjadi karena Allah selalu memegang kendali. Hari Raya Paskah adalah hari raya paling besar bagi orang Yahudi yaitu dirayakan pada bulan Nisan tanggal 14. Hal iti berkaitan dengan sejarah dimana anak domba yang tak bercacat cela yang disembelih yang  melambangkan Tuhan Yesus yang tanpa cacat cela menjalankan semua hukuman dosa disalibkan di atas kayu salib untuk penebusan dosa manusia.


2.
Bersatunya para musuh untuk menyalibkan Yesus (ayat 3-4)
Imam-iman besar, para penatua adalah para pemimpin orang Israel bersatu hendak menangkap Yesus dan membunuh-Nya. Meskipun  di antara mereka banyak perbedaan, akan tetapi perbedaan itu mereka singkirkan hanya karena mereka mempunya satu musuh utama yang sama yaitu Yesus. Jika Yesus hidup, mereka mati, dan jika mereka mau tetap hidup mereka harus membunuh Yesus. Yesus mengecam mereka habis-habisan di Matius 23. Dengan segala tipu muslihat dan saksi palsu mereka bersekutu menangkap Yesus dan menyalibkan Yesus.


3.
Cara berpikir manusia yang takut kepada manusia tetapi tidak takut Tuhan (ayat 5)

Cara berpikir manusia yaitu manusia takut dengan manusia. Kita lihat manusia pada saat ini  berani sekali berbohong, menipu dan melakukan kejahatan lainnya seolah-olah Tuhan itu tidak ada. Mereka tidak takut Tuhan. Cara berpikir seperti itu harus kita hindari. Kita seharusnya takut Tuhan, bukan takut kepada manusia akan tetapi kita mengasihi manusia. Pada ayat kelima para imam dan penatua takut kepada orang Israel akan tetapi mereka tidak takut kepada Yesus.


Diringkas oleh Rudy Rus, diedit oleh Pipit MJ

 

Last Updated on Saturday, 07 July 2012 21:57
 
Share