Sanggupkah Engkau Berjaga-jaga dan Berdoa Bersama Yesus? PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 18 August 2012 07:18

Ringkasan Khotbah 12 Agustus 2012


Sanggupkah Engkau Berjaga-jaga dan Berdoa Bersama Yesus?

Matius 26:36-46

Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan


Kita sudah mendengar 4 topik dari tema “Berjaga-jagalah dan Berdoalah.” Kita berjaga-jaga dan berdoa karena dunia ini berbahaya. Kita berjaga-jaga dan berdoa di dalam perbuatan kita, kita harus bertanya kepada diri sendiri apakah kita sudah sungguh-sungguh percaya Yesus dan apakah kita telah memberikan kesaksian yang baik untuk Tuhan.

 

Berjaga-jaga adalah seperti seorang satpam yang menjaga harta kekayaan. Harta kekayaan kita yang paling berharga yaitu Firman Tuhan. Di dalam Doa Bapa Kami kita berdoa…”dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat…” artinya kita berdoa supaya kita jangan jatuh ke dalam pencobaan.

 

Pada Perjamuan Paskah Terakhir, Yesus membagikan kepada murid-murid-Nya roti yang tidak beragi yang melambangkan tubuh-Nya yang tidak berdosa yang akan dipecahkan di kayu salib. Setelah itu Yesus membagikan air anggur yang melambangkan darah-Nya yang akan mengalir di kayu salib demi menghapus dosa manusia. Setelah itu, Yesus memimpin para murid-Nya untuk menyanyikan Mazmur Hilel/Mazmur Ucapan Syukur Paskah (Mazmur 111-118). Kemudian Yesus membawa mereka ke suatu taman yang bernama Taman Getsemani untuk berdoa supaya mereka belajar berjaga-jaga dan berdoa tanpa henti supaya tidak jatuh dalam pencobaan.

 

Ada 3 point yaitu JKL mengapa kita harus berjaga-jaga dan berdoa tanpa henti:


1.Jelas ini adalah perintah Yesus (ayat 36-38)

Yesus memberikan perintah ini kepada 11 murid karena Yudas Iskariot telah pergi menemui untuk pemimpin agama Yahudi. Bersama ke 11 murid-Nya itu Yesus pergi ke Taman Getsemani yang banyak tumbuh pohon zaitun. Batang pohon zaitun itu bentuknya melintir-lintir melambangkan suasana jantung Yesus yang sedang menghadapi kesusahan/pergumulan yang begitu hebat karena tidak lama lagi Ia akan menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap dan disalibkan. Buah zaitun dapat diambil minyaknya. Untuk mendapatkan minyaknya buah zaitun itu harus ditekan sampai hancur sehingga minyaknya yang berharga dapat keluar. Tubuh Yesus juga tidak lama lagi akan dihancurkan untuk menghasilkan sesuatu yang paling berharga bagi manusia yaitu keselamatan. Di taman itu Yesus membagi para murid-Nya menjadi 3 kelompok doa yaitu kelompok yang terdiri dari 8 orang, kelompok yang terdiri dari 3 orang (Petrus, Yohanes & Yakobus) dan kelompok ke 3 dimana Yesus berdoa sendirian. Jelas sekali di sini Yesus memberi kita teladan yang sangat baik bahwa ketika menghadapi masalah kita harus berdoa.

 

2.Karena kita memerlukannya (ayat 39-41)

Yesus berdoa dengan banyak cara. Di Yohanes 6 Ia berdoa dengan menengadah ke langit. Di Taman Getsemani Ia berdoa dengan bersujud/berlutut. Di dalam berdoa, yang paling penting adalah mencari kehendak Allah. Pada waktu itu, Yesus mempunyai 2 kehendak yaitu kehendak sebagai Putra Allah yang selalu taat kepada Bapa yaitu taat untuk meminum cawan murka Allah sedangkan kehendak Ia sebagai manusia Ia merasa sangat takut untuk menerima murka Allah mewakili manusia. Ia berdoa, Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, hendaklah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Setelah Ia selesai berdoa ia mendapat kan murid-murid-Nya sedanga tertidur. Yesus membangunkan mereka dan bertanya, Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” Setelah itu Yesus kembali berdoa dengan doa yang sama. Selesai berdoa untuk kedua kalinya Ia mendapatkan murid-murid-Nya tertidur lagi.

 

3.Lain kali kesempatan itu tidak datang lagi (ayat 42-46)

Setelah itu Yesus masuk ke tengah-tengah taman dan berdoa lagi. Di tengah taman yang sangat dingin di malam hari, Yesus berdoa sampai meneteskan keringat darah menanggung pergumulan yang teramat berat karena tidak lama lagi akan menghadapi kematian di kayu salib.

Sebagai orang percaya: 1) jikalau kita kita tidak membaca Firman Tuhan hendaknya kita jangan makan; 2) jikalau kita tidak berdoa hendaknya kita jangan bernafas; 3) jikalau kita tidak hidup sesuai kehendak Tuhan hendaknya kita jangan berjalan/melangkah. Semoga Tuhan menolong kita menjadi orang yang senantiasa membaca Firman Tuhan, berdoa tanpa henti dan selalu berusaha melakukan kehendak Bapa seperti Yesus.

Diringkas oleh Rudy Rus, diedit oleh Pipit MJ

 

Last Updated on Saturday, 18 August 2012 08:20
 
Share