Kebun Anggur Kecil PDF Print E-mail
Written by Pdt Elyakin Phang Khin Sui   
Saturday, 29 September 2012 13:41

 

Ringkasan Khotbah 23 September 2012


Kebun Anggur yang Kecil

Kidung Agung 1:6

Oleh: Pdt. Elyakin Phang


Kitab Kidung Agung ditulis oleh Raja Salomo yang terkenal sebagi raja yang paling bijak. Di Kidung Agung 1:6 ini, Raja Salomo berbicara tentang kebun anggur. Dikatakan di situ “kebun anggurku.” Apakah yang dimaksud dengan “kebun anggurku?” Kata “kebun anggurku” di situ berarti kebun anggur yang kecil, yang secara lebih luas mempunyai 3 arti:


1. Jantung kita sendiri

Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting. Jika jantung seseorang tidak berdetak dalam beberapa menit saja, orang itu bisa mati. Namun kadang-kadang kita mendengar orang mengatakan, “Kamu tidak punya hati,” (yang maksudnya adalah jantung) walaupun orang yang dikatai itu tetap masih hidup. Yang dimaksud di situ bukanlah maksud secara harafiah  melainkan lubuk jantung/nurani. Sebagai orang percaya kita harus menjaga baik lubuk jantung kita seperti kita menjada kebun anggur kita. Bagaimana menjaganya? Kita harus memagari jantung kita supaya Iblis tidak dapat masuk dan menguasainya. Bukankah kalau kita punya kebun anggur yang walaupun kecil pasti kita akan memagarinya? Oleh sebab itu, untuk menjaga lubuk jantung kita maka kita harus memagarinya dengan Firman Tuhan dan doa supaya dapat seperti kebun anggur yang dijaga baik sehingga anggur yang ditanam di dalamnya dapat bertumbuh, berbunga dan berbuah. Buah yang dapat kita hasilkan adalah buah Roh (Galatia 5:22-23).

Salah satu contoh tokoh di dalam Alkitab yang terkenal tidak berlubuk jantung baik adalah Raja Herodes. Ia adalah raja yang kejam, jahat, tidak mempunyai belas kasihan dan juga tamak. Ia mengeluarkan perintah untuk membunuh bayi-bayi di bawah 2 tahun dengan harapan bahwa Yesus yang saat itu masih bayi juga akan terbunuh. Ia takut Yesus akan menjadi raja sehingga kedudukannya bisa terancam. Namun dengan campur tangan Tuhan, Yesus diungsikan oleh Maria dan Yusuf ke Mesir sehingga terlepas dari pembunuhan di tangan Herodes.


2.   Keluarga kita sendiri

Kebun anggur yang kecil adalah seperti sebuah keluarga. Setiap keluarga tentu mempunyai kuasa dan peraturannya sendiri. Di dalam keluarga/rumah kita sendiri kita bebas dapat melakukan kehendak kita karena kita punya kuasa di dalamnya. Kita juga punya bagian di dalam keluarga kita sendiri.  Oleh sebab itu, sebagai orang percaya kita harus menjaga kebun anggur kita yang kecil ini yaitu keluarga kita sendiri. Kita harus menjadi saksi Kristus yang baik sehingga kalau ada anggota keluarga kita yang belum percaya dapat kita menangkan untuk Kristus. Sebaliknya janganlah kita menjadi batu sandungan di dalam keluarga kita karena itu akan membuat keluarga kita menjadi terbengkalai bagaikan kebun anggur yang terbengkalai.


3.  Gereja kita sendiri

Kebun anggur kecil adalah seperti gereja yang kecil. Kita dapat bertumbuh, mengenal Firman Tuhan dan melayani di gereja kita karena gereja adalah seperti suatu keluarga yaitu keluarga rohani. Masing-masing kita punya tanggung jawab. Yang paling penting yang harus kita ingat yaitu janganlah kita mencemarkan nama baik gereja kita sendiri dengan menjelek-jelekkan nama gereja kita ataupun orang-orang di gereja kita sendiri. Sebaliknya kita wajib menjaga baik gereja kita seperti seseorang yang menjaga baik kebun anggurnya. Hidup kita haruslah senantiasa mempunyai hubungan yang erat dengan gereja.


Kiranya kita dapat menjaga kebun anggur kita masing-masing yaitu lubuk jantung kita, keluarga kita dan gereja kita supaya kita berbuah untuk Tuhan (Yoh 15:5) sampai kedatangan Kristus yang ke-2 kali.  Amin.

 

Diringkas oleh Ereen, diedit oleh Pipit MJ

 

Last Updated on Saturday, 29 September 2012 13:43
 
Share