Hamba (Pelayan) Setia PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 13 October 2012 09:54

 

Ringkasan Khotbah 7 Oktober 2012

Hamba Setia

Lukas 12:41-48

Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan

Yesus banyak menggunakan perumpamaan untuk mengajar karena perumpamaan adalah kisah di bumi yang bermakna sorgawi ataupun kejadian-kejadian yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari yang mempunyai arti rohani. Di dalam Perjanjian Baru terdapat kurang lebih 37-40 perumpamaan.

Petrus adalah salah satu murid Yesus yang baik karena pada saat ia tidak mengerti maka ia akan bertanya. Di Lukas 12:41-48 Petrus bertanya kepada Yesus apakah perumpamaan itu ditujukan kepada murid-murid atau kepada orang banyak.  Dikatakan bahwa ada seorang tuan yang sangat kaya raya suatu kali diundang ke perjamuan perkawinan. Tuan itu meninggalkan rumah, harta benda dan budak-budaknya untuk menghadiri perjamuan perkawinan. Kapan tuan itu akan kembali tidak ada yang tahu. Demikian juga Yesus ketika Ia telah menyelesaikan pekerjaan keselamatan, Ia naik ke sorga tetapi berjanji akan datang kembali. Dan kita tidak tahu kapan waktunya. Tetapi ketika Yesus datang kembali kedua kalinya, jangan sampai kita tidak siap. Untuk itu kita harus menjadi pengatur-pengatur rumah/hamba-hamba  yang setia di dalam  menanti kedatangan tuan kita.

 

Ada 5 Kriteria (disingkat TAHTA) yang harus kita miliki untuk menjadi hamba yang setia, yaitu:

 

1. Telah siap sedia (ayat 35)

Seperti orang Israel yang berjumlah kurang lebih 2 juta jiwa ketika meninggalkan Mesir, mereka diperintahkan oleh Tuhan untuk siap sedia. Pakaian mereka pada waktu itu berbentuk jubah yang lebar harus diikat bagian pinggangnya suapaya kapanpun waktunya Tuhan perintahkan mereka jalan maka mereka telah siap dan langsung jalan dengan berikat pinggang yang kencang. Bagaiman dengan kita? Sudah siapkah kita di dalam menantikan kedatangan Yesus? Sudahkah kita menerima Yesus sebagai Juruselamat kita?

 

 

2. Antusias terhadap kedatangan Yesus (ayat 36)

Jikalau penantian kita bukanlah menatikan kedatangan Tuhan maka pandangan hidup kita itu salah. Di dalam Kitab Wahyu ada 3 kali disebutkan bahwa kedatangan Yesus itu seperti pencuri di malam hari (Wahyu 3:3; 9:12; 16:15). Oleh sebab itu kita harus setiap saat siap dengan berjaga-jaga dan berdoa.

 

 

3. Hancurkan tabiat lama ganti dengan tabiat Yesus (ayat 45)

Apa yang harus kita lakukan di dalam menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali semuanya telah dituliskan dengan lengkap di dalam Alkitab. Di ayat 45 dikatakan ada seorang hamba yang ketika menanti kedatangan tuanya meliaht tuannya belum juga datang-datang mulai tidak seita. Ia mengangkat dirinya sendiri menjadi tuan dan memukul hamba yang lain. Namun ketika dengan tanpa diduga-duga tuannya kembali maka hamba itu akan dihukum. Hendaklah kita tidak seperti hamba yang tak setia itu yang di dalam penantiannya masih mengenakan tabiat lamanya. Marilah kita menghancurkan tabiat lama kita yang berdosa dan yang tak baik dengan memakukannya di kayu salib. Sebaliknya kenakanlah tabiat Yesus supaya kita didapatkan setia sampai Yesus datang kembali.

 

 

4. Tunduk selalu kepada semua Firman Tuhan (ayat 47a)

Hamba yang setia tahu akan kehendak tuannya. Bagi kita, semua kehendak Tuhan telah sempurna ditulis di dalam Alkitab. Orang dunia bisa menghabiskan begitu banyak waktu untuk mempelajari hal-hal duniawi seperti berkorban banyak waktu untuk mengantar jemput anak sekolah dan les tetapi sedikit sekali orang mau berkorban untuk hal-hal rohani. Hendaknya kita tahu bahwa untuk menjadi hamba yang setia kita harus mengetahui dan tunduk kepada semua Firman Tuhan. Aturlah waktu untuk mempelajari Firman Tuhan.

 

 

5. Amanat-amanat-Nya semua tuntas dilaksanakan (ayat 43)

Hamba yang setia itu bukan hanya tahu tetapi  ia juga melaksanakan dengan tuntas semua kehendak tuannya. Hamba yang setia melaksanakan semua amanat tuannya dengan tuntas akan mendapat hadiah dari tuannya ketika tuannya kembali. Marilah kita menjadi hamba melakukan semua perintah Firman Tuhan dengan setia sampai Tuhan Yesus datan kembali.

 

 

(Diringkas oleh Hendriana, diedit oleh Pipit MJ)

 

Last Updated on Saturday, 13 October 2012 09:56
 
Share