Gereja Yang Memiliki Kekuatan PDF Print E-mail
Written by Rev Elyakin Phang   
Friday, 02 November 2012 19:49

 

Ringkasan Khotbah 28  Oktober 2012


Gereja Yang Memiliki Kekuatan

Kisah Para Rasul 17:1-15

Oleh : Pdt. Elyakin Phang


Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, setelah hari Pentakosta, para Rasul Yesus dengan giat memberitakan Injil ke seluruh tempat. Tidak terhitung berapa banyak orang yang percaya Yesus karena pengabaran Injil yang dilakukan para Rasul pada zaman itu. Dari gereja mula-mula kita tahu bahwa mereka semua sangat bersemangat memberitakan Injil. Injil berkembang bagaikan biji sesawi yang tumbuh dimana-mana. Walaupun pemberitaan Injil terhalangi oleh orang-orang Yahudi dan dibawah penganiayaan kerajaan Roma namun pemberitaan Injil justru semakin luar biasa. Kuasa Injil tidak dapat dihalangi oleh manusia. Kuasa Injil adalah perwujudan kuasa Allah. Di segala tempat gereja Yesus bertumbuh. Gereja bukan didirikan berdasarkan tenaga manusia tetapi berdasarkan tenaga yang besar dari Tuhan. Gereja mempunyai kekuatan, ada 3 prinsip:


1. Untuk Mengabarkan Injil (ayat 4)

Amanat Agung gereja adalah mengabarkan Injil. Sebelum Yesus naik ke surga, Ia sudah memberikan kuasa kepada gereja bahwa orang Kristen yang sudah mendapatkan keselamatan wajib untuk mengabarkan Injil, tidak peduli apakah waktunya tepat atau tidak. Kalau kita tidak pernah mengabarkan Injil, kita berhutang Injil. Dalam Kisah 17, setelah Paulus dan Silas meninggalkan Tesalonika, mereka berkumpul di rumah ibadah dengan orang-orang untuk berdiskusi tentang Alkitab dan tentang Yesus yang sebelum Ia menjadi raja, ia harus disalibkan, mati dan bangkit dari kematian. Dalam ayat 4, banyak orang yang mendengar tentang Injil termasuk orang Yunani, menjadi percaya. Dan tidak hanya itu, mereka meneruskan berita injil kepada orang-orang yang mereka kenal. Ini adalah hakekat dari Injil yang merupakan kebernaran Tuhan, yang bisa mengubah lubuk jantung manusia dan merubah masyarakat. Injil adalah kuasa dan tenaga dari Tuhan untuk kita. Gereja yang kehilangan kuasa mengabarkan Injil tidak akan berkembang. Gereja yang mengandalkan kebenaran Firman Tuhan, gereja itu pasti bertumbuh.


2. Untuk Mempengaruhi Dunia (ayat 6-7)

Dalam ayat ini dikatakan Yason menerima Paulus dan Silas menumpang di rumahnya. Mereka semua bertindak melawan ketetapan kaisar dengan mengatakan ada seorang raja lain, yaitu Yesus. Ada yang aneh, orang di Tesalonika memberi gelar kepada Paulus dan Silas sebagai “orang yang menunggang-balikkan dunia.” Itu artinya, tenaga orang Kristen besar sekali karena ketika sebuah tempat dimasuki Injil dan mereka percaya, masyarakatnya berubah sehingga terjadi tunggang balik di sana. Gereja dalam masyarat harus memberi pengaruh pada masyarat. Gereja harus meninggalkan segala hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Karena Injil Tuhan Yesus yang diberitakan maka banyak sekali perubahan terjadi dalam sebuah masyarakat seperti kepercayaan tahyul menghilang, pengembalian derajat wanita, dan lain-lain. Gereja yang memberitakan Injil akan mengubah dunia ini.

 


3. Untuk Menyembah Tuhan (ayat 11)

Ki                            Lubuk jantung orang di Berea lebih baik dibandingkan dengan jemaat di Tesalonika. Orang-orang di Berea menerima Injil dengan segala kerelaan. Setiap hari mereka meneliti dan mempelajari Kitab Suci karena orang yang percaya Yesus rela menyembah Yesus. Kita dipanggil untuk percaya Tuhan Yesus adalah untuk menyembah Tuhan. Gereja adalah tempat kumpulan hamba dari Tuhan dan tujuan kita sebagai hamba-Nya adalah menyembah Tuhan dan melayani Tuhan. Kalau kita mau melayani Tuhan kita harus terlebih dahulu menyembah Tuhan. Dengan mengikuti kebaktian, Tuhan memberikan tenaganya kepada gereja, agar gereja dapat melayani-Nya.


Hari-hari ini jika kita tidak rajin berkebaktian atau melayani, maka Injil Tuhan Yesus tidak dapat dikabarkan sehingga gereja akan kehilangan tenaganya dan kehilangan kesaksiannya. Bandingkan gereja Kristen pada masa Kisah Para Rasul dengan gereja kita. Mari kita berdoa agar kita bisa menjadikan gereja kita sebagai gereja yang bertenaga untuk menginjili, mempengaruhi dunia dan menyembah serta melayani Tuhan karena tanpa hal-hal itu, gereja akan perlahan-lahan hancur.

 

(Diringkas oleh Zakharia Suhartono)

 

Last Updated on Friday, 02 November 2012 19:51
 
Share