Tujuh Aspek Kemahakuasaan Yesus dalam Mujizat-mujizat-Nya PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 10 November 2012 07:10

 

Ringkasan Khotbah 4 November 2012


Tujuh Aspek Kemahakuasaan Yesus dalam Mujizat-mujizat-Nya

Markus 8:1-10

Oleh : GI Peter Yoksan


Tuhan Yesus adalah 100 % Allah dan 100% manusia. Ia datang ke dunia menjadi manusia dan hamba untuk menyelamatkan manusia. Walaupun sebagai hamba, Yesus tetap adalah  Allah yang Maha Kuasa. Di dalam kehidupan-Nya di bumi Ia telah melakukan banyak mujizat. Di dalam keseluruhan Kitab Suci, kita dapat menemukan tiga zaman mujizat dimana Allah melakukan begitu banyak mujizat. Ke tiga zaman ini adalah: 1) Zaman Musa dan Yosua – dapat dibaca di Kitab Keluaran dan Yosua. Contoh mujizat yang Allah lakukan di zaman ini adalah ketika Allah menggunakan Musa membawa orang Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian yaitu Tanah Kanaan. Selama 40 tahun orang Israel berada di padang gurun, Tuhan memberi mereka manna yang jatuh dari langit, mengeluarkan air dari batu, membelah laut sehingga orang Israel dapat selamat dari kejaran Firaun; 2) Zaman Elia dan Elisa – dapat dibaca di I Raja-raja dan II Raja-raja dimana masing-masing Elia maupun Elisa pernah membangkitkan remaja dari kematian); 3) Zaman Yesus dan Para Rasul – dapat kita baca di empat Injil yaitu Matius, Markus, Lukas ddan Yohanes. Ke empat Injil itu mencatat kira-kira 37 mujizat yang Yesus telah lakukan selama hidup-Nya di dunia.

 


1. Camp Gereja Belajar Alkitab (ayat 1-2): Salah satu mujizat yang Yesus lakukan adalah memberi makan 4000 orang (laki-laki dewasa). Dikatakan ada banyak orang yang mengikuti Yesus. Yesus membawa mereka ke padang dan menyuruh mereka duduk di rerumputan dan terus mengajari mereka Firman Tuhan selama 3 hari.  Selama 3 hari berturut-turut itu mereka dikenyangkan terus oleh makanan rohani (Ini seperti Camp Gereja selama tiga hari belajar Alkitab). Akan tetapi makanan jasmani yang mereka bawa telah mulai habis. Murid-murid Yesus memberitahukan hal itu kepada Yesus. Lalu Yesus bertanya kepada mereka apakah di antara mereka ada yang masih mempunyai makanan. Kemudian mereka menemukan ada 1 keluarga yang masih memiliki 7 roti dan beberapa ekor ikan. Keluarga yang tidak mementingkan diri sendiri itu dengan rela menyerahkan ke 7 roti dan beberapa ekor ikan yang nampaknya sedikit/kecil dibandingkan dengan jumlah orang yang mengikuti Yesus yang begitu banyak. Sebagi orang percaya kita juga harus rela memberikan apapun yang ada pada diri kita supaya dapat dipakai oleh Tuhan.

 


2. Cara Kerja Yesus (ayat 3-9): Lalu Yesus meminta murid-murid-Nya mengatur orang banyak itu duduk berkelompok. Ada yang 50 orang, ada yang 100 orang. Lalu Yesus mengucap syukur atas ke 7 roti dan beberapa ikan itu dan kemudian meminta murid-murid-Nya membagi-bagikan kepada orang banyak supaya mereka makan. Mereka semua makan sampai kenyang. Jumlah mereka adalah 4000 orang laki-laki dewasa saja (kepala keluarga), belum termasuk perempuan dan anak kecil. Setelah semua selesai makan sampai kenyang Yesus meminta murid-murid-Nya untuk mengumpulkan sisanya, ada 7 keranjang besar jumlahnya. Ini mengajarkan kepada kita bahwa kita juga tidak boleh membuang-buang makanan.

 


3. Yesus melanjutkan tugas-Nya (ayat 10): Setelah semua makan baru mereka pulang. Selanjutnya Yesus dan murid-murid-Nya segera melanjutkan perjalanan ke tempat lain. Mengapa segera? Karena di tempat lain telah ada pelayanan lain yang menanti Yesus. Seorang hamba mengerjakan tugas tuannya harus dengan segera. Injil Markus adalah Injil yang mencerminkan Yesus sebagai seorang hamba, sehingga di Injil ini kita dapat menemukan kira-kira 40 kali kata “segera.”

 


Mujizat ini menyatakan aspek pertama dari  7 aspek kemahakuasaan Yesus yaitu Ia berkuasa atas benda-benda mati.

 

(Diringkas oleh Dora, diedit oleh Pipit MJ)

 

Last Updated on Saturday, 10 November 2012 07:17
 
Share