Tujuh Aspek Kemahakuasaan Yesus dalam Mujizat-mujizat-Nya (Bagian II) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Tuesday, 20 November 2012 13:00

 

Ringkasan Khotbah 11 November 2012


Tujuh Aspek Kemahakuasaan Yesus dalam Mujizat-mujizat-Nya (Bagian II)

Matius 14:22-33

Oleh : GI Peter Yoksan


Yesus adalah 100% Allah, dapat kita ketahui melalui mujizat-mujizat-Nya. Di dalam empat Kitab Injil tercatat ada 37 mujizat Yesus, namun itu bukan tidak berarti hanya 37 mujizat yang telah Ia lakukan. Jikalau semua mujizat Yesus dicatat maka tidak akan ada buku yang mampu memuatnya. Kita percaya bahwa mujizat yang Tuhan Yesus telah lakukan pasti tak terhitung banyaknya.


Dari ke 37 mujizat Tuhan Yesus yang tercatat di empat Injil, dapat dikelompokkan ke dalam tujuh aspek Kemahakuasaan Yesus di dalam mujizat-Nya melampaui BAB RR FF untuk mudah diingat.

1. Benda mati, tercatat 3 mujizat, misalnya mengubah air menjadi anggur, 5 roti dua ikan dsb.

2. Alam, tercatat 2 mujizat, yaitu menenangkan badai yang mengamuk dan berjalan di atas air.

3. Badan manusia, tercatat 19 mujizat, misalnya menyembuhkan orang buta, bisu, tuli, timpang dsb.

4. Roh jahat, tercatat 4 kali, misalnya mengusir roh jahat yang merasuki orang muda di Gedara.

5. Roh manusia, tercatat 3 kali, yaitu membangkitkan putra janda Naim,putri Yairus dan Lazarus.

6. Flora (tumbuhan), tercatat 1 kali, yaitu mengutuki pohon ara.

7. Fauna (binatang), tercatat 3 mujizat misalnya ikan yang tertangkap dengan uang logam di mulutnya.


Minggu yang lalu kita telah belajar aspek pertama dari Kemahakuasaan Yesus di dalam mujizat-Nya melampaui benda mati yaitu memberi makan 4000 orang laki-laki hanya dengan 7 roti dan beberapa ekor ikan kecil. Hari ini kita belajar aspek kedua yaitu Kemahakuasaan Tuhan Yesus di dalam mujizat-Nya melampaui alam dari Matius 14:22-33 dimana Yesus berjalan di atas air dan bahkan Petrus juga berjalan di atas air karena Kemahakuasaan Yesus. Dari mujizat ini , ada 2 point yang menjadi pelajaran untuk kita, yaitu:


1. Bahaya dalam kehidupan (ayat 22-27)

Ayat 22 mengatakan orang banyak yang mengikuti Yesus ingin menjadikan secara paksa Yesus sebagai raja karena telah melihat mujizat Yesus yang memberi makan orang banyak. Mereka berpikir dengan mengikuti raja yang demikian maka mereka bisa makan gratis terus. Akan tetapi Yesus menyuruh murid-murid-Nya terlebih dahulu pergi ke seberang dan menyuruh orang banyak itu untuk pulang. Setelah itu Yesus seorang diri naik ke atas bukit untuk berdoa. Ini mengajarkan kita agar selalu menyediakan waktu untuk berdoa. Pada ayat 25, para murid berada di perahu dan mereka terombang-ambing oleh angin dan gelombang yang besar sampai pukul 3 subuh. Jikalau mereka mulai mendayung pada jam 9 malam, maka itu berarti mereka telah mendayung 6 jam tetapi mereka belum juga sampai ke tempat tujuan. Mereka mulai takut. Permasalahan pertama belum selesai, tiba-tiba mereka melihat Yesus berjalan di atas air tetapi mereka tidak mengenali Yesus dan mengira Yesus itu hantu. Mereka bertambah takut. Akan tetapi Yesus segera meminta mereka tenang karena Ia yang sedang datang. Hidup kita di dunia ini memang banyak bahaya dan membuat kita menjadi takut. Namun kita harus ingat, bahaya apapun yang kita hadapi, bersama Yesus maka kita akan tenang karena Ia akan menolong kita menyelesaikannya.


2. Kesempatan, kejatuhan dan keselamatan untuk Petrus (ayat 28-33)

Petrus pandai melihat kesempatan. Dia juga ingin berjalan di atas air seperti Yesus (ayat 28) dan Yesus mengabulkan permintaannya sehingga ia juga berjalan di atas air. Akan tertapi ketika dia tidak lagi melihat terus kepada Yesus dan mulai melihat kondisi angin dan gelombang dia mulai tenggelam. Petrus segera berseru kepada Yesus dan Yesus segera menolong dia dan berkata kepadanya, Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (ayat 31). Yesus tidak mengatakan dia “tidak percaya” tetapi “kurang percaya” dan “bimbang.” Kita juga demikian, hidup kita harus terus memandang kepada Yesus, jangan melihat kepada dunia ini supaya kita juga jangan menjadi kurang percaya dan bimbang sehingga kita tenggelam oleh dunia ini.  Ayat 32, Yesus dan Petrus kemudian naik ke pereahu maka angin dan gelombang segera reda sehingga mereka dengan segera tiba ke tempat tujuan mereka. Dalam satu malam mereka menyaksikan dua mujizat Yesus yaitu berjalan di atas air dan meredakan angin dan gelombang sehingga mereka bisa sampai ke tempat tujuan. Mereka langsung sujud menyembah Yesus dan mengaku, “Sungguh Engkau adalah Putra Allah” yang berarti bahwa Yesus adalah 100% Allah.


(Diringkas oleh Rudy Rus, diedit oleh Pipit MJ)

 

Last Updated on Tuesday, 20 November 2012 13:01
 
Share