Perjamuan Kerajaan Sorga PDF Print E-mail
Written by Rev Elyakin Phang Khin Sui   
Saturday, 01 December 2012 05:57

 

Ringkasan Khotbah 18 November 2012


“Perjamuan Kerajaan Sorga”

Lukas : 14:15-24

Oleh : Pdt. Elyakin Phang Khin Sui


Makan dan minum merupakan kebutuhan dasar  seorang manusia. Sejak dari bayi manusia membutuhkan makanan dan minuman untuk dapat bertahan hidup. Didalam kehidupan sehari-hari terkadang manusia mengadakan perjamuan makan dan minum untuk memperpendek jarak diantara mereka atau  untuk lebih bersosialisasi satu sama lain. Makan  adalah saat  dimana kita bisa menikmati berkat dari Tuhan. Tujuan utama mencari nafkah adalah juga untuk memenuhi kebutuhan makan. Semua ini membuktikan pentingnya makan bagi seorang manusia.


Bagi bangsa Yahudi perjamuan makan itu adalah hal yang biasa saja, tetapi perayaannya yang dianggap penting. Seperti perjamuan dalam perayaan Paskah dimana mereka bersama-sama menikmati roti tak beragi dan daging anak domba jantan untuk memperingati keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir, dan juga perayaan pesta pernikahan yang berlangsung selama 7 hari bahkan ada yang mencapai 2 minggu. Didalam pelayanan-Nya, Tuhan Yesus juga sering menghadiri perjamuan pernikahan, seperti yang terdapat di dalam injil Yohanes 2:1-11, dimana Tuhan Yesus melakukan mukjizat pertamanya yaitu merubah air menjadi anggur pada perjamuan nikah di kota Kana.


Tuhan Yesus juga sering diundang untuk menghadiri perjamuan makan, seperti di dalam Injil Lukas 14 ini. Dia dan murid-murid-Nya di undang makan di rumah seorang Lewi, dan orang-orang Farisi juga berada di sana. Sebelum memulai perjamuan makan itu Yesus  melihat tamu-tamu yang berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan. Pada perjamuan makan bangsa Yahudi, mereka memiliki peraturan yang khas yaitu duduk sesuai dengan jabatan mereka, yang memiliki jabatan atau kedudukan yang paling terhormatlah yang akan duduk di tempat yang paling depan. Yesus melihat semuanya itu lalu mengajar mereka.


Pada ayat 13, Yesus mengajarkan siapakah yang sebaiknya diundang dalam perjamuan makan, bukan sahabat-sahabatmu, atau sanak saudaramu, atau tetanggamu yang kaya, tetapi undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Di dalam Lukas 14:15-25 ini Tuhan Yesus melalui perjamuan kawin mengajarkan tentang kerajaan Allah. Jika seseorang itu meghadiri pesta kawin kerajaan Allah ia akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Tetapi jika seseorang itu menolak hadir maka ia tidak akan mendapatkan berkat dari Allah.


Ada 3 karakter orang yang menolak menghadiri perjamuan pada Lukas 14:15-25 ini:


1. Ayat 18. Menunjukkan orang yang tidak mau datang karena pekerjaannya. Pada zaman sekarang ini banyak manusia yang mengatakan sibuk, melakukan segala pekerjaan duniawi sehingga tidak bisa datang ke Gereja.


2. Ayat 19. Menunjukan orang yang tidak mau datang ke undangan perjamuan itu dengan mencari-cari alasan yang tidak masuk akal. Ini adalah karakter orang yang terbiasa mencari banyak alasan untuk tidak datang beribadah ke Rumah Tuhan.


3. Ayat 20. Orang yang menolak datang menghadiri undangan perjamuan dikarenakan baru saja menikah. Dari zaman dahulu hingga sekarang, pernikahan adalah salah satu momen penting dalam kehidupan manusia. Seperti yang tertulis di dalam Ulangan 24:5, karakter ke-3 ini menolak menghadiri undangan perjamuan itu dengan alasan ia baru saja menikah. Ini menunjukan karakter manusia yang lebih mementingkan urusan keluarganya dibandingkan keinginannya untuk datang ke Gereja.


Setiap hari minggu kita sudah diundang Tuhan untuk datang beribadah di rumah-Nya. Janganlah kita beralasan ini dan itu untuk tidak datang. Demikian pula ketika Tuhan Yesus datang untuk yang ke 2 kalinya (Wahyu 19:7-9), dikatakan bahwa berbahagialah mereka yang diundang ke pesta kawin Anak Domba, jadi  janganlah kita menyia-nyiakan undangan itu dengan tidak menghadirinya karena berbagai alasan. Seperti perumpamaan yang Tuhan Yesus ajarkan tentang 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh. Kiranya kita dapat mencontoh teladan dari 5 gadis yang bijaksana, yang menyongsong mempelai laki-laki dengan penuh persiapan yang matang, yaitu lampu berserta minyaknya.


Ketika kita diundang dalam perjamuan kawin Anak Domba, janganlah kita tidak menghadirinya, karna kita sendirilah yang akan merugi nantinya. Sebaliknya jika kita datang kita adalah orang yang berbahagia, beruntung, dan senantiasa akan diberkati, sehingga akan menjadikan iman kita semakin dan semakin bertambah lagi. Amin.

 

(Diringkas oleh Indriyanti)

 

Last Updated on Saturday, 01 December 2012 06:02
 
Share