Tuhan Memakai Manusia Sederhana yang Bernama Yusuf PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Sunday, 06 January 2013 20:24

 

Ringkasan Khotbah 30 Desember 2012

Tuhan Memakai Manusia Sederhana yang Bernama Yusuf
Matius 1:18-25
Oleh: GI Peter Yoksan



Yusuf adalah orang yang sederhana. Kerjanya hanya sebagai seorang  tukang kayu. Ia bukan berasal dari kota besar tetapi berasal dari sebuah kampung bernama Nazaret.



Di Perjanjian Lama ada juga seorang yang bernama Yusuf yiatu yang pernah menjadi perdana menteri di Mesir. Arti nama Yusuf adalah “Allah akan menambahkan” karena orang tua Yusuf yaitu Yakub dan Rahel mengharapkan agar Allah menambahkan seorang putra lain lagi kepada mereka. Dan hal itu memang terjadi dimana mereka diberi lagi seorang anak laki-laki lain yaitu adik Yusuf yang diberi nama Benyamin. Yusuf yang satu ini, meskipun bekerja di dunia politik dengan menduduki jabatan yang tinggi sebagai perdana menteri di Mesir, namun Alkitab tidak mencatat satupun cacat cela dari hidupnya. Orang kedua yang Alkitab juga tidak mencatat cacat cela dari hidupnya adalah Daniel, yang juga kerjanya di dunia politik dengan jabatan tinggi di negeri Babel. Hal ini memberitahukan kita bahwa sebagai anak Tuhan, bukanlah tidak mungkin bagi kita untuk menjaga hidup yang tak bercacat cela di hadapan Tuhan, sekalipun di dunia politik yang penuh dengan kotoran.



Yusuf yang pagi ini akan kita pelajari karakternya adalah Yusuf di Perjanjian Baru yang adalah ayah angkat Yesus. Alkitab mengatakan ia adalah seorang yang “benar” (kata “tulus” di situ sebenarnya adalah “benar” – ayat 19). Kita akan melihat 3 alasan mengapa Yusuf disebut orang yang benar oleh Alkitab.



1. Yusuf membawa kebaikan untuk orang lain (ayat 19)

Setelah Yusuf tahu tunangannya mengandung, ia tidak ingin membuat Maria malu sehingga ia dengan diam-diam ingin menceraikan Maria. Pada masa itu, bagi orang Yahudi, bertunangan itu sudah setingkat dengan pernikahan dimana untuk membatalkan suatu pertunangan akan diperhitungkan sebagai perceraian. Yusuf tidak ingin merugikan Maria sebaliknya ia ingin agar tunangannya itu jangan sampai dipermalukan, Yusuf adalah seorang yang benar karena selalau ingin mendatangkan kebaikan bagi Maria.



2. Yusuf taat kepada perintah Tuhan (ayat 20-24)

Ketika Yusuf mempertimbangkan keinginannya untuk menceraikan Maria, malaikat Tuhan datang kepadanya lewat mimpi dan memerintahkan dia supaya jangan takut untuk mengambil Maria menjadi isterinya karena Maria mengandung dari kuasa Roh Kudus. Meskipun dengan akal sehatnya ia tidak mengerti mengapa Maria bisa mengandung dari Roh Kudus namun ia taat keapda Tuhan. Ia tidak jadi menceraikan Maria dan mengambil Maria menjadi isterinya.



Ketaatan Yusuf sangat berperanan penting di dalam kelahiran Mesias yang sudah dinubuatkan ribuan tahun yang lalu di Perjanjian Lama (Yesaya 7:14; Kejadian 3:15).  Meskipun Allah telah memilih Maria yang adalah hamba-Nya untuk melahirkan Kristus dengan mendatangi Maria melalui malaikat tanpa terlebih dahulu memberitahu Yusuf, namun kerja sama Yusuf tetap dibutuhkan. Ketaatannya kepada perintah Tuhan menunjukkan bahwa dia juga adalah seorang hamba Tuhan sehingga dapat melengkapi rencana kelahiran Kristus ke dalam dunia ini. Dengan tanpa berbantah sedikitpun kepada Tuhan ia menerima Maria menjadi isterinya dan melakukan semua yang Tuhan perintahkan yaitu menamakan  dia Yesus.



3. Yusuf rela berkorban (ayat 25)

Yusuf rela untuk tidak bersetubuh dengan isterinya sampai isterinya melahirkan bayinya. Selain itu, ia juga rela dengan susah payah membawa Maria isterinya dan bayi dalam kandungannya berjalan kaki menempuh perjalanan yang jauh ke kota Betlehem untuk membayar pajak. Kemudian, ia juga rela membawa Maria dan Yesus yang masih bayi untuk menyingkir ke Mesir sesuai perintah Tuhan lewat mimpi karena Raja Herodes saat itu hendak membunuh semua bayi laki-laki di bawah umur dua tahun. Itulah tiga bukti pengorbanan Yusuf sebagai suami dan ayah (angkat) yang benar.



Semoga kita belajar dari karakter Yusuf yang benar yaitu selalu ingin mendatangkan kebaikan bagi orang lain, taat kepada perintah Tuhan dan rela berkorban untuk orang lain. Amin.



Diringkas oleh Dora, diedit oleh Pipit MJ

 

Last Updated on Sunday, 06 January 2013 20:27
 
Share