Tujuh Aspek Kemahakuasaan Yesus di dalam Mujizat-mujizat-Nya (Bagian V) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Sunday, 13 January 2013 05:23

 

Ringkasan Khotbah 06 Januari  Tahun TUHAN 2013


“Tujuh  Aspek Kemahakuasaan Yesus di dalam Mujizat-mujizat-Nya (Bagian V)”
Teks: Yohanes 11:1-44

Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan


Empat Kitab Injil mencatat Yesus telah membangkitkan 3 orang yang telah mati, yaitu putri Yairus, pemuda di Kota Naim dan Lazarus. Hal tentang kebangkitan hanya dapat dibaca di dalam Alkitab karena tidak dicatat di dalam buku lain apapun di dunia ini.


Pagi ini kita akan melihat aspek ke lima dari kemahakuasaan Yesus yaitu di dalam mujizat membangkitkan Lazarus yang sudah mati 4 hari. Membangkitkan orang dari kematian boleh dikatakan sebagai mujizat terbesar yang telah Yesus lakukan di dunia ini. Yohanes 11:1-44 dapat dibagi menjadi 4 bagian untuk kita perhatikan.


1. Penyakit Lazarus (ayat 1-3)

Lazarus bersama kedua saudari perempuannya Marta dan Maria tinggal di Kampung Betania. Lazarus dalam Ibraninya adalah Eleaser, artinya Allah menghibur/menolong. Karena Lazarus sakit berat maka Marta dan Maria meminta orang untuk mencari Yesus. Saat itu Yesus tidak berada di sana. Yang membawa berita menyampaikan pada Yesus dengan jelas dan singkat bahwa orang yang Yesus kasihi jatuh sakit. Marta dan Maria tahu bahwa Yesus mengasihi mereka. Kita juga tahu bahwa Yesus mengasihi kita karena Ia telah mati di atas kayu salib menggantikan kita yang berdosa.


2. Komentar Yesus dan Pengajaran-Nya kepada Murid-murid (ayat 4-16)

Yesus mengatakan penyakit Lazarus tidak akan membawa kematian tapi nama Tuhan akan dimuliakan. Yesus tidak hanya mengasihi seorang saja tetapi seisi keluarga. Yesus tidak langsung pergi ke tempat Lazarus tetapi sengaja tinggal 2 hari lebih lama sampai kemudian Lazarus meninggal. Setelah 2 hari baru Yesus mengajak murid-murid-Nya pergi ke Yudea. Murid-murid-Nya heran karena Yesus pernah dicobai untuk dilempari dengan batu sampai mati di sana. Yesus menjawab, ”bukankah ada 12 jam dalam 1 hari?” Maksud Yesus, kita harus bekerja selama hari masih siang (orang percaya Yesus) karena kalau malam tiba tidak akan dapat bekerja lagi (orang tidak percaya Yesus). Yesus mengatakan bahwa Lazarus tidak mati tetapi tertidur karena setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak pernah mati di mata-Nya. Di sini Yesus mengajarkan murid-murid-Nya bahwa kematian bagi orang percaya adalah seperti tidur. Yesus ingin pergi ke tempat Lazarus untuk membangunkannya. Tomas yaitu Didimus/Kembar menyindir, “marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia?” karena Tomas tahu bahwa di Yudea orang-orang ingin membunuh Yesus.


3. Kematian Lazarus (ayat 17-37)

Ketika Yesus tiba di Betania, Marta mengatakan kepada-Nya bahwa seandainya Yesus datang dan menyembuhkan Lazarus maka Lazarus tidak akan mati. Kemudian Yesus berjumpa dengan Maria. Maria juga mengatakan hal yang sama kepada Yesus. Mereka lupa bahwa jikalau Yesus tidak berada di Betaniapun, namum kuasa Yesus tetap hadir. Ketika menanggapi perkataan Marta, Yesus mengatakan, “Akulah kebangkitan dan hidup, barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (ayat 25). Di Injil Yohanes, ada 7 kali kata “akulah” yang diucapkan oleh Yesus karena Yesus adalah TUHAN/Yahweh Yang Maha Kuasa (6:35; 8:12; 10:7; 10:11, 11:45; 14:6; 15:1). Ketika Yesus melihat reaksi yang sama dari orang Yahudi yang menyesalkan ketidak-hadiran Yesus untuk menyembuhkan Lazarus sebelum Lazarus mati, maka Yesus menangis. Yesus menangis bukan karena sedih atas kematian Lazarus tetapi sedih karena melihat bahwa banyak orang tidak mengenal dan tidak percaya kepada-Nya.


4. Kebangkitan Lazarus (ayat 38-44)

Yesus pergi ke kubur Lazarus dan memerintahkan untuk membuka batu pintu kubur. Ketika pintu kubur dibuka, Ia berdoa dengan keras. Setelah Ia berdoa, Ia memanggil Lazarus dengan keras untuk keluar. Roh Lazarus yang telah mati langsung kembali bersatu dengan tubuhnya. Lazarus hidup kembali dan melompat keluar karena tubuhnya masih dibungkus kain kapan. Yesus membuktikan bahwa Ia adalah Allah karena roh manusiapun mendengarkan perintah-Nya. Kemudaian Yesus memerintahkan orang untuk melepaskan kain kapan Lazarus dan membiarkan Lazarus pergi. Tidak ada wawancara dengan Lazarus tentang pengalaman Lazarus di Firdaus selama 4 hari. Hal ini membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah menginginkan manusia untuk menceritakan tentang keadaan sorga atau neraka karena semuanya telah tercatat di Alkitab khususnya Kitab Wahyu.

 

(Diringkas oleh Elizabeth Elson, diedit oleh Pipit MJ)

 

Last Updated on Sunday, 13 January 2013 05:25
 
Share