Tujuh Aspek Kemahakuasaan Yesus di dalam Mujiza-mujizat-Nya (Bagian VI) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 19 January 2013 14:51

 

Ringkasan Khotbah 13 Januari 2013


Tujuh Aspek Kemahakuasaan Yesus di dalam Mujiza-mujizat-Nya (Bagian VI)

Markus 11: 12-14 & 20-26
Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan

 


Di dalam ke 4 Kitab Injil tercatat ada 37 mujizat yang telah dilakukan oleh Yesus. Tujuan  Yesus melakukan mujizat adalah supaya manusia tahu bahwa Dia adalah Allah yang Maha Kuasa. Keseluruhan Kitab Injil pada hakekatnya mencatat tentang kehidupan Yesus yang isinya dapat kita singkat dengan 5 poin ABCDE dimana A: Yesus Ada sebelum dunia tercipta; B: Yesus Benar-benar telah menjelma menjadi manusia; C: Yesus menCanangkan Firman Bapa-Nya kepada manusia dengan sempurna; D: Di Calvary Yesus mati tebus dosa manusia dan bangkit pula pada hari ke 3 serta naik ke sorga; E: Satu saat kelak semua manusia akan mengElukan Yesus sebagai Raja dan memuji Bapa Maranata.

 


Markus 11: 12-14 & 20-26 mencatat tentang permulaan Minggu Palem atau Minggu Kesengsaraan Yesus. Dapat dibaca juga di Buku Injil Tuhan Yesus perikop 165-214. Menurut penanggalan orang Yahudi, Yesus disalib pada bulan Nisan tanggal 14 yaitu pada hari Jumat. Hari Senin yaitu Nisan 10 Yesus keluar dari Betania masuk ke Yerusalem yang berjarak kurang lebih 3 km. Pada saat itu pagi hari, Yesus merasa lapar dan Ia melihat ada sebuah pohon ara yang subur dan lebat daunnya. Mendekati pohon ara itu, Yesus tidak mendapatkan satupun buah dari pohon itu. Maka Yesus langsung mengutuk pohon itu, “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Pohon itu langsung menjadi kering dan mati. Keesokan harinya yaitu hari Selasa (Nisan 11), para murid melewati pohon ara itu dan mereka melihat pohon itu telah kering kerontang dari akar sampai ujung daunnya. Tumbuhan taat kepada perintah Yesus.

 


Buah ara adalah makanan rakyat miskin. Yesus datang ke dunia ini memang sebagai orang miskin. Alasan utama Yesus mengutuk pohon ara itu adalah untuk memberikan pelajaran rohani bagi kita karena Yesus adalah guru orang percaya dan kita adalah murid-murid-Nya. Pohon ara itu melambangkan orang Israel yang tidak berbuah artinya mereka tidak percaya kepada Yesus dan tidak bertobat (Lukas 3:18). Alasan yang lain, waktu itu memang belum musim buah besar yang jatuh pada bulan Agustus-September. Yesus bukannya egois dan cepat marah karena mengutuk pohon ara itu yang tidak berbuah karena memang bukan musimnya, namun seharusnya pohon itu bisa menghasilkan beberapa buah karena saat itu adalah musim kecil  yaitu sekitar bulan Maret-April. Jadi, pengutukan pohon ara itu terjadi pada saat Perayaan Paskah.

Sebagai orang yang sudah percaya kepada Yesus, hendaklah kita menjadi orang Kristen yang berbuah supaya kita dapat mejadi orang yang dipakai oleh Tuhan untuk menjadi saksi dan pemberita Firman. Berbuah mempunyai dua arti, yaitu:

 


1. Buah pertobatan

Alkitab mencatat beberapa orang yang telah bertobat seperti Maria Magdalena, Zakheus, Matius si Pemungut Cukai, Paulus dll yang bertobat dan meninggalkan manusia lama mereka yang penuh dosa kemudian berbalik menjadi manusia baru di dalam Kristus. Bertobat artinya kita harus memiliki kehidupan yang dapat disingkat menjadi 3M yaitu: 1) Manfaat - artinya kehidupan kita haruslah bermanfaat untuk pekerjaan Tuhan dan orang lain; 2) Matang/Manis – artinya apa yang kita harapkan yaitu yang baik dapat tercapai dengan baik dan banyak orang suka berkawan dengan kita; 3) Mahir/Makmur rohani – artinya kita terdidik untuk melayani sehingga kelak mempunyai mahkota di sorga dan orang di samping kita akan mendapat berkat rohani dari kita karena kita makmur rohani yang melimpah ruah kepada orang lain.

 


2. Buah roh

Sebagai orang percaya dan bertobat, kita juga harus memiliki buah roh yang memiliki 9 aspek yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, panjang sabar, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23).

Untuk dapat berbuah rohani, kita harus dapat mengikis segala halangan yatiu dengan berdoa dan bekerja. Gunung melambangkan problema hidup. Yesus mengajarkan bahwa kita dapat mencampakkan gunung-gunung itu kalau kita tidak bimbang hati. Di dalam berdoa, kita harus terlebih dahulu memohon ampun dari Tuhan supaya kesalahan-kesalahan kita juga diampuni sehingga doa kita dapat sampai kepada Tuhan. Semoga Tuhan menolong kita. Amin.

 

(Diringkas oleh Rudy Rus, diedit oleh Pipit MJ)

 

 

 

Last Updated on Saturday, 19 January 2013 14:53
 
Share