Kemahakuasaan Yesus di dalam Mujizat-mujizat-Nya (Bagian VII) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 09 February 2013 09:11

 

Ringkasan Khotbah 3 Februari 2013


Kemahakuasaan Yesus di dalam Mujizat-mujizat-Nya (Bagian VII)

Yohanes 21:1-11

Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan


Kemahakuasaan Yesus di dalam mujizat-mujizat-Nya mengatasi 7 aspek, yaitu: BAB RR FF (benda mati, alam, badan manusia, roh jahat, roh manusia, flora dan fauna):


1)  mengatasi benda mati karena manusia selalu mengalami kekurangan. Makanya di Kejadian 22 Tuhan Yesus bergelar  ”Yehovah Jireh” yang berarti Tuhan menyediakan semua yang kita perlukan. Saat kekurangan air anggur (Yoh 2) Tuhan Yesus membuat air menjadi anggur terbaik. Saat kekurangan makan TUHAN Yesus mengenyangkan 4000 & 5000 Kepala Keluarga dengan 7 roti dan beberapa ekor ikan kecil dan 5 roti dan 2 ikan yang dipersembahkan oleh seorang anak kecil.


2) mengatasi alam karena manusaia hidup di dunia/alam yang penuh bahaya. Oleh sebab itu, Yesus atau dalam bahasa Ibraninya ”Yosua” berarti ”Juru Selamat”; Bahaya yang paling berbahaya adalah Danau Api/Neraka di mana hanya Yesus saja yang dapat menyelamatkan kita dari kebinasaan kekal di Danau Api dan Yesus dalam bahasa Ibrani adalah Yosua. Waktu murid-murid mengalami badai mengancam nyawa mereka, mereka berkata kepada YESUS: Guru, kita binasa. Dan Yesus menenangkan badai dan menyelamatkan para murid-muridNya dari bahaya.


3) mengatasi badan manusia karena badan manusia lemah dan sering jatuh sakit. Yesus banyak menyembuhkan orang sakit, makanya Ia bergelar ”Yehovah Rapha” yang berarti Tuhan menyembuhkan; Dalam kelompok ini Yesus telah melakukan mujizad terbanyak yaitu 19 kali. Tujuan Ia menyembuhkan kita adalah supaya kita dapat melayaniNya seperti ibu mertua Petrus yang sudah disembuhkanNya dari demam-tinggi.


4) mengatasi roh jahat karena roh-roh jahat yaitu malaikat yang telah jatuh (iblis) satu saat akan dihakimi. Tuhan Yesus adalah ”Pencipta, Penguasa dan Hakim”; Dari mujizad ini kita mengerti ajaran Yesus bahwa di dunia ini penuh dengan roh-roh jahat yang dapat merasuki manusia dan binatang. Tetapi setiap kali mereka bertemu dengan Yesus, mereka mengenal siapa Yesus dan statement mereka: apakah Engkau akan menghukum kami sekarang? Artinya Yesus adalah Hakim. Maka ada tokoh Perjanjian Allah yang bernama Yehosafat (TUHAN adalah Hakim) dan Daniel (Allah adalah Hakim).


5) mengatasi roh manusia karena semua manusia yang telah jatuh ke dalam dosa pasti mati tetapi roh manusia yang percaya kepada Yesus pasti akan dibangkitkan kelak untuk bersatu dengan tubuh mulia yang Allah berikan seperti sekarang yang telah dimiliki Yesus. Yesus pernah membangkitkan orang baik yang baru mati, yang sedang diusung untuk dikuburkan maupun yang sudah mati 4 hari. Yesus adalah ”Kebangkitan dan Hidup”;


6) mengatasi tumbuhan karena Yesus adalah ”Guru” dan kita adalah murid-murid-Nya. Melalui pohon ara yang melambangkan tumbuh-tumbuhan Ia ingin mengajar kita supaya kita dapat berbuahkan buah pertobatan dan buah roh (Galatia 5:22-23).



Aspek ke 7 dari kemahakuasaan Yesus di dalam mujizat-mujizat-Nya adalah mengatasi binatang. Setelah kebangkitan-Nya dari kematian, Yesus menampakkan Diri kali ke 7 di Laut/Danau Galilea. Danau Galilea juga disebut sebagai Danau Tiberias (sesuai Nama Kaisar Roma) atau Danau Genesaret atau Danau Kineret (karena bentuknya yang seperti gitar, chineret dalam bahasa Ibrani berarti kecapi). Di dalam Lukas 5:1-11 dikatakan bahwa tiga setengah tahun lalu murid-murid Yesus menangkap ikan semalam-malaman namun mereka tidak mendapatkan satu  ekor ikanpun. Keesokan paginya Yesus menyuruh mereka menebarkan jala mereka dan mereka taat kepada perintah Yesus. Ketika mereka mengangkat jala mereka banyak sekali (ada 153 jenis) ikan yang mereka dapatkan, sampai-sampai jala mereka robek. Itu karena malam sebelumnya, Yesus telah perintahkan kepada semua ikan untuk tidak masuk ke dalam jala mereka dan ketika paginya Yesus memerintahkan semua ikan untuk masuk ke dalam jala mereka. Ikan yang mewakili semua binatang taat kepada perintah Yesus. Di dalam Yohanes 21:1-11 disebutkan jala mereka tidak robek. Kenapa ada perbedaan antara Lukas 5:1-11 dan Yohanes 21:1-11? Karena jala pertama yang mereka gunakan adalah jala ikan yaitu jala yang betul-betul untuk menangkap ikan, sedangkan jala yang tidak robek itu adalah jala untuk mencari jiwa manusia yaitu ”Jala Injil”. Jala Injil tidak pernah akan robek, sebanyak apapun jiwa yang kita jala. Semua manusia boleh masuk ke jala Injil dan ia tidak pernah akan robek.


Petrus bersama dengan kawan-kawannya telah tiga setengah tahun mengikuti Yesus. Profesi mereka sebelumnya memang adalah nelayan. Setelah Yesus disalibkan, mereka kembali ke profesi lama menangkap ikan. Yesus menemui mereka dan hendak memanggil mereka untuk kembali kepada panggilan mereka menjadi pengikut-Nya. Namun Yesus tidak langsung menegur Petrus. Yesus mengajak mereka makan pagi bersama terlebih dahulu setelah itu Yesus bertanya kepada Petrus:

 

”Simon, putra Yohanes apakah engkau mengasihi (dengan kasih agape) Aku?” Petrus menjawab, ”Benar Tuhan, engkau tahu aku mengasihi (dengan kasih filia) Engkau.” Petrus tidak berani menjawab Yesus bahwa ia mengasihi Yesus dengan kasih agape karena kasih agape adalah kasih tak bersyarat dan kasih yang berkorban yaitu kasih Allah untuk umat manusia. Petrus hanya berani menjawab bahwa ia mengasihi Yesus dengan kasih filia yaitu kasih persaudaraan.

 

Lalu Yesus berkata, ”Gembalakanlah domba-domba kecil-Ku.” Kemudian untuk kedua kalinya Yesus bertanya, ”Simon, putra Yohanes apakah engkau mengasihi aku (dengan kasih agape) Aku?” Petrus menjawab, ”Benar Tuhan, engkau tahu bahwa aku mengasihi (dengan kasih filia) Engkau.”

 

Kata Yesus lagi, ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kemudian untuk ketiga kalinya, Yesus bertanya lagi, ”Simon, putra Yohanes apakah engkau mengasihi (dengan kasih filia) Aku?” Maka sedihlah hati Petrus karena Yesus bertanya 3 kali kepadanya. Itu karena ia telah 3 kali menyangkal Yesus. Ia menjawab Yesus, ”Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi (dengan kasih filia) Engkau.” Maka Yesus berkata lagi. ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Yesus adalah Tuhan yang penuh hikmat. Ketika ia memanggil Petrus dan kawan-kawan untuk melakukan pekerjaan fisik menebarkan jala, dia langsung menyuruhnya tanpa perlu memberikan pertanyaan apa-apa terlebih dahulu. Tetapi untuk pekerjaanmenggembalakan domba ia bertanya sampai 3 kali karena untuk pekerjaan melayani Tuhan, Yesus mau/menuntut kerelaan manusia melakukannya. Ia ingin kita melayani Dia dengan tulus iklas.


Melalui mujizat Yesus mengatasi binatang, kita tahu bahwa Ia adalah ”Gembala Agung” yang memanggil kita menjadi ”gembala-gembala” domba-domba kecil dan domba-domba-Nya. Petrus yang telah meninggalkan panggilannya sebagai ”gembala” dipanggil kembali untuk menjadi ”gembala” oleh Yesus. Semoga kita menjadi orang-orang yang rela menggembalakan domba-domba Tuhan dan melayani-Nya sampai akhir. Amin.


(Diringkas oleh Dora, diedit oleh Pipit MJ)

 

Last Updated on Monday, 11 February 2013 10:44
 
Share