Empat puluh 40 Perumpamaan dalam 7 Kategori: I. Allah Mengajar bahwa Ia Baik: Ia Memberikan Anugerah-Nya PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Wednesday, 13 March 2013 08:34

 

Ringkasan Khotbah 03 Maret Tahun TUHAN 2013


40 Perumpamaan dalam 7 Kategori: I. Allah Mengajar bahwa Ia Baik: Ia Memberikan Anugerah-Nya

Teks: Matius 20:1-16

Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan


Perumpamaan Yesus hanya dicatat di dalam Injil Matius, Markus dan Lukas. Kita telah belajar melalui perumpamaan-Nya (Kategori I), Yesus mengajarkan bahwa Allah itu baik, seperti memberikan matahari dan hujan bagi orang baik maupun orang jahat. Namun hal yang terbaik yang Allah lakukan ialah mengirimkan Putra-Nya yang tunggal untuk menebus dosa umat manusia. Sebesar apapun dosa kita, Tuhan dapat mengampuni kita. Syaratnya adalah kita harus bertobat.


Untuk dapat mengerti perumpamaan, kita dapat menggunakan kata ”LIKE,” di mana:


L = Lokal tapi ajarannya bersifat universal

Pengajaran-pengajaran dari perumpamaan adalah kisah lokal/setempat yaitu ajaran-ajaran orang Yahudi namun bersifat universal karena seluruh dunia dapat belajar dari perumpamaan dari Yesus.

 


I = Identifikasi yaitu ada 40 perumpamaan Yesus dikelompokkan ke dalam 7 kategori: 1) Allah Mengajar Bahwa Ia Itu Baik; 2) Allah Menyatakan Kebaikan-Nya Melalui Perbuatan Anak-anak-Nya; 3) Allah Menyatakan Hikmat-Nya; 4) Allah Menilai Hidup Manusia Apakah Seusai Hikmat-Nya atau Tidak?; 5) Allah Mengajar Anak-anak-Nya Tentang Doa; 6) Allah Menyatakan Diri-Nya Adalah Hakim; 7) Allah Mengajarkan tentang Gereja-Nya dan Kerajaan-Nya.

 


K = Karakteristik khusus perumpamaan Yesus: 1) merupakan pertanyaan langsung, 2) utuh/lengkap, 3) tidak seperti papan peluncur atau hanya sebagai batu loncatan, 4) menggambarkan pribadi Allah, 5) membuat kejutan di bagian akhir dan 6) mengajarkan tentang hikmat dan akhir zaman.

 


E = Eksegesis yaitu menafsirkan arti perumpamaan (Matius 13:13, Yesaya 44:18).

 

Melalui perumpamaan, Yesus 5 kali mengatakan kerajaan sorga seperti di dalam Injil Matius. Bagian Firman Tuhan yang kita baca hari ini Matius 20:1-16, pemilik anggur melambangkan Allah, kebun anggur melambangkan Israel (Yesaya 5 dan Yeremia 15), para pekerja melambangkan setiap orang percaya dan hamba-hamba Tuhan. Orang Israel bekerja selama 12 jam yaitu dari jam 6 pagi sampai 6 petang (Maz 104). Pada saat itu orang-orang dibayar harian. Dikatakan bahwa pemilik kebun anggur pada saat itu pergi ke pasar untuk mencari pekerja bagi kebun anggurnya. Ia melihat banyak orang yang tidak mempunyai pekerjaan sedang berada di pasar. Maka ia mengajak mereka untuk bekerja di kebun anggurnya. Untuk orang yang masuk jam 6 pagi dijanjikan akan dibayar 1 dinar. Pada jam 9 pagi, ia kembali ke pasar dan melihat banyak orang yang masih belum mempunyai pekerjaan, maka ia merekruit mereka lagi. Ia mengatakan bahwa mereka akan dibayar dengan upah yang pantas. Pada jam 12 siang, kembali pemilik anggur itu keluar lagi ke pasar untuk melihat kalau-kalau ada orang yang tidak memiliki pekerjaan. Dia menemukan orang yang tidak bekerja dan mengundang mereka untuk bekerja di kebunnya serta mengatakan bahwa mereka akan dibayar dengan upah yang pantas. Sementara para pekerja yang telah ia rekrut bekerja, jam 3 sore sekali lagi pemilik kebun itu ke pasar mencari dan mempekerjakan pekerja serta menjanjikan upah yang pantas. Kemudian pada jam 5 sore ketika mendekati jam 6 petang dimana pekerjaan hari itu hampir selesai, ia pergi lagi ke pasar dan kembali ia mendapatkan orang yang tidak mempunyai pekerjaan sehingga ia mengundang dan mempekerjakan mereka serta mengatakan bahwa ia akan membayar mereka dengan pantas.

 


Imamat 19:13 dan Ulangan 24:14-15 mengajarkan bahwa upah harian harus dibayar pada petang hari (jam 6 petang). Pemilik kebun anggur itupun kemudian membayar orang yang mulai bekerja pada jam 5 petang 1 dinar: kejutan di perumpamaan Yesus sebab membayar upah iasanya dimulai dari yang bekerja paling awal tetapi di sini Tuan membayar dari yang paling akhir (ciri khas ke 4). Kemudian kepada yang masuk bekerja pada jam 3 sore juga 1 dinar samapi yang masuk kerja jam 6 sore semua dia bayar sama yaitu 1 dinar. Hal itu tentu menimbulkan kedengkian khususnya pada mereka yang masuk kerja pada 6 pagi, namun pemilik kebun itu mengatakan bahwa ia bebas menggunakan miliknya sesuai dengan kemurahannya.

 


Perumpaan itu mengajarkan bahwa keselamatan adalah sama kepada setiap orang baik orang percaya awal (usia muda) maupun yang percaya lambat (usia tua). Allah memberikan keselamatan secara cuma-cuma yang sama kepada semua orang tanpa melihat  berapa lama ia sudah percaya. Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir (ayat 16).

 


(Diringkas oleh Elizabeth Elson, diedit oleh Pipit MJ)

 

Last Updated on Wednesday, 13 March 2013 08:37
 
Share