Empat Puluh (40) Perumpamaan dalam 7 Kategori: I. Allah Mengajar bahwa Ia Baik: Ia Mencari yang Hilang PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 16 March 2013 11:29

 

Ringkasan Khotbah 10 Maret 2013



40 Perumpamaan dalam 7 Kategori: I. Allah Mengajar bahwa Ia Baik: Ia Mencari yang Hilang

Teks: Lukas 15:1-10

Oleh: GI Peter Yoksan



Perumpamaan Tuhan Yesus hanya terdapat di Injil Synopsis yaitu Injil Matius, Markus dan Lukas. Ada 3 perumpamaan yang berbicara tentang sesuatu yang hilang di dalam Injil Lukas 15:1-32. Ketiganya dapat kita singkat dengan DUA: Domba yang Hilang, Uang yang Hilang  dan Anak/Putra yang Hilang.



Matius 18:11 memberitahukan kita bahwa Allah itu baik. Ia mau mengampuni dosa-dosa kita dan mencari kita walaupun dosa kita itu sebesar Talenta bahkan telah 10.000x berdosa kepadaNya. Bagaikan tuan kebun yang memberi upah sama kepada setiap pekerja tanpa memperhitungkan berapa jam mereka telah bekerja. Allah juga memberikan keselamatan yang sama tanpa memandang sudah berapa lama kita percaya kepada Yesus. Yang penting kita sudah percaya Yesus dengan sungguh-sungguh baik itu pada saat kita masih kecil, muda maupun tua maka Allah akan memberikan hidup kekal yang sama kepada setiap kita.


Lukas 15:1-10 berbicara tentang domba yang hilang dan dirham yang hilang. Domba adalah binatang yang paling bodoh dan gampang tersesat. Apabila domba tersesat maka gembalanya harus menuntunnya pulang ke kawanan domba. Domba tidak dapat hidup tanpa gembala. Ia lemah dan tidak dapat melindungi diri sendiri ketika diserang binatang buas. Ia juga bisa sembarangan memakan rumput yang bisa saja beracun atau minum air yang tidak bersih sehingga sakit dan mati. Demikian juga manusia tidak dapat hidup tanpa Yesus. Kita tersesat karena telah jatuh dalam dosa dan kita tidak dapat menyelamatkan diri sendiri. Hanya Tuhan Yesus yang adalah gembala kita yang dapat menolong dan menyelamatkan kita. Namun domba adalah binatang yang banyak manfaatnya yaitu dapat digunakan sebagai korban kepada Allah. Bulunya dapat dibuat pakaian dan dagingnya dapat diolah menjadi makanan serta air susunya sangat bergizi.



Ayat 3-7 mengatakan bahwa ada seorang gembala yang mempunyai 100 ekor domba dan 1 ekor dari ke 100 domba itu hilang/tersesat. Gembalanya lalu meninggalakan yang 99 ekor domba dan pergi mencari yang 1 ekor yang tersesat itu. Ke 100 ekor domba itu melambangkan semua manusia di bumi ini. Gembala melambangkan Allah yang menginginkan semua manusia selamat sehingga Ia mengutus Tuhan Yesus ke dalam dunia untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang/tersesat. Perumpamaan Tuhan Yesus selalu mempunyai karakteristik kejutan bagi pendengarnya. Hal yang mengejutkan di sini adalah gembala itu meninggalkan yang 99 ekor domba untuk mencari 1 ekor yang tersesat. Dengan logika duniawi, kita akan berpikir bukankah gembala itu masih memiliki 99 ekor domba? Mengapa harus meninggalkan yang 99 ekor hanya untuk mencari yang 1 ekor yang terhilang? Bukankah yang 99 ekor itu jauh lebih berharga dibandingkan dengan yang 1 ekor? Ketika domba yang tersesat itu ditemukan dan gembala menaruhnya di pundaknya dan mengadakan pesta dengan kawan dan tetangga. Perumpamaan yang sama juga dicatat di Matius 18. Di Lukas 15 Yesus memakai perumpamaan ini untuk menegur Orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat, sedangkan di Matius 18 Yesus mengajar para murid-Nya bahwa Ia tidak mau anak-anak tersesat. Artinya orang yang baru percaya, iman mereka itu masih muda dan mudah tersesat. Oleh karena itu Yesus mau mencari domba kecil yang seperti itu (orang Kristen yang baru percaya).

 


 

Ayat 8-10 mengatakan bahwa ada seorang perempuan yang kehilangan uang 1 Dirham dari 10 Dirham yang dia punyai. Perempuan itu lalu menyalakan lampu untuk mencari dirham yang hilang itu karena pada waktu itu rumah orang Yahudi gelap, tidak berjendela dan hanya memiliki 1 ruang saja yang menjadi ruang multi fungsi. Perempuan itu mencari dirhamnya yang hilang dengan sungguh-sungguh. Mengapa? Dua kemungkinan yaitu: 1) perempuan itu harus mendapatkan kembali 1 Dirhamnya karena untuk membeli keperluan hidup rumah tangganya hari itu dia harus punya 10 Dirham; 2) zaman itu para perempuan yang telah menikah harus menggunakan cadar di kepala dan untuk mengikatkan cadar kepalanya digunakan tali pengikat yang dibuat dari 10 buah uang Dirham. Jadi, jika ia kehilangan 1 buah Dirham maka ia tidak dapat menutup kepalanya dengan cadar lagi. Itulah alasan yang kuat yang membuat perempuan itu harus menemukan kembali uang Dirhamnya. Ketika ia temukan, ia sangat bersukacita memanggil teman-teman wanitanya untuk bersukacita bersamanya. Demikian juga Allah, dengan cara yang sama Ia mencari kita. Jikalau ada yang orang yang bertobat dan percaya Tuhan Yesus maka akan ada sukacita besar dari Allah dan para malaikat di sorga. Oleh sebab itu, jikalau ada anggota jemaat yang sudah lama tidak ke gereja maka kita juga harus pergi mencari mereka kembali.

 

(Diringkas oleh Rudy Rus, diedit oleh Pipit MJ)

Last Updated on Saturday, 16 March 2013 11:31
 
Share