40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori II: Allah Menyatakan Kebaikan-Nya Melalui Perbuatan Anak-anak-Nya: Pria Samaria yang Peduli PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 13 April 2013 06:27

 

 

Ringkasan Khotbah 07 April 2013

 


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori II: Allah Menyatakan Kebaikan-Nya Melalui

Perbuatan Anak-anak-Nya: Pria Samaria yang Peduli (Lukas 10:25-37)

Oleh: GI Peter Yoksan

 

 


Ada 40 perumpamaan yang terdapat di dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas. Ke 40 perumpamaan itu dapat dibagi menjadi 7 kategori. Kategori pertama ”Allah Itu Sangat Baik” telah dipelajari beberapa minggu yang lalu. Dalam kategori pertama ada 5 perumpamaan, yaitu:

1) 10.000 Talenta (Allah Mengampuni Dosa Manusia):

2) Pekerja di Kebun Anggur (Keselamatan yang Gratis);

3) Domba yang Hilang; DUA yang hilang = domba, uang, anak (3 Perumpamaan tentang Allah itu baik karena Ia mencari yang hilang/tersesat)

4) Uang Logam yang Hilang;

5) Putra Bungsu yang Hilang.

 


Fungsi dari perumpamaan adalah:

1) Mengajarkan kebenaran kepada orang percaya;

2) Menyembunyikan kebenaran dari orang yang tidak percaya (Yesaya 6:10).

 

 

Minggu ini akan dibahas kategori ke 2 yaitu ”Allah Menyatakan Kebaikan-Nya Melalui Perbuatan Anak-anak-Nya” yang terdapat di dalam Injil Lukas 10:25-37. Lukas10:25-37 dapat dibagi menjadi 2 bagian:

 


1. Lakukanlah Hukum yang Terutama - Kasihilah Tuhan Allahmu dan Kasihilah Tetanggamu (ayat 25-28).


Seorang Ahli Taurat bertanya kepada Yesus, ”Guru, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Ia bertanya bukan karena tidak tahu melainkan karena ingin menjatuhkan/mempermalukan Yesus. Ahli Taurat adalah orang yang bertugas menyalin dan menjaga Kitab Taurat. Ia sangat mengetahui isi Kitab Taurat. Mengetahui tujuan dia bertanya, Yesus tidak menjawab pertanyaannya melainkan kembali bertanya kepadanya, ”Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kau baca di sana?” Amsal 26:4-5, ”Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia. [Yesus diam ketika diadili]. Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak. [Yesus jawab pertanyaan dengan pertanyaan] Ia menjawab pertanyaan Yesus dengan benar, Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Yesus memerintahkannya agar berbuat sesuai dengan apa yang dia jawab. Hal itu mengajarkan bahwa seseorang itu tidak akan diselamatkan hanya dengan rajin datang ke gereja saja, Tetapi yang terpenting adalah melakukan Firman Tuhan.

 


Orang Yahudi dikaruniakan otak yang pandai dan sifat yang rajin. Mereka membaca seluruh Kitab Taurat dan menyusun kitab tersebut secara sistematis. Mereka mengatakan dari Kitab Keluran sampai Kitab Ulangan ada 613 hukum yang terdiri dari 248 hukum yang bersifat perintah dan 365 hukum yang bersifat larangan. Ada 248 perintah karena terdapat 248 organ tubuh manusia yang semuanya itu harus dipergunakan untuk kemuliaan Tuhan. Ada 365 larangan karena terdapat 365 hari di dalam setahun. Semua manusia telah berdosa sejak Adam jatuh sehingga tidak ada satu manusiapun yang dapat menjalankan seluruh Hukum Taurat dengan sempurna. Tetapi Allah sangat baik, Ia mengaruniakan Putra Tunggal-Nya untuk mewakili manusia menjalankan seluruh Hukum Taurat dengan sempurna (Galatia 4:4).

 


2. 2. Siapakah tetangga kita? (ayat 29-37)


Agustinus (Bapa Gereja yang hidup di abad ke 4) menafsirkan ayat-ayat ini dengan tidak tepat secara alegori. Ia membagi perumpamaan ini dengan 16 persamaan, yaitu:

1) Sesorang pria = Adam;

2) Yerusalem = Taman Eden;

3) Yerikho = Adam yang sudah jatuh ke dalam dosa;

4) Perampok = setan dan malaikat-malaikat yang telah jatuh dalam dosa;

5) Pria yang dirampok kemudian ditelanjangi = manusia yang sudah jatuh dalam dosa;

6) Pria yang dirampok kemudian dipukul = manusia yang dibujuk untuk melakukan dosa;

7) Pria yang dirampok kemudiandipukul hingga setengah mati = manusia yang memiliki tubuh tetapi rohnya mati;

8) Imam dan Orang Lewi = Perjanjian Lama yang tidak dapat menyelamatkan;

9) Orang Samaria = Yesus;

10) Orang Samaria yang membalut luka = Yesus yang mengampuni dosa;

11) Orang Samaria mengoles minyak = manusia yangmempunyai pengharapan akan hidup yang kekal;

12) Air anggur = khotbah yang dapat membangkitkan semangat;

13) Penginapan = Gereja;

14) Pengurus penginapan = Gembala sidang  Rasul Paulus);

15) Pria Samaria berjanji akan kembali besok= Yesus yang akan datang kembali;

16) Uang dua dinar = rang percaya akanmendapatkan keselamatan yang cukup sampai Yesus datang kembali.

 


Cara menafsirkan Firman Tuhan yang benar adalah dengan mengetahui latar belakang Firman Tuhan itu, yaitu:

1) Harus tahu kebiasaan/budaya/sejarah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Orang Yahudi);

2) Harus tahu tata bahasa yang digunakan dalam Firman Tuhan dalam bahasa asli Ibrani/Yunani.

3) Harus tahu bagian Firman Tuhan itu secara Sistematika Theologia (apakah mengajarkan tentang Allah, keselamatan, akhir zaman);

4) Harus tahu bagian Firman Tuhan itu ditulis dalam bentuk apa (narasi/puisi/nubuat/perumpamaan);

5) Harus bertanya kepada Allah apakah yang Ia ingin kita perbuat melalui bagian Firman Tuhan itu.

 


Penafsiran yang benar tentang siapakah tetangga kita dapat dibagi menjadi 3 golongan:

1.Tetangga yang pasif (orang yang dirampok yang memerlukan bantuan) adalah mereka yang belum percaya, yang tinggal serumah dengan kita, tetangga di sebelah rumah kita, yang pernah tinggal serumah dengan kita (Yerusalem kita),  orang-orang yang ada di luar kota atau pulau (Yudea kita) dan orang-orang yang ada di negara lain (ujung bumi kita). Kita harus senantiasa siap menolong orang-orang yang kita kenal itu dengan cara mendoakan dan menginjili mereka.

 


2.Tetangga yang tidak peduli (Imam  dan Orang lewi) adalah mereka yang dapat menolong tetapi tidak mau menolong. Imam adalah orang yang bertugas mempersembahkan korban sembelihan di Bait Allah. Kebanyakan mereka tidak tinggal di Yerusalem tetapi di Yerikho. Dalam ayat 31, imam itu tidak mau menolong mungkin karena ia akan menjalankantugasnya di Bait Allah sehingga jika  ia menolong pria itu yang terluka itu ia  menjadi tidak lagi bersih untuk melakukan pelayanannya di Bait Allah karena imam tidak boleh menyentuh mayat. Sedangkan Orang Lewi bertugas mengajarkan Firman Tuhan kepada bangsa Yahudi. Dalam ayat 32, Orang Lewi itu tidak mau menolong mungkin karena ia sudah ditunggu oleh banyak orang Yahudi di sinagoge sehingga ia tidak mau mengorbankan banyak orang  hanya demi satu orang yang dirampok itu.

 


3.Tetangga yang peduli (Orang Samaria) adalah orang yang di anggap hina/rendah oleh bangsa Yahudi karena mereka dipandang sebagai keturunan campuran. Mereka tidak memiliki semua Kitab Perjanjian Lama tetapi hanya memiliki 5 Kitab Musa, Mereka menyembah Tuhan bukan di Yerusalem tetapi di Gunung Gerizim. Namun Orang Samaria itu membantu dengan ikhlas dan tuntas (membalut luka, mengoleskan anggur dan minyak, menaikan ke keledai, membawa ke penginapan dan merawat, membayar 2 dinar kepada pemilik penginapan dan berjanji akan mengganti apabila ada kekurangan),

Mengapa?

1) Karena ia berpikir ia sering melewati jalan yang sama, kemungkinan untuk terjadi hal yang sama pada dirinya sangatlah besar;

2) Ia membawa keledai dan obat-obatan, dia tahu bahwa semua yang ia miliki itu adalah pemberian/titipan Tuhan untuk menolong sesama;

3) Supaya pria yang dirampok itu tidak mati sehingga ia dapat mengenal Allah;

4) Ia berpikir bahwa dengan menolong orang, Allah pasti juga akan menolongnya.

 


Jika kita adalah orang yang telah percaya Yesus maka kita hendaklah dapat menolong orang lain dengan doa dan menginjili orang lain. Untuk menolong oang kita harus mempunyai persiapan yang cukup seperti Orang Samaria itu yang membawa minyak, air anggur, uang dan keledai. Persiapan kita setelah percaya Yesus adalah dengan mempelajari Firman Tuhan baik melalui BBK, PA ataupun kelas-kelas di STARA. Mengasihi Allah juga harus mengasihi tetangga. Bukan hanya sekedar tahu bahwa dia adalah tetangga kita, tetapi juga mau menolongnya dengan doa dan pemberitaan Injil.

 

Perumpamaan yang dikarang oleh Pengkhotbah GI Peter Yoksan supaya orang di abad 21 dapat mengerti perumpamaan di atas adalah:

Terjadi kecelakaan lalu-lintas dan korban tergeletak setengah mati di tepi jalan. Dan lewatlah:

1) DOKTER tetapi ia hanya lewat dari seberang jalan dan ia tidak menolong korban karena dokter mempunyai jadwal operasi di RS tempat ia bertugas

2) PERAWAT juga melewati jalan itu tetapi ia juga tidak berhenti menolong sebab ia sedang terburu-buru berangkat kerja (ia tidak mau terlambat masuk)

3) ORANG YANG BARU keluar dari PENJARA (justru orang ini tidak diharapkan untuk menolong) tetapi ia menolong.

 

 

(Diringkas oleh Indriyanti, diedit oleh Pipit Margareta Jong Pit Sian)

 

 

Last Updated on Saturday, 13 April 2013 06:55
 
Share