40 Perumpamaan Yesus Dalam 7 Kategori : III Pembangun Yang Bijak & Pembangun Yang Bodoh (Matius 7:41-43) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Sunday, 12 May 2013 23:31

 

Ringkasan Khotbah 05 Mei 2013


40 Perumpamaan Yesus Dalam 7 Kategori : III. Allah Mengajarkan Hikmat-Nya:

Pembangun Yang Bijak & Pembangun Yang Bodoh (Matius 7:41-43)

Oleh: GI Peter Yoksan

Perumpamaan ini merupakan, perumpamaan Kategori ke-3 dari 40 perumpamaan Tuhan Yesus dimana kategori I adalah Allah Mengajarkan Bahwa Ia baik terdapat 5 perumpamaan yaitu: 1) Sepuluh Ribu Talenta (Mat:18:21-35); 2) Pekerja di Kebun Anggur  (Mat 20:1-16) ; 3) Domba yang Hilang (Mat 18:12-15, Luk 15:8-19); 4) Uang Logam yang Hilang (luk:15:8-10); 5) Putra Bungsu yang Hilang (Luk 15:11-32), kategori II adalah Allah menyatakan kebaikan melalui perbuatan Anak-anak-Nya, yaitu perumpamaan Pria Samaria yang Baik Hati/Peduli (Luk 10:25-37), kategori III adalah Allah mengajarkan Hikmat-Nya. terdapat 6 Perumpamaan yaitu: 1) Pembangun menara (Luk 14:28-30); 2) Raja yang Hendak Berperang (Luk 14:31-33); 3) Pembangun yang Bijak dan Bodoh (Mat 7:24-27; Luk 6:47-49); 4) Manager yamg Lihai (Luk 16:1-8); 5) Budak yang Setia dan Bijaksana (Luk 12:42-46; Mat 24:45-51); 6) Lima Gadis Bijak dan Lima Gadis Bodoh (Mat 25:1-13). Pagi ini kita akan melihat yaitu perumpamaan ke 9 dari 40 perumpamaan Tuhan Yesus yaitu ”Pembangun yang Bijak dan Pembangun yang Bodoh.”

 


Matius pasal 7 merupakan satu kesatuan dari Matius pasal 5 & 6 yaitu yang disebut sebagai Khotbah di Bukit dimana di pasal 5 Yesus mengajarkan tentang  8 ucapan “Berbahagialah.” Matius 7:21-25 merupakan pengajaran Yesus yang ditujukan kepada orang yang sudah sering mendengar pengajaran-Nya,  juga merupakan bagian terakhir dari pengajaran-Nya di bukit. Ayat 22-23 mengatakan kepada kita bahwa pada akhir zaman banyak orang akan memanggil nama Tuhan Yesus, namun Yesus mengatakan tidak mengenal mereka. Ini menunjukkan kepada kita bahwa zaman sekarang banyak orang akan mengaku Kristen, memberi nama dengan nama Alkitab/nama Kristen atau mencantumkan diri beragama Kristen di KTP namun tidak sungguh-sungguh mengikut Yesus dan berkelakuan tidak mencerminkan sebagai orang percaya, maka kelak Yesus juga akan  mengatakan tidak mengenal mereka.

 


Dalam perumpamaan ini terdapat 2 macam pembangun yaitu pembangun yang bijak dan yang bodoh. Pembangun bijak yaitu yang mendirikan rumahnya di atas batu karang yang tidak kelihatan karena berada di bawah rumah yaitu fondasi rumah. Demikianlah jantung manusia, ia berada di dalam tubuh, tidak kelihatan dan tidak pernah diketahui orang lain namun jikalau ia bersungguh-sungguh percaya Yesus maka itulah fondasi hidupnya karena didirikan di atas Yesus. Hampir semua bangunan adalah tampak sama dari luarnya. Akan tetapi pembangun yang bijak membangun bangunannya di atas fondasi batu karang yang kuat sedangkan pembangun yang bodoh membangun di atas fondasi yang lemah di atas pasir. Ketika orang datang ke gereja, ia seharusnya bukan hanya mendengarkan Firman Tuhan tetapi juga melakukannya. Tidak ada seorangpun yang dapat melakukan Firman Tuhan kalau ia tidak sungguh-sungguh percaya kepada Yesus.

 


Pembangun yang bodoh yang mendirikan rumahnya di atas pasir adalah orang bersandarkan kepada pengertiannya diri sendiri. Ketika banjir dan hujan datang  pastilah rumahnya akan roboh. Artinya pada saat pencobaan dan penderitaan datang menimpa seseorang maka orang itu akan goyah dan segera berpaling dari Tuhan karena tidak berfondasikan Tuhan Yesus. Banjir juga melambangkan pengadilan Tahta putih besar.

 


Jadi, siapakah pembangun yang bijak? Dia adalah: 1) Orang yang tekun mendengar dan mengerti Firman Tuhan;  2)  serta melakukan Firman Tuhan; 3) yang mendirikan rumahnya  di atas batu karang yaitu Yesus;  4) yang ketika ujian datang dia tetap tahan uji. Sedangkan pembangun yang bodoh adalah: 1) Orang tidak mendengar dan mengerti Firman Tuhan, 2) yang tidak melakukan Firman Tuhan; 3) yang mendirikan rumahnya di atas pasir yaitu dunia ini:  4) yang hanya mengaku percaya tetapi tidak ada pertobatan; 5) yang  tidak tahan uji.

 

 

Matius 7:13-27b memberikan 3 perbandingan dua hal: 1) 2 jalan yaitu jalan lebar yaitu jalan orang dunia yang bebas melakukan dosa dan jalan sempit yaitu jalan salib yang mengikuti Yesus yang penuh pengujian dan tantangan serta melawan arus dunia; 2) 2 pohon yaitu pohon yang baik yang mengahsilkan buah pertobatan dan buah roh yaitu orang percaya Yesus yang melakukan perintah Tuhan dan pohon yang jahat yakni orang tak percaya Yesus yang melakukan dosa sebagai hobby; 3) 2 pembangun pembangun yang bijak dan pembangun yang bodoh yaitu yang telah kita bahas di atas. Marilah memilih yang benar dan yang baik yaitu mengikuti jalan yang sempit, menjadi pohon yang baik dan menjadi pembangun yang bijak. Semoga Tuhan menolong kita. Amin.


Diringkas oleh Rudy Rus, diedit oleh Pipit MJ

 

Last Updated on Sunday, 12 May 2013 23:35
 
Share