Persembahkanlah Jiwa Raga dan Harta PDF Print E-mail
Written by Rev Elyakin Phang   
Saturday, 01 June 2013 10:31

Ringkasan Khotbah 26 Mei 2013



Persembahkanlah Hati, Tubuh dan Hartamu!

Matius 16:19-21, Roma 12:1-2

Oleh: Pdt. Elyakin Phang


Mempersembahkan hati, tubuh dan kita kepada Tuhan adalah 3 macam persembahan yang memiliki hubungan erat antara satu sama lain karena persembahan itu bersifat rela dan suka (II Kor 9:1, 7).  Meskipun kita tidak dapat mengukur suatu persembahan dari segi jumlahnya, akan tetapi kalau seseorang mempesembahkan seluruh hatinya dengan otomatis pastilah orang itu akan mempersembahkan juga tubuhnya dan yang terakhir pasti juga akan mempersembahkan hartanya. Rasul Paulus di dalam I Korintus 6 mengajarkan kepada kita bahwa jiwa dan tubuh kita telah dibeli lunas bukan dengan emas perak tetapi dengan darah Yesus yang mahal. Yesus membeli kita dengan darah-Nya karena darah adalah hidup manusia. Jikalau seseorang kekurangan darah pastilah ia lama kelamaan akan mati.


Orang Yunani memandang rendah akan tubuh manusia. Mereka menganggap tubuh manusia itu kotor dan sama dengan kuburan/penjara jiwa. Bagi mereka yang penting itu roh manusia karena roh itu kudus. Akan tetapi Rasul Paulus di dalam kitab Roma 12:1-2 mengatakan kepada kita bahwa kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai korban yang hidup di hadapan Allah.


Ada 5 jenis kesalahan pandangan orang terhadap persembahan, yaitu: 1) Persembahan itu adalah untuk biaya hidup para hamba Tuhan di gereja dimana mereka menganggap bahwa persembahan uang yang diberikan ke gereja itu bukan untuk Tuhan tetapi untuk para hamba Tuhan; 2) Persembahan itu seperti pengeluaran dimana mereka mengatakan memberikan persembahan membuat mereka tambah miskin karena menambah pengeluran mereka; 3) Persembahan itu seperti membeli damai dimana mereka mengira dengan memberikan persembahan maka mereka akan memperoleh damai sejahtera seperti yang dilakukan oleh para penyembah berhala;  4) memberi persembahan harus menunggu sampai mereka menjadi kaya dulu baru memberi. Namun yang berpendirian seperti ini, ketika mereka sudah kaya tetap saja mereka tidak akan memberi persembahan; 5) menahan persembahannya untuk dipakai dulu untuk keperluan pribadi yang lain. Orang yang demikian juga selamanya tidak akan bisa memberi persembahan.


Untuk dapat memberikan persembahan sesuai dengan yang dijarkan Roma 2:1-2 adalah:


1. Persembahkanlah hatimu.

Di dalam Matius 15:8 Nabi Yesaya menegur orang Israel yang memuliakan Tuhan hanya di bibir saja karena perkataan mereka tidak timbul dari lubuk hati mereka. Itu adalah ibadah yang kosong (Mazmur 12:4). Orang seperti itu adalah orang yang baik di perkataan saja tetapi lubuk hati mereka jahat karena di dalam Matius 6:21 mengatakan kepada kita bahwa kalau orang tidak dapat mempersembahkan hatinya karena hatinya sudah diikat oleh hartanya. Untuk melihat pribadi seseorang kita dapat melihatnya dari bagaimana dia mendapatkan, menggunakan dan menyimpan uangnya. Ada beberapa pandangan salah orang tentang uang: 1) menganggap uang itu lebih berharga dari segalanya bahkan nyawa nya sendiri sehingga mereka hidup sehemat-hematnya; 2) menganggap uang itu sebagai pengatur/bos mereka sehingga hidup mereka seluruhnya dikerahkan untuk mencari uang.


2. Persembahkanlah tubuhmu.

Pada zaman Perjanjian Lama, saat orang Yahudi ke Bait Allah mereka harus membawa ternak seperti lembu, kambing, domba ataupun sepasang burung merpati sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka sebagai persembahan kepada Tuhan. Di dalam Perjanjian Baru (Roma 12) mengatakan persembahan dan ibadah itu sama karena kita menyembah Tuhan melalui persembahan. Persembahan adalah bagian dari ibadah. Bekerja mendapatkan uang juga ibadah artinya seluruh hidup kita dipergunakan untuk memuliakan Allah, seperti Abraham memepersembahkan Putranya Ishak sebagai korban persembahan kepada Tuhan.


3. Persembahkanlah hartamu.

Dari segi waktu, harus mempersembahkan 1/7 waktu kita yaitu pada hari Tuhan kita harus mengkhususkannya untuk beribadah, kepada Tuhan. Dari segi uang, kita harus mempersembahan 1/10 dari penghasialan kita kepada Tuhan. Yesus mengajarkan kita bahwa yang menabur sedikit akan menuai sedikit, yang  menabur banyak memanen banyak yaitu 30 kali lipat, 60 kali lipat bahkan 100  kali lipat.


Diringkas oleh Hendriana, diedit oleh Pipit MJ

Last Updated on Saturday, 01 June 2013 10:35
 
Share