Perumpamaan Penabur PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 20 July 2013 17:41

Ringkasan Khotbah 14 Juli 2013

 

Matius 13:1-23


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori

IV. Allah Menilai Manusia Apakah Melakukan Hikmat-Nya atau Tidak?

Perumpamaan Penabur (Perumpamaan ke-13)

Oleh: GI Peter Yoksan


Matius 13:1-23 berisikan perumpamaan ke 13 yaitu perumpamaan tentang Penabur. Pada ayat 1 dikatakan bahwa Yesus keluar dari rumah dan duduk  di tepi pantai yaitu tepi Laut Galilea. Laut itu adalah laut air tawar. Nama lain dari Laut Galilea adalah Laut Genezaret yang berarti gitar karena bentuknya yang seperti gitar. Juga dinamakan Laut Tiberias untuk menghormati Kaisar Roma yang bernama yang sama. Laut Galilea yang berair tawar sebenarnya adalah danau namun orang Yahudi tidak mempunyai kosakata ”danau” tetapi mereka hanya mengenal ”laut.” Yesus menggunakan banyak waktunya melayani di daerah sekitar Laut Galilea. Kebanyakan murid Yesus juga berasal dari daerah sekitar Laut Galilea. Air di Laut Galilea sangat banyak karena di Mazmur 133 dikatakan bahwa di bagian utara dari laut itu terdapat Gunung Hermon yang banyak saljunya. Salju inilah yang  meleleh ke Laut Galilea. Air laut inilah yang mengalir ke Sungai Yordan.

 


Ayat ke 2 mengatakan bahwa Yesus duduk di perahu dan banyak yang mendengarkan Dia mengajar. Mereka berdiri mendengarkan Yesus sedangkan Yesus yang berbicara duduk. Hal ini bertolak belakang dengan zaman sekarang dimana yang berkhotbah berdiri sedangkan yang mendengar duduk.

 


Pada ayat ke 3 Yesus mulai menggunakan perumpamaan tentang penabur. Perumpamaan ini berbicara tentang rahasia Kerajaan Sorga karena pada ayat 11 dikatakan bahwa banyak pemimpin agama Yahudi yang tidak percaya kepada pengajaran Yesus dan berusaha membinasakan Yesus. Namun kepada para murid-Nya Yesus kemudian menjelaskan arti perumpamaan itu.

 


Kata ”rahasia” atau ”misteri” digunakan 27 kali di dalam Perjanjian Baru yang merupakan kelengkapan wahyu (progresif) dari Perjanjian Lama. Contohnya ayat Yesaya 7:14  dikatakan bahwa seorang anak dara akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ayat ini digenapi di Matius 1:23 dimana anak dara itu adalah Maria dan anak laki-laki yang dilahirkan dia adalah Yesus Kristus.

 


Di dalam mempelajari sebuah perumpamaan, kita perlu melihat elemen-elemen yang terdapat dalam perumpamaan itu. Eleman-elemen dari perumpamaan ”Penabur” adalah sbb: 1) Penabur = Yesus;  2) Benih = Firman Tuhan; 3) Tanah = Jantung; 4) Benih yang jatuh di jalan = Tidak paham; 5) Tanah yang tipis dan berbatu = awalnya senang tetapi tidak percaya;  6) Semak = tidak berserah penuh; 7) Tanah yang baik = Digarap Tuhan dan berserah penuh; 8) Burung = Iblis; 9) Rahasia = Perjanian Lama diterangi Perjanjian Baru; 10) Matahari= Aniaya; 11) Belukar = Kuatir/Mamon; 12) Akar = Tampak dalam; 13) Tumbuh = Tampak luar; 14) Layu = Meninggalkan Tuhan; 15) Berbuah = Bertobat dan Buah Roh.

 


Penabur itu  menebarkan  benih dan benih itu jatuh ke atas 4 macam tanah yaitu:

 


1) Tanah di pinggir jalan dan burung segera memakan benih yang ditabur itu  (ayat 4); 2) tanah berbatu dan tipis dimana benih tidak dapat tumbuh masuk ke dalam tanah karena berbatu walaupun benih cepat bertunas tetapi pada waktu matahari terbit ia layu (ayat 5-6); 3) tanah yang penuh semak duri dimana benih tidak dapat tumbuh baik karena dihimpit oleh semak duri itu  (ayat 7); 4) tanah yang baik dimana benih bukan hanya tumbuh tetapi berbuah 100 kali lipat, 60 kali lipat dan 30 kali lipat  (ayat 9).

 


Arti perumpamaan ini adalah, tanah melambangkan jantung kita. Benih yang jatuh di tepi jalan yaitu mereka yang tidak mengerti Firman Tuhan. Tanah yang tipis dan berbatu yaitu jantung manusia  yang senang mendengar Firman tetapi tidak benar-benar percaya. Mereka hanya senang ke gereja tetapi tidak percaya dan tidak  mengerti. Ketika sinar matahari datang yaitu penganiayaan/masalah datang, mereka tidak mau percaya Yesus. Tanah yang penuh semak duri melambangkan kekuatiran dan ketamakan akan kekayaan. Banyak orang karena kuatir akan hidup jasmani dan mengejar kekayaan menjadi tidak punya waktu untuk belajar Firman Tuhan.  Alkitab mengajarkan kita harus mempersembahkan 1/7 waktu kita kepada Tuhan yaitu menguduskan hari Tuhan untuk datang beribadah ke rumah Tuhan. Tanah yang baik artinya jantung yang telah digarap oleh Allah yaitu jantung yang telah lahir baru dimana Allah telah membuang segala batu-batu (Pengkhotbah 3:5) ketidakpercayaannya dan cabut segala semak duri kekuatiran dan ketamakannya.

 


Semoga Tuhan menolong kita untuk menjadi bukan hanya pendengar Firman, tetapi pelaku Firman.

 

Diringkas oleh Rudy Rus, diedit oleh Pipit MJ

Last Updated on Saturday, 20 July 2013 21:48
 
Share