Perumpamaan Anak-anak Bermain di Pasar PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 27 July 2013 05:52

Ringkasan Khotbah 21 Juli 2013


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori: IV. Allah Menilai Manusia Apakah Melakukan Hikmat-Nya atau Tidak: Perumpamaan Tentang Anak-anak yang Bermain di Pasar (Perumpamaan ke-14) Text: Matius 11:1-19 & Lukas 7:31-35

Oleh: GI Peter Yoksan


Matius 11  dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu:


1) Yesus mengajar di kota para murid-Nya (ayat 1-6)


Yesus datang ke dunia adalah untuk melayani dan mengajar setiap orang. Kemana-mana Ia selalu mengajar tentang Kerajaan Sorga. Hamba Tuhan zaman sekarang haraus belajar dari Yesus yaitu selalu mengajar Firman Tuhan dan memberitakan Injil kepada siapapun.

 


2) Kesaksian Yesus tentang Yohanes Pembaptis (ayat 7-24)

Yohanes Pembaptis tinggal di padang gurun. Yesus mengajarkan bahwa kita ke padang bukan untuk melihat pemandangan pantai atau gunung melainkan melihat orang-orang yang berada di sekeliling kita atau lingkungan sekitar kita. Dan untuk melihat orang yang berpakaian indah atau halus tempatnya adalah istana raja. Yohanes Pembaptis adalah  seorang nabi. Seorang nabi adalah seorang yang menyerukan supaya orang bertobat sebab Kerajaan Allah sudah dekat (Mat 3:2, 4:17).  Zaman sekarang nabi adalah seperti penatua atau pendeta yang mengabarkan Injil.

 


3) Yesus bersyukur kepada Allah Bapa (ayat 25-30)

Allah bukan hanya telah menciptakan langit dan bumi ini namun Ia juga memilihara kita serta seluruh alam semesta dan semua yang ada di muka bumi ini. Pekerjaan pemeliharaan bukanlah perkerjaan yang gampang. Karena kita dipelihara Allah, kita harus berterima kasih dan bersyukur kepada Allah. Zaman sekarang orang sering melupakan Tuhan dan tidak pergi ke gereja karena bekerja dan tidak jarang orang kaya melupakan Tuhan karena yang ada di pikiran mereka hanyalah uang.

Perumpamaan dalam Matius 11:16-19 ini juga dicatat di Lukas 7:31-35 yang di dalamnya terdapat 2 perumpamaan yaitu:

 


1) Anak-anak datang ke pasar untuk bermain dan memanggil teman-temannya untuk ikut bermain; 2) Anak-anak yang meniup seruling dan yang menyanyikan kidung duka.

Zaman itu pasar buka sampai jam 10 pagi. Setelah jam 10 orang-orang pulang dan pasar menjadi sepi sehingga anak-anak datang untuk bermain. Saat itulah ada anak-anak yang bermain seruling, maka yang mendengarnya harus ikut menari tanda mereka ikut bersukacita. Dan saat mereka menyanyikan kidung duka, maka yang mendengar harus berkabung atau ikut berduka. Akan tetapi, Yesus dalam perumpamaan itu mengatakan ketika anak-anak itu meniup seruling tidak ada yang menari dan ketika mereka menyanyikan kidung duka, tidak ada yang berkabung. Apa yang mau Yesus jelaskan melalui perumpamaan ini? Penjelasan perumpamaan ini adalah sbb:

 


Di dalam  Matius 11 ini, ada 3 kata umpama/bandingan yang dipakai yang perlu kita perhatikan:

1) Generasi/angkatan ini (ayat 16)

Kata “generasi/angkatan” dipakai 18 kali di  dalam Matius, Markus dan Lukas. Generasi berarti angkatan yang terakhir di mata Allah. Generasi pertama adalah generasi dari Adam sampai kelahiran Yesus. Dari generasi Yesus sampai sekarang adalah generasi akhir yaitu ditandai dengan generasi pezinah (tidak setia) dan berdosa (Markus 8:38), jahat (Matius 12:45) serta tidak percaya/tidak beriman (Matius 17:17).

 


2) Anak-anak (ayat 16)

Anak-anak yang meniup seruling melambangkan pelayanan Yesus. Yang menyanyikan kidung duka melambangkan pelayanan Yohanes Pembaptis. Keduanya datang untuk membuat orang bertobat. Namun pelayanan mereka berdua ditolak oleh kebanyakan orang pada saat itu. Mengapa? Karena mereka memang generasi yang jahat.  Jikalau seseorang bertobat oleh pelayanan Yohanes, maka ia seumpama ikut berduka/berkabung dengan anak-anak yang menyanyikan kidung duka oleh karena ia berduka atas segala dosa-dosanya. Jikalau seseorang bertobat oleh pelayanan Yesus, maka ia seumpama ikut menari karena seruling yang ditiup anak-anak oleh karena ia bersukacita memperoleh pengampunan atas dosanya.

 


Kesamaan Yohanes Pembaptis dengan Yesus:

1) Yohanes  menolak membaptis orang Farisi dan ahli Taurat (Lukas 7:30). Yesus mengecam habis-habisan orang Farisi, ahli Taurat dan pemimpin Yahudi (Matius 23);

2) Yohanes membaptis orang berdosa yang bertobat (Lukas 7:29). Yesus membuat orang-orang berdosa dan pemungut cukai bertobat dengan pengajaran dan perkataan-Nya.

 


Perbedaan Yohanes Pembaptis dengan Yesus:

1) Yohanes makan belalang dan madu hutan sedangkan Yesus menghadri pesta pernikahan dan perjamuan makan (Yoh 2);

 

2) Yohanes melambangkan keseriusan hidup sedangkan Yesus melambangkan penderitaan hidup. Ia datang sebagai orang yang miskin, lahir di kandang binatang, selalu hadir apabila diundang makan namun kelak Dialah yang akan mengundang orang yang percaya kepada-Nya dalam Perjamuan Kawin Anak Domba yaitu Perjamuan Kawin Kristus sendiri dengan gereja-Nya. Di sanalah akan sukacita yang terbesar.

Diringkas oleh Dora (guru sekolah minggu dan mahasiswi jurusan Kimia FMIPA), diedit oleh Pipit MJ (isteri gembala sidang)

Last Updated on Saturday, 27 July 2013 05:55
 
Share