Perumpamaan 2 Penghutang (Yesus Diurapi Perempuan Berdosa) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Sunday, 11 August 2013 05:26

Ringkasan Khotbah 4 Agustus 2013

40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori: IV. Allah Menilai Apakah Manusia Melakukan Hikmat-Nya atau Tidak: Perumpamaan Tentang 2 Penghutang (Perumpamaan ke 15)

Lukas 7: 36 - 50

Oleh: GI Peter Yoksan

Di dalam Lukas 7:36-50, Yesus diundang oleh orang Farisi untuk makan di rumahnya. Nama orang Farisi itu adalah Simon. Orang Farisi sangat membenci Yesus. Tapi dalam hal ini sangat mengherankan bahwa  ada seorang Farisi yang mengundang Yesus untuk makan bersama di rumahnya.

Dari bagian Firman Tuhan ini,  ada 3 point pelajaran yang dapat kita pelajari:

A. Perempuan berdosa datang kepada Yesus dan minta belas kasihan dan pengampunan dosa

Dikatakan bahwa ada seorang perempuan yang berdosa yang datang ke rumah Simon ketika mereka sedang makan. Allah menyebutnya sebagai ”seorang perempuan,” baru kemudian menyebutnya ”perempuan berdosa.” Demikianlah Allah melihat kita. Ia melihat kita adalah manusia, baru kemudian melihat perbuatan/identitas kita. Kita tidak tahu nama perempuan itu. Tapi dia sangat terkenal, bukan terkenal baik tapi terkenal tidak baik. Perempuan itu datang ke rumah Simon karena dia mendengar bahwa Yesus ada di sana. Biasanya perempuan itu tidak akan pergi ke tempat orang ramai karena dia adalah perempuan yang tidak baik. Tetapi karena dia mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah Simon maka dia pergi. Perempuan ini tidak pergi dengan tangan kosong. Dia membawa minyak narwastu yang mahal. Ia datang kepada Yesus karena dia telah mendengar bahwa Yesus telah mengubah banyak orang. Jadi dengan muka tebal dia pergi ke rumah Simon. Dan ia ingin Yesus juga mengubah hidupnya.

Dalam ayat 38 terdapat kata “dan” yang muncul berkali-kali. Tujuannya adalah untuk memberitahu kita bahwa ada banyak hal yang terjadi dalam ayat tersebut, dan supaya kita tidak melupakan hal-hal itu.

Perempuan itu masuk ke rumah Simon tanpa berkata apa-apa. Kemudian dia menangis. Ia menangis dari hatinya karena dia ingin mengubah hidupnya. Walaupun dia tidak berkata apa-apa tapi Yesus tahu kesusahanya. Melihat itu orang-orang menjadi terkejut. Orang Farisi yang mengundang Yesus berkata dalam hatinya, jika Yesus adalah seorang nabi maka Yesus akan mengusir perempuan berdosa itu (ayat 39). Tapi Yesus tidak mengusir dia. Sebaliknya Yesus malah bertanya kepada Simon dengan perumpamaan tentang dua orang penghutang (ayat 40). Kata Yesus, “Ada dua orang yang berhutang, yang seorang berhutang 500 dinar dan yang lain 50 dinar. Kedua penghutang itu tidak mampu membayar hutangnya. Maka pemberi hutang menghapuskan hutang mereka. Siapakah di antara kedua penghutang itu yang akan lebih mengasihi si penghapus hutang?” Simon menjawab bahwa yang hutangnya yang lebih besarlah yang akan lebih berterima kasih kepada kepada si pemberi hutang yang membebaskan hutang mereka.

Jadi, ada 9 hal yang perempuan berdosa itu lakukan yang perlu kita ingat yaitu:

(1) Mendengar tentang Yesus;

(2) Pergi kepada Yesus;

(3)Membawa minyak narwastu mahal;

(4) Menangis ketika melihat Yesus;

(5) Sujud di kaki Yesus;

(6) Mencuci kaki Yesus dengan air matanya;

(7)Mengelap kaki Yesus dengan rambutnya;

(8)Mencium kaki Yesus;

(9) Mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal.

B. Yesus bukan saja mengampuni dosanya bahkan membelanya

Yesus melihat perempuan itu dan membandingkannya dengan Simon. Yesus berkata kepada Simon, ”Saat aku masuk ke rumahmu engkau tidak mencuci kakiku. tetapi perempuan ini, dia mencuci kaki ku dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya.” Kebiasaan orang Yahudi pada saat itu adalah jika ada tamu datang maka pemilik rumah akan menyuruh budaknya untuk mencuci kaki tamunya. Dan jika tamu yang datang adalah seorang yang terhormat maka bukan budak yang mencuci kaki tamunya melainkan pemilik rumah sendiri yang turun tangan mencuci kaki tamu terhormat itu. Yesus juga mengatakan bahwa Simon tidak menyalami-Nya yaitu dengan mencium Yesus seperti kebiasaan orang Yahudi saat itu, tetapi  perempuan itu mencium kaki Yesus. Yesus juga melanjutkan perkataan-Nya kepada Simon bahwa ketika Ia datang ke rumahnya Simon tidak mengurapi kepalanya tetapi perempuan itu mengurapi kaki Yesus bahkan dengan minyak yang sangat mahal. Harga minyak narwastu itu setara dengan 10 bulan gaji seseorang dan minyak itu juga merupakan barang berharga untuk seorang wanita sebagai persiapan untuk pernikahan. Dengan perbuatan tersebut, perempuan ini telah menyiapkan kaki Yesus untuk dipaku di kayu salib (Kej. 3:15). Itulah sebabnya Yesus mengatakan kepada perempuan itu bahwa dosanya telah diampuni.

C. Terima kasih besar untuk dosa besar yang telah diampuni Yesus

Setelah mengampuni dosanya, Yesus menyuruh perempuan itu untuk pergi dengan selamat. Artinya pergi dengan damai (ayat 48). Yesus menyuruhnya pergi bukan berarti Yesus mengusirnya. Namun Yesus ingin menekankan bahwa imannya telah membuat ia diampuni. Iman artinya ketika kita mendengar tentang Yesus kita percaya dan terima seperti perempuan itu yang percaya bahwa Yesus dapat mengubah hidupnya sehinga ia dengan tanpa rasa malu datang ke hadapan Yesus. Dengan imannya itu ia beroleh selamat dimana Yesus memberi ia kepastian dengan menyuruhnya untuk pergi dengan damai. Damai artinya berdamai dengan Allah. Kita yang dulunya adalah musuh Allah sekarang setelah diampuni dosanya kita bukan lagi musuh Allah tetapi menjadi anak-anak Allah. Dan kita tidak lagi mau berbuat dosa.

Diringkas oleh Elisabet Cong, diedit oleh Pipit MJ

 

Last Updated on Sunday, 11 August 2013 05:27
 
Share