Budak yang Sedang Menantikan Kedatangan Tuannya (Perumpanaan ke-20) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 12 October 2013 16:08

Ringkasan Khotbah 6 Oktober 2013



40 Perumpamaan TUHAN YESUS dalam 7 Kategori:

IV.  Allah Menilai Manusia Apakah Melakukan Hikmat-Nya atau Tidak?

Budak yang Sedang Menantikan Kedatangan Tuannya (Perumpanaan ke-20)

Markus 13:24-27, Lukas 12:35-38

Oleh: GI Peter Yoksan


Di dalam Aklitab ada  4 perumpanaan tentang Tuan dan Budak: 1) Tuan yang Kaya dengan Budaknya yang Setia dan Bijak (Mat 24:45; Luk 12:42); 2) Talenta (Mat 25:14-30); 3) Uang Mina (Luk 19:12-17); 4) Penyewa Kebun Anggur yang Jahat (Mark 12:1-12; Mat 21:33-46; Luk 20:9-19). Seorang budak haruslah bertanggung jawab penuh atas tugas yang tuannya berikan kepadanya, dari menjaga rumah dan seluruh harta milik tuannya sampai membukakan pintu pada saat tuannya itu pulang kembali ke rumah. Sesuai dengan tema khotbah di atas yang terdapat di dalam Lukas 12:35-38, pada minggu ini akan dibahas tentang seorang tuan yang kaya raya. Ia memiliki harta benda, rumah dan budak yang banyak. Tuan ini pergi ke suatu tempat yang jauh untuk menghadiri pesta perkawinan. Yesus selalu mengajarkan perumpamaan tentang tuan dan budak karena setiap orang percaya adalah budak Allah.

 


Latar belakang Markus 13 adalah ajaran Yesus dalam Markus 12:1-12 yaitu tentang penyaliban-Nya. Masa sekarang ini disebut “akhir zaman” karena ketika Yesus datang kembali, dunia ini akan dimusnahkan oleh Allah. Kedatangan kembali dalam 2 tahap. Pada tahap pertama Ia akan mengangkat semua orang percaya. Orang percaya yang telah mati akan diangkat terlebih dahulu (1 Tesalonika 4:16), baru setelah itu orang percaya yang masih hidup. Semua orang percaya akan di berikan-Nya tubuh mulia dan akan terangkat ke angkasa untuk bertemu dengan Yesus. Pada saat itu dunia yang ada sekarang ini akan dihukum dengan 7 tahun malapetaka yang sangat besar. Tidak ada satu manusiapun di dunia ini yang dapat lolos dari malapetaka tersebut, sehingga ½ dari manusia dibumi akan mati (Daniel 9 & 12). Banyak orang yang memprediksikan kapan Yesus datang ke-2 kali, tetapi semuanya salah, seperti: 1) tahun 90 (Clement I); 2) abad II (Montanis); 3) Joseph Smith (Mormon 1832, atau 1890, atau 1891); 4) milierites (21-3-1843 mereka ganti lagi menjadi 22-10-1844); 5)  Saksi Yehovah: 1914, 1915, 1918, 1920, 1925, 1941, 1975, 1990 dan masih diduga-duga lagi.

 


Tidak ada seorangpun di dunia ini yang mengetahui tanggal dan jam Yesus datang kembali. Untuk itulah kita harus senantiasa berjaga-jaga. Seperti dalam perumpamaan tuan dan budak kali ini. Tuan yang pergi jauh itu melambangkan Yesus yang telah naik ke sorga, dan budak itu adalah kita yang menantikan Yesus yang akan datang kembali. Ia pasti akan kembali, dan ketika Ia kembali Ia akan menuntut tanggung jawab dari setiap kita.  Maka kita haruslah:

 


1. Lukas 12:35, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hal sama dapat juga dilihat di Kel 12:1; I Raja-Raja 18:46 ; II Raja-Raja 4:29 ; Ayub 38:3; Yer 1:17; Efesus 6:16; I Petrus 1:13). Sama seperti bangsa Israel dalam Kel 12:1 yang pada saat itu menyiapkan diri dengan mengikat pinggang yang kencang untuk meninggalkan Mesir menuju Tanah Perjanjian, kita juga harus bersiap-siap menantikan kedatangan Yesus.

 


2. Lukas 12:35. Membiarkan lampu tetap menyala dengan membawa persediaan minyak yang cukup artinya selalu berjaga-jaga dan jangan tercemar oleh dunia, karena lampu adalah tanda kesiapan,seperti dalam Mat 25:1-13 tentang  5 Gadis Bijak & 5 Gadis Bodoh dan Amsal 31:17-18 tentang Wanita Bijak.

 


3. Lukas 12:36, “Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya,”(Wahyu 3:20; Lukas 13:25; KPR 12:13,16). Yesus datang kembali secara tiba-tiba seperti pencuri. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan Ia datang. Untuk itulah kita harus senantiasa berjaga-jaga (Markus 13:35,37).  Berjaga-jaga dalam bahasa Yunani adalah “Gregoreo.” Kata ini banyak sekali muncul dalam Alkitab: Mat 24:42; KPR 20:41; I Kor 16:13; I Tes 5:6; I Pertus 5:8; Wahyu 3:3; 16:15. Orang Yahudi membagi waktu “malam” (dari jam 6 petang s/d jam 6 pagi = 12 jam) mereka dalam 4 bagian, yaitu: 1) malam (6 petang s/d 9 malam); 2) tengah malam (9 malam s/d 12 malam); 3) kokok ayam ( 12 malam s/d 3 subuh); 4) pagi-pagi (3 subuh s/d 6 pagi). Ketika Petrus menyangkal Yesus adalah pada waktu pagi-pagi yaitu antara pukul 3 subuh sampai 6 pagi. Lukas 12:37, “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilahkan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.”. Seperti Yesus dalam Yoh 13:4-5, Mar 10:45, Luk 22:37 yang melayani murid-murid-Nya, demikianlah nanti Ia akan melayani orang percaya yang telah berjaga-jaga atas kedatangan-Nya dalam suatu pesat yang disebut Pesta Kawin Anak Domba (Wahyu 19:19). Di dalam  Lukas 12:38, kata “berbahagia” diulang lagi. Ini berarti bahwa jika kita sudah percaya Yesus, kita tidak akan takut pada akhir zaman karena kedatangan Yesus bukanlah suatu ancaman, tetapi kebahagiaan untuk mereka yang menantikan-Nya.

 


Markus 13:35 & 37 adalah ajakan supaya kita berjaga-jaga.  Kita mau berjaga-jaga karena kita rindu akan Yesus. Di dalam penantian kita ini Dia telah memberikan tugas kepada masing-masing kita. Agar kita dapat menjadi budak setia dan terhormat maka kita haruslah: 1) Melakukan tugas yang telah Dia berikan dengan sebaik-baiknya, karena tugas yang Dia berikan itu sangat penting, bahkan lebih penting dari tugas seorang presiden sekalipun; 2) Setiap budak telah diberikan-Nya talenta untuk bekerja membawa jiwa, supaya seluruh keluarga kita dapat percaya Yesus; 3) Setia dan selalu rindu menantikan  Yesus; 4) Bijak atau memiliki hikmat agar selalu memikirkan tugas & melaksanakan tugas dengan baik.

 


 

Diringkas oleh Indriyanti, diedit oleh Pipit M. Jong

 
Share