PERUMPAMAAN OKB (KE 23) ORANG KAYA BODOH PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Thursday, 14 November 2013 19:59

Ringkasan Khotbah 3 November AD 2013


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori

IV. Allah Menilai Manusia Apakah Melakukan Hikmat-Nya atau Tidak?

Modal Uang Mina dari Tuan kepada 10 Hamba

(Perumpamaan ke 22) – Lukas 19:12-27

Oleh: GI Peter Yoksan



Matius 25 berbicara tentang talenta yang mirip dengan perumpamaan di Lukas 19. Dikatakan bahwa Yesus melakukan perjalanan dari Galilea ke Yerusalem (Lukas 9-19). Para murid Yesus mengharapkan Yesus menjadi raja sehingga Yesus memberikan perumpamaan bahwa ada seorang bangsawan yang pergi ke negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja dan setelah itu ia akan kembali. Memang sebelumnya Yesus telah mengajar mereka tentang kerajaan dari Bapa Sorgawi. Namun Yesus mengatakan pada mereka untuk bekerja terus hingga Ia datang kembali (ayat 13). Artinya mereka harus terus melakukan pekerjaan Allah (pragmatis: Do God’s Business).  Ayat 14 menjelaskan bahwa ada sebagian orang yang membenci bangsawan itu dan mereka melakukan protes dengan mengirim delegasi supaya calon raja itu tidak dinobatkan menjadi raja mereka. Jadi, perumpamaan ini dapat mewakili 4 pihak yaitu: 1)Bapa; 2) Yesus; 3) rakyat yang mau Yesus menjadi raja mereka; 4) rakyat yang menolak Yesus menjadi raja.


Yesus memberikan perumpamaan ini pada saat Ia berada di Yudea yang dikuasai oleh Roma.  Kaisar Roma mewakili Bapa. Raja Palestina yang mewakili calon raja adalah Herodes Agung (40 SM) yang datang ke Roma kepada Kaisar Mark Anthony meminta kekuasaan untuk menjadi raja (wafat 4 SM) yang kemudian setelah ia mati, tiga putranya menjadi raja wilayah. Satu putranya Archelaus menjadi raja di wilayah Yudea. Dia ke Roma bersama 2 saudaranya. Dia membunuh 3000 orang Yahudi sehingga orang-orang Yahudi mengutus delegasi 50 orang untuk memprotes ia menjadi raja sehingga Roma hanya mengizinkan Archelaus bertahta sebagai raja tetapi tidak boleh bergelar raja.

 


Yesus sedang berada di wilayah Archelaus saat itu dimana perumpamaan ini diberikan sehingga sangatlah tepat sekali menggambarkan keadaan Yesus yang sesungguhnya belum saatnya menjadi raja atas orang-orang yang menginginkannya saat itu. Seperti Archelaus yang harus meminta izin kekuasaan ke Roma, Yesus harus kembali kepada Bapa dan setelah itu baru kembali menjadi raja seluruh dunia di akhir zaman dan Semarang Yesus hanya menjadi raja di hati orang percaya.


Pada kedatangannya yang pertama, Yesus menjadi Juruselamat dengan mati di salib (Lukas 19:10). Contohnya ketika Ia menyelamatkan Zakheus. Ia menjadi telah menjadi raja di hati orang percaya (Lukas 17:1). Pada kedatangannya yang kedua, Yesus kembali dalam 2 tahap. Tahap pertama, Ia kembali untuk gereja-Nya dimana orang-orang percaya diangkat (raptur). Orang-orang percaya yang mati akan bangkit terlebih dahlu dengan tubuh mulia. Kemudian orang-orang percaya yang masih hidup diberi tubuh mulia juga diangkat ke angkasa bertemu Yesus di udara. Tahap kedua, Yesus kembali bersama gereja-Nya menjadi raja dan hakim sehingga bumi menjadi damai (Yesaya 65 & 66,  Wahyu 19 dan Filipi 2:10).


Perumpamaan di atas mengatakan tentang seorang bangsawan. Ia adalah seorang pria yang mulia. Pria mulia itu melakukan perjalanan untuk menjadi raja (ayat 12 & 14). Sepuluh Mina untuk 10 budak secara merata (Sepuluh Mina sama dengan upah 10 hari kerja). Di Matius 25:15 dikatakan talenta diberikan sesuai kemampuan budak masing-masing. Intinya, semua budak harus selalu melakukan pekerjaan calon raja. Pria mulia melambangkan Yesus. Ia pergi untuk menjadi raja. Ia akan kembali untuk menjadi raja (Lukas 19:15). Dua budak pertama yang setia (I Kor 3, I Kor 4, I Kor 5, Galatia 6, II Petrus 1) yang berhasil mendapatkan untung masing-masing 10 dan 5 kali lipat melambangkan orang-orang percaya dan 11 Rasul Kristus. Mereka adalah budak yang setia, sehingga mereka diberi tanggung jawab atas 10 kota dan 5 kota yang melambangkan Kerajaan 1000 Tahun. Kerajaan berarti kuasa  (ayat 12, 15) sedangkan Mina berarti delegasi kuasa (ayat 13, 16, 18. 20, 24, 25). Budak yang tidak mendapatkan untung apa-apa adalah budak yang jahat. Ia juga diberi kepercayaan (ayat 13).  Ia memanggil tuannya hanya di mulut saja (ayat 16, 18, 20, 25). Ia tahu tuannya harus dicintai dan ditaati namun ia tidak mencintai dan mentaati tuannya. Sama halnya, Yesus disebut kasar, pencuri dan perampas oleh orang-orang Yahudi. Budak jahat ini sungguh tidak berguna, malas, tidak mau berpikir, tidak mau berencana dan bekerja (ayat 23). Mereka ini adalah Yudas Iskariot yaitu orang yang tidak percaya sejak mulanya.


Pria mulia itu menyimpulkan bahwa hanya mereka yang telah teruji dalam perkara kecil dapat diberi tanggung jawab perkara besar. Setiap pemberian Allah harus menghasilkan buah. Jika tidak berbuah maka ia binasa.


Ada 19 macam talenta (Roma 12, I Kor 12, Efesus 4 dan I Petrus 4) yaitu: 1) Atur/Administrasi; 2) Rasul/Rintis Gereja & Menulis PB; 3) Keahlian; 4) Komunikasi; 5) Bedakan Roh; 6) Nasehat; 7) Penginjil/Misionari; 8) Iman; 9) Sumbang; 10) Murah hati/bantu; 11) Memberi tumpangan; 12) Doakan orang; 13) Pengetahuan; 14) Kepemimpinan; 15) Rahmat; 16) Gembala; 17) Nubuat/Khotbah; 18) Mengajar; 19) Hikmat.


Dari ke 19 talenta itu, ada 8 talenta yang berhubungan dengan menulis/berbicara yaitu: 1) Rasul; 2) Nabi/Nubuat; 3) Penginjil; 4) Gembala; 5) Mengajar; 6) Menasehati; 7) Pengetahuan; 8) Hikmat. Ada 7 talenta yang berhubungan dengan melayani yaitu: 1) Menolong; 2) Memberi tumpangan; 3) Sumbang; 4) Kepemimpinan; 5) Murah hati/bantu; 6) Iman; 7) Bedakan Roh. Dan ada 4 talenta yang merupakan tanda mujizat yang hanya diberikan pada para rasul saja, yaitu: 1) Sembuhkan orang sakit; 2) Kuasa melakukan mujizat (misalnya digigit ular tidak mati); 3) Berbahasa asing (tanpa relajar); 4) Menterjemahkan bahasa asing (tanpa relajar). Ke 4 talenta ini sudah tidak Allah berikan lagi kepada orang percaya saat ini.

(Diringkas oleh Ereen, diedit oleh Pipit MJ)

 

Last Updated on Thursday, 14 November 2013 20:03
 
Share